mencari adil 10  kumplus
10 Juli 2021 16:44
ยท
waktu baca 4 menit

Mendatangi Adil (10)

Komet turun di Saketi bersama tiga orang lain, termasuk pria berkemeja merah luntur yang sebangku dengannya. Tak ada halte, hanya jejeran kios buah dan penganan ringan.
Untuk kesekian kalinya, Komet membaca surat kiriman adiknya, memastikan langkahnya sudah dan akan terus sesuai instruksi. Dari sini, Komet harus menumpang angkot berwarna cokelat ke arah Pasar Picung. Dia melihat-lihat sekeliling dan menemukan satu angkot cokelat. Komet bergegas. Seperti halnya tiga orang yang meninggalkan bus bersamanya, Komet menuruni tangga di antara dua kios buah di belakangnya.
Hampir 20 menit berselang, barulah angkot itu beringsut seperti seekor hewan pemalas, meninggalkan pria berkemeja merah luntur yang berjalan mendekat. Sopir angkot sempat bertanya apakah dia mau ikut, dan dia menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Mungkin tujuan pria itu berbeda dari Komet. Mungkin juga tujuan mereka sama, tetapi dia tak mau menaiki angkot yang sama dengan Komet dan dianggap sebagai duo luntur.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Ahmad Komad alias Komet menerima surat tentang Adil, ayahnya, dan memutuskan untuk menemui laki-laki sekarat yang pergi tanpa kabar selama 25 tahun tersebut. Tapi bukan untuk memaafkan kesalahan-kesalahannya. Baca kisah ini hanya di kumparan+