Mengapa Pajak Digital Jadi Penting Bagi Ekonomi Indonesia Saat Ini?

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rizky Septiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekarang, pajak digital sudah menjadi hal yang biasa bagi kita. Misalnya, menurut laporan media ekonomi nasional, sektor digital seperti perdagangan elektronik, kripto, fintech, dan layanan aplikasi telah menerima pajak sebesar puluhan triliun rupiah sejak 2020. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita secara bertahap beralih ke dunia maya, dan pemerintah mulai mengambil bagian dengan pajak yang lebih sesuai dengan era saat ini. Namun, jangan terburu-buru untuk bahagia. Jumlah transaksi ekonomi digital di Indonesia, yang dilaporkan mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun, tidak seimbang dengan kontribusi pajak. Artinya, negara belum memiliki peluang besar.
Ini tentang keadilan fiskal: bagaimana membuat pajak adil bagi semua bisnis, dari UMKM lokal hingga perusahaan besar di luar negeri, menurut penelitian akademik yang diterbitkan dalam jurnal Dinasti Riset tentang pelaksanaan UU pajak digital 2024. Menurut analisis yang dipublikasikan di jurnal Sociohum dan Citizen Journal, masalah utamanya adalah aturan pajak yang sudah lama dan tidak fleksibel yang menangani transaksi internasional.
Bayangkan saja, bisnis digital di luar negeri menghasilkan keuntungan besar dari pengguna Indonesia, tetapi basis pajaknya sering di luar negeri. Selain itu, data transaksi harus akurat tanpa mengganggu privasi pengguna atau menyusahkan bisnis kecil. Ini bukan hanya masalah teknis; memastikan negara tidak ketinggalan zaman di era e-commerce dan AI juga penting.
Pemerintah tidak akan berdiam diri. Dalam berita terbaru, mereka terus mendorong reformasi perpajakan yang lebih canggih pada tahun 2025. Ini termasuk membangun sistem administrasi pajak digital—juga dikenal sebagai sistem inti pajak—dan menetapkan platform untuk berfungsi sebagai pemungut PPN otomatis. Tujuannya jelas: membuat pemungutan pajak lebih efektif dan jelas, tanpa bergantung pada laporan manual yang dapat salah. Menurut hukumonline, reformasi ini, jika dilakukan dengan hati-hati, dapat membantu rakyat merasa lebih baik, jadi harus hati-hati agar tidak menyebabkan penurunan ekonomi.
Bagi masyarakat umum, pajak digital ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan peningkatan penerimaan negara dari sini, dana dapat digunakan untuk bidang-bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tanpa harus menaikkan pajak langsung yang membebani kantong-kantong kecil. Sebaliknya, jika kemungkinan itu bocor, Defisit anggaran akan terus meningkat, dan pada akhirnya, utang atau layanan publik yang kurang akan berdampak pada kita.
Oleh karena itu, mengapa pajak digital menjadi penting saat ini? Karena ini adalah saatnya bagi Indonesia untuk menjadi pasar digital besar dan memiliki sistem pajak yang progresif. Sangat wajar jika platform kami, yang memperoleh keuntungan dari jutaan pengguna, menerima bayar pajak yang jelas. Namun, yang lebih penting, pajak harus dikembalikan secara nyata dan jelas kepada masyarakat. Reformasi ini akan memungkinkan ekonomi kita untuk menjadi lebih kuat tanpa menghentikan inovasi. Apa pendapat Anda? Sampaikan pendapat Anda di bagian komentar!
