Mengapa Pembelajaran Ekonomi Harus Dekat dengan Kehidupan Nyata?

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rizky Septiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pembelajaran ekonomi memiliki peran penting dalam membentuk cara berfikir peserta didik terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berbelanja, bertransaksi, hingga mengelola keuangan, Namun, perubahan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh cara pembelajaran ekonomi di sekolah. Tidak sedikit peserta didik yang masih mempelajari teori melalui teks tanpa diajak memahami bagaimana konsep tersebut bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Kondisi tersebut bertolak belakang dengan arah kebijakan pendidikan saat ini. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan memberikan ruang bagi siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam sesuai kebutuhan dan lingkungan belajarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan pandangan John Dewey yang menyatakan bahwa pengalaman merupakan bagian penting dalam proses belajar. Artinya, peserta didik akan lebih mudah memahami materi ketika mereka menghubungkannya dengan pengalaman nyata. Dalam pembelajaran ekonomi, pengalaman itu dapat berupa mengamati kenaikan harga kebutuhan pokok, menganalisis promo di marketplace, atau melihat perkembangan UMKM di lingkungan sekitar.
Padahal, pelajaran ekonomi selalu hadir di sekitar kita. Saat harga kebutuhan pokok meningkat, masyarakat mulai mengatur pengeluaran. Ketika marketplace menawarkan potongan harga besar, banyak orang terdorong untuk berbelanja. Bahkan, penggunaan dompet digital telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi.
Ketika teori dipertemukan dengan realitas, peserta didik tidak lagi belajar hanya untuk menghadapi ujian. Mereka mulai memahami alasan suatu harga berubah, dampak kebiasaan konsumsi, hingga pentingnya mengelola keuangan secara bijak. Proses belajar pun menjadi lebih hidup karena materi yang dipelajari terasa dekat dengan pengalaman mereka.
Dampak Pembelajaran Ekonomi Kontekstual
Meningkatkan kemampuan berfikir kritis, peserta didik terbiasa menganalisis fenomena ekonomi berdasarkan fakta yang terjadi di sekitarnya.
Mempermudah memahami konsep ekonomi, teori menjadi lebih mudah dipahami karena dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari.
Menumbuhkan pengambilan keputusan yang lebih bijak, peserta didik belajar mengelola uang, menentukan prioritas kehidupan, dan memahami konsekuensi dari setiap keputusan ekonomi.
Pada akhirnya, pembelajaran ekonomi tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang memahami teori, tetapi juga mampu membaca realitas ekonomi di sekitarnya. Ketika pembelajaran dekat dengan kehidupan nyata, ekonomi tidak lagi menjadi mata pelajaran yang membosankan, melainkan bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan
