Konten dari Pengguna

Wanita yang Berpendidikan Tinggi, Menarik atau Minder

Rizky Utami Amadhea

Rizky Utami Amadhea

Mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjungpura, Angkatan 2019

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Utami Amadhea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.shutterstock.com/id/image-photo/top-view-female-using-her-laptop-316452626
zoom-in-whitePerbesar
https://www.shutterstock.com/id/image-photo/top-view-female-using-her-laptop-316452626

Pernah dengar perempuan itu tidak jauh dari dapur, sumur dan kasur? Masyarakat dulu beranggapan ketiga hal tersebut merupakan kewajiban untuk para wanita terutama yang sudah menikah.

Namun, seiring berkembangnya zaman mulai terkikis anggapan tersebut terhadap wanita. Di zaman modern ini semenjak adanya gerakan pendukung feminisme mulai banyak wanita yang berani untuk melakukan perubahan.

Saat dulu wanita selalu didoktrin dengan kata-kata "ngapain sekolah tinggi kalau pas nikah juga ngurusin anak, masak, beres rumah dan melayani suami", kata-kata inilah yang menjadi perdebatan batin wanita. Bahkan kalimat tersebut sering digunakan dalam membujuk para wanita untuk tidak melanjutkan pendidikan mereka. Padahal jika dikaitkan oleh ilmu pengetahuan, seorang perempuanlah yang akan menurunkan gen kecerdasan dan kepintaran kepada anaknya. Selain itu, wanita juga akan menjadi guru bagi anak-anaknya kelak. Maka dari itu wanita juga perlu belajar setinggi mungkin agar bisa menghasilkan buah hati yang cerdas dan pintar.

Saat ini juga banyak para pria yang mengaku minder apabila mendekati seorang wanita dengan latar belakang pendidikan tinggi seperti S2 dan S3. Kenapa seperti itu? Karena dalam pikiran pria, wanita dengan pendidikan tinggi akan memandangnya rendah bahkan orang tuanya pun seperti itu. Hal ini tidak dapat dibenarkan bahwasanya setiap manusia itu memiliki pemikirannya masing-masing, bukan berarti setiap wanita yang berpendidikan tinggi akan selalu memandang rendah pria yang mendekatinya walaupun pria itu hanya lulusan SMA ataupun S1.

Jadi, buat para wanita jangan ragu untuk mengenyam pendidikan tinggi karena wanita juga punya cita-cita yang ingin dicapai.