Tradisi Apitan Masyarakat Jawa, Ini Makna dan Prosesinya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Jawa memiliki beragam tradisi yang masih dijaga hingga saat ini, salah satunya adalah tradisi apitan. Ritual ini merupakan tradisi sedekah bumi atau syukuran masyarakat desa yang biasanya dilaksanakan pada bulan Apit. Simak penjelasan tentang tradisi apitan masyarakat Jawa selengkapnya berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Tradisi Apitan dalam Budaya Jawa
Merujuk laman portal Kabupaten Demak, tradisi apitan merupakan tradisi sedekah bumi yang biasanya dilakukan masyarakat Demak setiap satu tahun sekali. Nama 'apitan' diambil dari nama bulan 'Apit' yang merujuk pada bulan sebelum Bulan Besar dalam penanggalan Jawa.
Dalam sistem penanggalan Hijriyah, bulan apit merujuk pada bulan Dzulqa'dah. Dinamakan bulan Apit juga karena waktunya yang terapit di antara dua hari raya Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.
Tradisi ini diyakini mulai diperkenalkan pada masa penyebaran Islam di tanah Jawa oleh para Walisongo sekitar 5 abad yang lalu. Tradisi Apitan merupakan hasil modifikasi dengan budaya agama Hindu yang sebelumnya merupakan agama mayoritas masyarakat Jawa saat itu.
Makna Filosofis Tradisi Apitan
Setiap elemen dalam tradisi memiliki filosofi simbolis yang kuat, termasuk apitan. Merujuk Asesmen Kognitif Pembelajaran IPA dengan Pendekatan STEM Berbasis Kearifan Lokal oleh Ahmad Annadzawil Arzaq dkk, makna apitan adalah wujud ungkapan syukur warga terhadap nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Secara filosofis manusia tercipta dari bagian unsur bumi, kemudian hidup juga di atas bumi. Makanan dan minuman manusia berasal dari tumbuhan serta mahkluk yang mengonsumsi unsur tanah.
Kelak saat manusia meninggal juga akan kembali ke bumi. Oleh karena itu, sedekah bumi merupakan tradisi untuk merenungi kembali asal usul manusia.
Nilai yang Terkandung dalam Tradisi Apitan
Tradisi apitan masyarakat Jawa mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Nilai-nilai tersebut tetap relevan meski zaman terus berubah.
Tradisi apitan secara sosial mengumpulkan banyak orang dari berbagai penjuru, sehingga tercipta kebersamaan. Ini juga momen tepat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang dermawan dan rahmat bagi seluruh alam.
