CLEABS, Tablet Pembersih Inovatif Karya Tim PKM-K ITS
Tulisan dari Rizky prawindo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan CLEABS, produk pembersih all-surface dalam bentuk tablet konsentrat sebagai inovasi yang menawarkan penggunaan lebih praktis sekaligus mendukung pengurangan sampah kemasan plastik. Produk ini diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan promosi di Taman Bungkul, Surabaya, pada Minggu (30/08/2026). Melalui kegiatan tersebut, tim CLEABS berkesempatan mengenalkan konsep pembersih berbentuk tablet secara langsung kepada masyarakat. Promosi dilakukan dengan berinteraksi bersama pengunjung Taman Bungkul, seperti sasaran utama adalah ibu-ibu, dan dilanjutkan dengan remaja dan komunitas yang peduli akan lingkungan untuk memperkenalkan cara penggunaan serta keunggulan CLEABS sebagai alternatif produk pembersih rumah tangga.
CLEABS dikembangkan oleh lima mahasiswa ITS, yaitu Agtiastu Salsabilla Algebra dan Komang Sawitri Widariyani dari Program Studi S1 Aktuaria, Qurrota Aini Dwiyanti dan Muhammad Rizky Prawindo dari D4 Statistika Bisnis, dan Sinar Bagus Wicaksono dari S1 Matematika. Dalam proses pengembangannya, masing-masing anggota berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pengelolaan usaha, keuangan, pemasaran, pengendalian kualitas, hingga branding dan desain.
Menurut Ketua Tim PKM-K CLEABS, Agtiastu Salsabilla Algebra, ide pengembangan produk ini muncul dari persoalan penggunaan berbagai produk pembersih rumah tangga yang umumnya tersedia dalam kemasan cair. Kebutuhan akan jenis pembersih yang berbeda untuk berbagai permukaan membuat penggunaan botol plastik semakin banyak dan pada akhirnya turut menghasilkan limbah kemasan.
"Kami melihat adanya kebutuhan akan produk pembersih yang lebih sederhana dan praktis. CLEABS hadir dalam bentuk tablet yang dapat dilarutkan dalam air, sehingga pengguna dapat memanfaatkan kembali botol semprot yang sudah dimiliki," ujarnya.
CLEABS dikembangkan sebagai tablet pembersih konsentrat yang cukup dilarutkan dalam air sebelum digunakan. Satu tablet berukuran 5 gram dapat menghasilkan hingga 500 ml larutan pembersih. Produk ini juga memanfaatkan ekstrak daun sirih dan kayu manis dalam pengembangannya, serta dirancang untuk kebutuhan pembersihan berbagai permukaan rumah tangga. Konsep tablet tersebut memberikan keunggulan dari sisi penyimpanan dan distribusi karena CLEABS memiliki ukuran yang lebih ringkas dibandingkan produk pembersih cair. Penggunaan kembali botol melalui sistem refill juga menjadi bagian dari upaya CLEABS untuk mengurangi ketergantungan terhadap kemasan plastik sekali pakai.
Respons positif juga terlihat saat tim melakukan demonstrasi produk kepada masyarakat di Taman Bungkul. Salah satu ibu bernama Bu Rania yang mengikuti demo mengaku terkejut melihat satu tablet dapat dilarutkan menjadi larutan pembersih yang siap digunakan. Menurutnya, konsep tersebut menarik karena pengguna tidak perlu lagi menyimpan banyak botol pembersih untuk kebutuhan yang berbeda. Aroma yang dihasilkan oleh tabletnya sangat nyaman untuk relaksasi.
Kemudahan tersebut juga dinilai dapat membantu menghemat pengeluaran dalam jangka panjang. Dengan menggunakan kembali botol yang sudah dimiliki dan hanya membeli tablet sebagai isi ulang, konsumen tidak perlu berulang kali membeli produk sekaligus kemasannya.
"Ternyata praktis juga yaa, tidak perlu repot beli banyak botol. Kalau tinggal pakai tabletnya saja, bisa lebih hemat apalagi bagi kita ibu ibu nih yang harus muter kepala buat belanja bulanan dan membeli produk yang cukup banyak," ungkapnya saat mengikuti demonstrasi CLEABS.
Hal serupa disampaikan oleh Ibu Siti dan Ibu Maya, yang turut mencoba dan melihat langsung produk CLEABS saat kegiatan berlangsung. Keduanya memberikan tanggapan positif terhadap tampilan kemasan CLEABS yang dinilai menarik, bagus, dan unik dibandingkan produk pembersih yang biasa mereka temui. Mereka juga mengaku baru mengetahui adanya produk pembersih dalam bentuk tablet seperti CLEABS. Menurut keduanya, bentuk tablet membuat CLEABS terasa lebih praktis dan mudah dibawa ke mana-mana karena tidak membutuhkan ruang sebesar produk pembersih cair dalam kemasan botol. Selain itu, konsep tersebut dinilai menarik karena dapat mengurangi penumpukan botol bekas produk pembersih yang sering terjadi setelah produk habis.
"Kemasannya menarik dan unik, saya baru tahu ada produk pembersih seperti ini. Kalau seperti ini lebih praktis dibawa ke mana-mana, apalagi botol-botol bekas pembersih juga sering menumpuk. Kalau mau beli CLEABS nanti bisa di mana?" ujar mereka saat berbincang dengan tim.
Tanggapan tersebut menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap alternatif produk pembersih yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga lebih efisien dari sisi penyimpanan dan penggunaan kemasan.
Bagi tim, tanggapan tersebut menjadi pengalaman penting untuk melihat bagaimana masyarakat menerima konsep pembersih dalam bentuk tablet. Interaksi secara langsung juga membantu tim memahami kebutuhan konsumen sekaligus memperoleh masukan yang dapat digunakan dalam pengembangan CLEABS ke depannya.

