Konten dari Pengguna

Hormon & Emosi Remaja: Pemicu Mood Swing

RIZQI NUR FATHONI
Mahasiswa Psikologi S1 Universitas Brawijaya
30 November 2025 16:41 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Hormon & Emosi Remaja: Pemicu Mood Swing
Mood swing remaja dipicu fluktuasi 4 hormon vital Serotonin, Dopamin, dll. dan pubertas. Gaya hidup buruk stres, kurang tidur memperparah ketidakseimbangan. Pahami sains di balik emosi labil ini.
RIZQI NUR FATHONI
Tulisan dari RIZQI NUR FATHONI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
(Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/wanita-paruh-baya-konsep-emosi-gelap-dan-berwarna-warni-gm2218443750-634980800)
zoom-in-whitePerbesar
(Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/wanita-paruh-baya-konsep-emosi-gelap-dan-berwarna-warni-gm2218443750-634980800)
ADVERTISEMENT
Kenormalan di Balik Perubahan Suasana Hati
Setiap individu mungkin pernah mengalami perubahan suasana hati yang terjadi secara mendadak dan dramatis, fenomena yang sering dikenal sebagai mood swing. Pergeseran emosi yang cepat ini dari gembira menjadi sedih, atau dari tenang menjadi cemas seringkali menimbulkan pertanyaan tentang kenormalan kondisi tersebut. Penting untuk dipahami bahwa, dalam batas-batas tertentu, mood swing adalah kondisi yang sangat normal dan merupakan respons fisiologis alami dari tubuh. Ternyata, salah satu pemicu utama di balik mood swing yang intens dan sering terjadi, terutama pada remaja, adalah adanya ketidakseimbangan pada sistem hormon tubuh.
ADVERTISEMENT
Hormon adalah molekul pembawa pesan kimiawi yang diproduksi secara alami oleh kelenjar endokrin dan disalurkan melalui aliran darah untuk mengatur hampir setiap fungsi dan proses dalam tubuh. Perannya sangat luas, meliputi regulasi pertumbuhan fisik, metabolisme energi, fungsi seksual dan reproduksi, respons stres, hingga aspek paling halus dari pengalaman emosional dan suasana hati. Dengan demikian, ketika kadar hormon ini berfluktuasi atau tidak seimbang, dampaknya akan terasa langsung pada stabilitas psikologis dan emosi seseorang.
Mood Swing dalam Konteks Remaja
Mood swing didefinisikan sebagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan pergeseran suasana hati (mood) yang cepat, kuat, dan terkadang drastis. Perubahan ini bisa dipicu oleh faktor eksternal (lingkungan atau stress sosial) maupun kondisi internal (fisiologis atau medis). Meskipun sering disamakan dengan gangguan kesehatan mental, mood swing yang terjadi sesekali dan bersifat sementara adalah bagian dari kehidupan emosional yang sehat.
ADVERTISEMENT
Namun, mood swing mendapatkan intensitas dan frekuensi yang lebih tinggi pada masa remaja. Masa remaja adalah periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis radikal, khususnya pubertas. Pada fase ini, fluktuasi hormon seksual (estrogen, progesteron, testosteron) berada pada puncaknya. Ketidakstabilan emosi selama pubertas adalah hal yang lumrah, di mana remaja menjadi lebih sensitif, reaktif, dan rentan terhadap ketegangan emosional.
Meskipun normal, mood swing perlu diwaspadai apabila ia menetap dalam jangka waktu yang lama, mengganggu fungsi sehari-hari seperti aktivitas akademik, hubungan sosial, dan kualitas tidur. Mood swing yang persisten dapat menjadi indikasi adanya kelainan atau gangguan kesehatan mental yang mendasari, sehingga memerlukan perhatian medis dan psikologis yang lebih serius.
Mekanisme Hormon dalam Mengatur Suasana Hati
ADVERTISEMENT
Hormon tidak secara langsung menciptakan emosi, melainkan bekerja sebagai penyampai pesan yang memodulasi aktivitas zat kimia otak (neurotransmitter) yang secara langsung mengatur suasana hati, energi, dan persepsi. Terdapat beberapa hormon kunci yang memainkan peran penting dalam orkestrasi suasana hati:
1. Hormon Endorfin
Hormon endorfin dikenal sebagai senyawa kimia yang diproduksi tubuh sebagai pereda rasa sakit alami (natural painkiller), dilepaskan terutama saat tubuh mengalami stres, nyeri, atau melakukan aktivitas fisik intens (seperti olahraga). Endorfin berperan esensial dalam mengurangi rasa sakit dan menghasilkan perasaan senang atau bahkan euforia. Fungsi utamanya adalah membantu individu mengurangi dampak stres dan secara efektif meningkatkan suasana hati mereka.
Secara mekanisme, endorfin bertindak sebagai jenis neurotransmitter yang melekat pada reseptor opioid di sistem saraf, serupa dengan cara kerja obat pereda nyeri. Ketika otak melepaskan endorfin, hormon ini mengikat reseptor tersebut dan menghambat protein yang bertugas mengirimkan sinyal rasa nyeri ke otak. Dampaknya, perasaan nyeri mereda, digantikan oleh sensasi kesejahteraan dan relaksasi. Aktivitas fisik pada remaja, seperti berolahraga atau kegiatan yang memicu tawa, adalah cara alami untuk meningkatkan kadar endorfin dan meredakan ketegangan emosional.
ADVERTISEMENT
2. Hormon Dopamin
Dopamin adalah salah satu jenis neurotransmitter monoamina yang disintesis di otak, seringkali dijuluki sebagai "hormon penghargaan" atau "pusat kesenangan". Hormon ini dirancang untuk memberikan sensasi reward (penghargaan) saat individu melakukan perilaku yang penting untuk kelangsungan hidup seperti makan, minum, belajar hal baru, atau berinteraksi sosial yang memicu motivasi untuk mengulang perilaku tersebut.
Meskipun secara teknis dopamin tidak selalu menghasilkan kesenangan murni, peran krusialnya adalah memperkuat perasaan senang dengan cara menciptakan koneksi kuat antara sensasi positif dengan perilaku tertentu. Dopamin juga dilepaskan sebagai neurohormon dari hipotalamus. Pada remaja, dopamin sangat aktif dalam memproses reward dan risiko, yang menjelaskan mengapa mereka seringkali termotivasi oleh interaksi sosial, tantangan baru, dan pengalaman yang memicu reward instan, namun di sisi lain dapat berkontribusi pada perilaku mencari sensasi dan pengambilan risiko yang tinggi. Ketidakseimbangan dopamin dikaitkan erat dengan masalah motivasi dan beberapa kondisi adiktif.
ADVERTISEMENT
3. Hormon Serotonin
Serotonin adalah senyawa kimia vital yang berfungsi sebagai neurotransmitter utama, bertanggung jawab mengirimkan sinyal antar sel saraf. Selain di otak (sistem saraf pusat), serotonin juga ditemukan dalam jumlah signifikan di sistem pencernaan dan darah. Di otak, perannya sangat krusial sebagai "hormon pengatur mood" karena ia secara langsung mengendalikan dan menstabilkan suasana hati serta emosi.
Serotonin bekerja dengan membawa pesan antar sel di berbagai wilayah otak. Kadar serotonin yang berada pada rentang normal cenderung menghasilkan perasaan bahagia, ketenangan, fokus mental yang baik, dan stabilitas emosional. Sebaliknya, kadar serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, kecemasan, mudah marah, dan kesulitan tidur. Karena perannya sebagai stabilisator emosi, fluktuasi pada produksi atau penyerapan serotonin dapat menjadi penyebab utama mood swing yang dialami remaja.
ADVERTISEMENT
4. Hormon Estrogen
Estrogen, meskipun secara umum dikenal sebagai hormon reproduksi wanita, juga ditemukan pada tubuh pria, meskipun dalam kadar yang jauh lebih rendah. Estrogen memiliki fungsi reproduksi (mengatur siklus menstruasi, menunjang kehamilan) dan menjaga kesehatan organ tertentu. Namun, peran utamanya dalam konteks emosi adalah kemampuannya mempengaruhi suasana hati, daya ingat (memori), dan libido.
Pada wanita, estrogen diproduksi di ovarium, kelenjar adrenal, dan sel lemak. Fluktuasi estrogen pada remaja putri, khususnya menjelang dan selama siklus menstruasi (Sindrom Pramenstruasi/PMS) atau selama masa pubertas, adalah pemicu kuat mood swing. Estrogen berinteraksi dengan serotonin dan dopamin, sehingga penurunannya yang tajam dapat menyebabkan iritabilitas, kecemasan, atau depresi ringan. Pada pria, estrogen diproduksi di testis dan membantu testosteron menjalankan fungsi seksual, namun juga berperan dalam menjaga keseimbangan mood dan kognisi.
ADVERTISEMENT
Sumber Mood Swing
Hormon adalah kelompok biokimia yang harus dipertahankan dalam kadar yang sangat spesifik dan seimbang untuk menjamin setiap fungsi tubuh berjalan optimal. Ketidakseimbangan hormon terjadi ketika kelenjar endokrin yang bertanggung jawab memproduksi hormon mengalami gangguan, yang menyebabkan jumlah hormon yang dihasilkan terlalu sedikit (defisit) atau justru terlalu banyak (surplus).
Meskipun gangguan medis tertentu dapat menyebabkannya, ketidakseimbangan hormon pada remaja seringkali dipicu oleh faktor gaya hidup yang kurang sehat, seperti:
● Pola makan yang buruk: Asupan gizi yang tidak memadai mempengaruhi kemampuan tubuh memproduksi hormon dengan benar.
● Stres kronis: Stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan hormon seksual dan neurotransmitter.
● Kurang tidur: Kualitas tidur yang buruk mengganggu ritme sirkadian dan pelepasan hormon vital.
ADVERTISEMENT
Pada remaja, ketidakseimbangan hormon yang paling terlihat adalah fluktuasi hormon seksual selama pubertas. Hormon yang tidak seimbang ini akan mempengaruhi zat kimia di otak, khususnya serotonin dan dopamin, yang secara langsung mengatur emosi. Akibatnya, sistem regulasi emosi menjadi sensitif, yang kemudian termanifestasi sebagai perubahan suasana hati yang drastis (mood swing) yang seringkali membuat remaja dan orang disekitarnya merasa bingung.
Oleh karena itu, memahami bahwa mood swing pada remaja memiliki dasar biologis yaitu fluktuasi hormon sangat penting untuk membantu mereka mengelola emosi dan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat demi menjaga stabilitas suasana hati mereka.
Referensi
Agustina, B. (2024, December 1). Ketidakseimbangan hormon: Pemicu mood swing. Kumparan. https://kumparan.com/bella-agustina-1732851720865278058/ketidakseimbangan-hormon-pemicu-mood-swing-240TiXTNDKO/full
Alodokter. (2023, July 20). Serotonin, Kenali Perannya di dalam Tubuh. Diambil kembali dari alodokter.com: https://www.alodokter.com/serotonin-kenali-perannya-di-dalam-tubuh
ADVERTISEMENT
Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. (2021, March 9). Mengetahui Ketidakseimbangan Hormon dan Gangguannya. Diambil kembali dari ners.unair.ac.id: http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/733-mengetahui-ketidakseimbangan-hormon-dan-gangguannya
Merdeka. (2022, October 6). Dopamin adalah Hormon Peningkat Suasana Hati, Ini Faktanya. Diambil kembali dari merdeka.com: https://www.merdeka.com/jatim/dopamin-adalah-hormon-peningkat-suasana-hati-ini-faktanya-kln.html
Tim Medis Siloam Hospitals. (2024, August 22). Mengenal Hormon Endorfin sebagai Pemicu Rasa Bahagia. Diambil kembali dari siloamhospitals.com: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-hormon-endorfin