Virus yang Menyerang Hewan dan Cara Mencegahnya

Pengamat tren yang gemar membagikan insight seputar teknologi, hiburan, dan gaya hidup.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Virus berukuran sangat kecil dan hanya bisa memperbanyak diri di dalam sel makhluk hidup. Pada hewan, virus dapat mengganggu kerja organ, menurunkan daya tahan tubuh, bahkan memicu kematian jika infeksinya berat. Dalam biologi, pembahasan ini sering masuk ke virologi veteriner, yaitu ilmu tentang virus pada hewan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Virus yang Menyerang Hewan dalam Biologi
Cara Virus Masuk ke Tubuh Hewan
Virus yang menyerang hewan bisa masuk lewat luka, saluran napas, mulut, gigitan, atau cairan tubuh. Setelah masuk, virus mencari sel yang cocok untuk ditempati, lalu memakai sel itu untuk membuat salinan baru. Karena itu, satu hewan sakit bisa menjadi sumber penularan bagi hewan lain di sekitarnya.
Materi Genetik Virus
Virus dapat membawa materi genetik berupa DNA atau RNA. Materi genetik ini menentukan strategi replikasi virus dan mengode protein yang berperan dalam menentukan sel atau jaringan yang dapat diinfeksi. Sebagian virus lebih sering menyerang mamalia, sebagian lain lebih cocok hidup pada unggas, ikan, atau hewan ternak tertentu.
Contoh Virus Hewan dan Cara Mencegahnya
Contoh virus pada hewan cukup beragam. Penularannya juga tidak selalu sama, sehingga cara mencegahnya perlu disesuaikan dengan jenis hewan dan lingkungan. Selain itu, kebiasaan merawat kandang dan memantau kondisi hewan sangat membantu menekan risiko wabah.
Contoh Virus yang Sering Ditemukan
Rabies sering dikaitkan dengan gigitan hewan mamalia, seperti anjing, kucing, atau kelelawar. Flu burung dapat menyebar di lingkungan unggas, terutama saat kepadatan kandang tinggi dan kebersihan kurang terjaga. Pada ternak, infeksi virus bisa berdampak besar karena hewan sakit dapat menurunkan produksi dan memicu pembatasan lalu lintas hewan.
Jalur Penularannya
Virus dapat menular lewat kontak langsung, udara, droplet, pakan, air, alat kandang, atau lingkungan yang terkontaminasi. Menariknya, beberapa virus juga dapat memakai vektor, yaitu hewan perantara seperti serangga atau kutu. Jalur ini membuat pengendalian penyakit perlu mencakup hewan utama, kandang, dan pengganggu di sekitarnya.
Cara Cegah Penularan
Pencegahan paling aman dimulai dari rutinitas yang konsisten. Cara ini bisa diterapkan di rumah, kandang kecil, maupun peternakan.
Berikan vaksin jika tersedia dan sesuai anjuran dokter hewan.
Pisahkan hewan sakit agar tidak menulari hewan sehat.
Bersihkan kandang, tempat makan, dan tempat minum secara rutin.
Batasi keluar masuk hewan baru tanpa pemeriksaan kesehatan.
Kendalikan kutu, nyamuk, lalat, atau serangga lain di sekitar kandang.
Amati nafsu makan, gerak tubuh, dan perubahan perilaku hewan setiap hari.
Contoh Khusus Virus pada Babi
Menurut N. James MacLachlan dalam buku Fenner’s Veterinary Virology, African swine fever virus atau ASFV dijelaskan sebagai the only known DNA arbovirus, yaitu satu-satunya arbovirus yang diketahui memiliki genom DNA, dengan penularan alami yang melibatkan babi dan kutu lunak Ornithodoros.
Arbovirus adalah virus yang menyebar lewat hewan perantara, misalnya kutu atau nyamuk. Contoh ini menunjukkan bahwa virus yang menyerang hewan dapat menyebar lewat kontak, lingkungan, dan vektor, sehingga pencegahannya perlu dilakukan dari banyak sisi.
