Konten dari Pengguna

Tanda Speech Delay pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Rizky Ega Pratama

Rizky Ega Pratama

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Anak Jalani Terapi Speech Delay. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Jalani Terapi Speech Delay. Foto: Shutterstock

Perkembangan bicara setiap anak memang berbeda, namun ada patokan usia tertentu yang perlu diperhatikan. Keterlambatan bicara atau speech delay bisa menjadi indikasi awal adanya masalah perkembangan yang memerlukan penanganan segera. Mengenali tanda speech delay pada anak akan membantu orang tua memberikan penanganan yang tepat waktu.

Daftar isi

Apa Itu Speech Delay pada Anak?

Speech delay adalah kondisi ketika anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan berbicara dibandingkan anak seusianya. Kondisi ini berbeda dengan perkembangan bicara normal yang memiliki rentang waktu cukup luas. Deteksi dini sangat penting karena periode emas perkembangan bahasa anak terjadi di usia 0-5 tahun. Semakin cepat terdeteksi, semakin efektif penanganan yang bisa diberikan untuk memaksimalkan kemampuan komunikasi anak.

Tanda-Tanda Speech Delay Berdasarkan Usia Anak

1. Usia 12-18 Bulan

Pada usia ini, anak seharusnya sudah mulai menunjukkan kemampuan komunikasi dasar. Waspadai jika anak belum bisa menunjuk benda yang diinginkan atau menarik perhatian orang tua. Anak yang belum mengucapkan kata pertama seperti mama atau papa juga perlu diperhatikan. Selain itu, jika anak tidak merespons saat namanya dipanggil, ini bisa menjadi tanda awal speech delay.

2. Usia 2-3 Tahun

Di usia 2 tahun, anak umumnya sudah memiliki kosakata sekitar 50 kata dan mulai menyusun dua kata. Anak usia 2-3 tahun yang mengalami speech delay biasanya memiliki kosakata sangat terbatas. Anak juga belum mampu menyusun kalimat sederhana dan ucapannya sulit dipahami bahkan oleh orang terdekat. Kondisi ini berbeda dengan anak yang perkembangannya normal dan sudah bisa berkomunikasi dua arah.

3. Usia 3 Tahun ke Atas

Anak usia 3 tahun seharusnya sudah bisa bercerita secara sederhana tentang pengalaman hariannya. Waspadai jika anak kesulitan menceritakan kejadian yang baru dialami atau tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana. Artikulasi yang tidak jelas hingga orang asing tidak memahami ucapannya juga menjadi tanda. Ketidakmampuan mengikuti instruksi sederhana dua langkah seperti ambil mainan lalu taruh di meja perlu diwaspadai.

Penyebab Speech Delay yang Perlu Diketahui

Beberapa faktor dapat menyebabkan speech delay pada anak, berikut di antaranya:

  • Gangguan pendengaran sehingga anak tidak bisa meniru suara dengan baik.

  • Masalah oral motor seperti gangguan koordinasi otot mulut dan lidah juga berpengaruh pada kemampuan bicara.

  • Kurangnya stimulasi bahasa dari lingkungan, karena terlalu banyak screen time, dan jarang diajak berkomunikasi.

  • Beberapa kasus juga terkait dengan gangguan perkembangan lain seperti autisme atau gangguan belajar.

Cara Mengatasi dan Stimulasi Speech Delay di Rumah

Orang tua bisa melakukan stimulasi sederhana di rumah dengan sering mengajak anak berbicara tentang aktivitas sehari-hari. Bacakan buku cerita, nyanyikan lagu anak, dan beri kesempatan anak merespons pertanyaan tanpa terburu-buru.

Kurangi penggunaan gadget dan perbanyak interaksi tatap muka langsung. Jika di usia 18 bulan anak belum mengucapkan kata atau di usia 2 tahun kosakata kurang dari 25 kata, segera konsultasi ke psikolog atau terapis wicara. Intervensi dini memberikan hasil yang lebih efektif karena otak anak masih mudah menerima stimulasi. Jadi, jangan menunda untuk berkonsultasi jika Anda mencurigai adanya keterlambatan bicara pada anak.