Meningkatkan Minat Baca Melalui Teknik Membaca Ekstensif

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Rizkyana Azelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memegang peranan penting. Menurut KBBI, membaca adalah mengeja atau melafalkan yang tertulis. Tidak sebatas pada melafalkan, membaca juga merupakan kemampuan untuk memahami apa isi dari apa yang tertulis. Berdasarkan hal tersebut, membaca pada dasarnya bukan hanya sekadar menafsirkan tulisan, tetapi melibatkan banyak hal. Membaca juga merupakan suatu keterampilan yang kompleks karena melibatkan serangkaian keterampilan kecil lainnya. Di antara keterampilan tersebut adalah:
Proses mengenal huruf dan tanda baca,
Proses menggabungkan huruf dan tanda baca dengan unsur linguistik formal (bahasa), dan
Proses menggabungkan huruf dan tanda baca menjadi kata/ kalimat dan melafalkannya dengan makna.
Dari ketiga keterampilan di atas dapat disimpulkan bahwa membaca sebenarnya merupakan proses yang panjang, dimulai dari visual sampai dengan memproses informasi yang dilihatnya menjadi sebuah pengetahuan. Sebagai suatu keterampilan berbahasa, membaca tentu memiliki berbagai fungsi yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sebagai makhluk sosial, salah satunya adalah fungsi sosial. Dalam tatanan sosial, membaca berfungsi membangun rasa sosial dan peduli terhadap sesama. Namun, sayangnya di Indonesia sendiri minat baca penduduknya tergolong dalam kategori rendah bahkan cenderung mengkhawatirkan.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah, yaitu hanya 0,001 persen atau 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang rajin membaca. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat membaca seharusnya menjadi salah satu keterampilan yang ada pada masyarakat kita.
Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya dengan teknik membaca ekstensif. Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara saksama atau cermat dengan berbagai sumber buku bacaan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif terdiri atas beberapa jenis, salah satunya membaca dangkal. Membaca dangkal ini dapat dilakukan di waktu senggang untuk memperoleh kesenangan. Membaca dangkal mengutamakan unsur kesenangan dalam bacaannya. Unsur kesenangan ini lah yang kemudian dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan minat bacanya terhadap suatu bacaan. Untuk menimbulkan kesenangan tersebut dapat dilakukan dengan memilih buku bacaan yang sesuai dengan minat pembaca. Apabila bacaan yang dibaca sesuai dengan minat, tentu akan membuat pembaca merasa tertarik dan betah membaca buku berlama-lama.
Selain itu, dengan membaca ekstensif pembaca juga tidak dibebankan untuk memahami keseluruhan isi bacaan secara spesifik karena sifatnya yang merupakan membaca sekilas. Membaca sekilas merupakan membaca dengan cepat untuk mengetahui informasi penting atau pengetahuan umum mengenai suatu bacaan. Meskipun demikian pembaca dapat tetap memperkaya informasi melalui pemahaman umum yang didapat. Namun, perlu diingat bahwa membaca ekstensif ini sebaiknya digunakan dalam jangka waktu yang pendek untuk sekadar membantu menumbuhkan minat baca seseorang bukan untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
