mencari adil rizky kurniawan 12
25 Juli 2021 1:43
·
waktu baca 6 menit

I Ping (12)

“Mau saya temani sampai bus datang?”
“Oh, enggak perlu. Biar saya tunggu sendiri. Terima kasih sudah repot-repot,” kata Komet sambil turun dari sepeda motor. Dia melepaskan helm, lalu menyerahkannya kepada sepupu Riri yang mengantarnya.
“Ya sudah kalau begitu. Hati-hati, Kak.”
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Ahmad Komad alias Komet menerima surat tentang Adil, ayahnya, dan memutuskan untuk menemui laki-laki sekarat yang pergi tanpa kabar selama 25 tahun tersebut. Tapi bukan untuk memaafkan kesalahan-kesalahannya. Baca kisah ini hanya di kumparan+