Lika-liku Mahasiswi Fotografer, Berawal dari Hobi hingga Hasilkan Uang

Rizqi Rajendra
Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran yang hobi menulis
Konten dari Pengguna
1 Mei 2021 8:48 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rizqi Rajendra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi mahasiswi fotografer. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswi fotografer. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sore hari yang cerah di sudut kota Jakarta, diterangi cahaya langit berwarna jingga kemerah-merahan. Terlihat sang fotografer sedang memanfaatkan golden hour untuk mengabadikan potret ciamik dari modelnya. Ia sibuk menata gaya dan mengarahkan bagaimana modelnya harus berpose, bak model sampul dari majalah fashion ternama.
Dialah Salma Asti, mahasiswi muda yang bekerja paruh waktu sebagai fotografer. Salma mengajarkan kita tentang bagaimana sebuah hobi dapat menghasilkan uang, melalui sebuah usaha fotografi yang ia beri nama “Captured by Sal”.
Perempuan kelahiran Malang, 10 September 2002 ini merupakan mahasiswi Prodi Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2020. Ia merupakan anggota aktif dari Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Unpad dan juga RadioMu.
Selain aktif berorganisasi, Salma juga memiliki kesibukan lain yaitu menjadi content creator di salah satu cafe dan juga merintis usaha fotografi. Salma pun bercerita pengalaman masa kecilnya hingga alasan mengapa ia akhirnya memutuskan untuk jatuh cinta pada dunia fotografi.
ADVERTISEMENT
“Sejak kecil aku memang suka foto-foto dari HP, lalu waktu SMP kelas 3 aku baru mendapatkan kamera digital. Nah, dari situ aku mulai serius untuk memperdalam tentang fotografi,” kenang Salma.
Pada awalnya, belum terlintas di benak Salma untuk memulai usaha fotografi. Pertama kali Salma membuat akun Instagram @capturedby.sal hanya untuk mengumpulkan beberapa hasil foto karyanya ketika sedang berlibur.
Beberapa waktu setelahnya, akun @capturedby.sal dilihat oleh seorang pengusaha baju. Alhasil sang pengusaha pun tertarik dan kemudian meminta Salma untuk menjadi fotografernya dan menawarkan temannya yang lain untuk menjadi modelnya. Itu adalah momen perdana Salma mendapatkan uang dari hasil fotonya.
“Hal itu jadi pertama kalinya aku dapat cuan dari hasil fotografi. Sejak saat itu aku dan temanku saling ngasih job, kalau temanku yang jadi modelnya dan aku jadi fotografernya,” kata Salma. Hingga saat ini, Salma sudah banyak mendapatkan pesanan untuk jasa fotografinya, terutama untuk produk hijab, makanan, dan hand sanitizer.
ADVERTISEMENT
Menjadi fotografer tentunya tak lepas dari berbagai suka dan duka. Ketika sedang beruntung, Salma kadang bertemu para fotografer profesional yang terlibat proyek besar dari musisi ternama seperti Raisa. Namun ketika keberuntungan sedang tak berpihak padanya, Salma mengaku kerap mendapatkan catcalling dari abang-abang jalanan ketika sedang hunting foto di lapangan. Namun semua itu tetap ia lakukan dengan senang hati.
Do it cause it’s fun, not because it’s work. Itu sih prinsip yang aku pegang selama menjalani usaha dan bekerja,” jelas Salma. Hal tersebut tentunya dapat menginspirasi karena ketika kita menjalani pekerjaan yang merupakan hobi atau passion kita, maka kita akan menjalaninya dengan senang hati dan pekerjaan tersebut sama sekali tidak terasa seperti beban.
ADVERTISEMENT
Banyak faktor yang menjadikan seseorang akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya, salah satunya karena merasa tertekan atas pekerjaannya. Namun lain halnya menurut pandangan Salma yang menjalani pekerjaan dan usahanya dengan enjoy aja karena tidak menganggapnya sebagai pekerjaan melainkan hobi.
Ada satu quotes yang menjadi favorit Salma yaitu “Everyday you wake up and have a second chance to do whatever you want, to be whoever you want. The only thing stopping you is you.”
Matahari sudah mulai tenggelam dan tidak lagi memancarkan cahaya jingganya. Sang fotografer pun menutup lensa kameranya dan memasukkannya ke dalam tas. Ditemani cahaya lampu malam Ibukota, sang fotografer dan modelnya berjalan beriringan untuk pulang. Menunggu pelanggan yang memesan jasa fotografinya keesokan harinya.
ADVERTISEMENT