Kumplus- Cover fiksi Rizky Kurniawan
13 Juni 2021 8:40
ยท
waktu baca 8 menit

Jejak Adil (6)

Dulu Jamilah kerap mengatakan bahwa suaminya sedang pergi mencari Adil. Belasan tahun berlalu, tak ada hasilnya. Komet hanya bisa menunggu. Selepas kematian ibunya, dia berhenti menunggu, tetapi kemudian surat itu, kabar yang sudah tak lagi diharapkannya, malah datang begitu saja.
Komet mengenal Adil hanya dari penggalan cerita-cerita ibu dan neneknya. Pria itu hidup dalam benaknya sebagai sosok yang pernah dilihatnya dalam sejumlah foto: berkemeja putih, bersanding dengan ibunya yang berkebaya, di hadapan seorang penghulu.
Tak ada foto Komet bersama ayahnya. Namun, Komet menganggap rupa Adil berbeda darinya. Kulit sang ayah terang, hidungnya bangir, dan dagunya lancip. Satu-satunya kesamaan di antara mereka berdua agaknya cuma tinggi badan. Seluruh anggota keluarga tahu bahwa Komet lebih mirip Lastri.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Ahmad Komad alias Komet menerima surat tentang Adil, ayahnya, dan memutuskan untuk menemui laki-laki sekarat yang pergi tanpa kabar selama 25 tahun tersebut. Tapi bukan untuk memaafkan kesalahan-kesalahannya. Baca kisah ini hanya di kumparan+