Berkah Sirkuit Mandalika bagi Perekonomian Regional Lombok, NTB

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah program studi Manajemen.
Konten dari Pengguna
8 Juni 2022 11:26
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Rizqi Febiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pergelaran ajang balap motor MotoGP 2022 yang sukses digelar di Sirkuit International Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 18-20 Maret 2022 lalu memberikan multiplier effect yang mencolok dalam peningkatan sektor ekonomi daerah sekitar Mandalika, Nusa Tenggara Barat bahkan hingga berpengaruh ke daerah-daerah Indonesia lainnya.
ADVERTISEMENT
Diketahui bahwa Indonesia mendapatkan kebanggaan tersendiri menjadi tuan rumah penyelanggara dengan digelarnya sejumlah event internasional, salah satunya MotoGP 2022 yang sudah digelar tahun 2022 ini. Event ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, dengan melepas parade 20 pembalap. Peresmian ini ditandai dengan adanya parade dimulai dari jalur sepanjang Jalan Merdeka, Istana Negara hingga Hotel Kempinski Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Rabu pagi (16/3/2022) lalu. Presiden Joko Widodo juga mengatakan, tiket MotoGP sudah terjual sebanyak 60.000 tiket ludes terjual. Hal ini dikarenakan antusiasme masyarakat Indonesia yang tinggi untuk menonton MotoGP 2022.
Presiden RI Joko Widodo optimis bahwa dengan adanya MotoGP Mandalika 2022 akan berdampak positif bagi berbagai aspek di Indonesia, salah satunya di sektor ekonomi yang sempat terkontraksi karena pandemi COVID-19. Maka dari itu, kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk memulihkan perekonomian di Indonesia, khususnya didaerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Warga sekitar Sirkuit Mandalika sendiri juga merasakan bahwa dengan adanya event MotoGP 2022 yang diadakan di daerah mereka memiliki dampak ekonomi bagi pemilik usaha kecil atau UMKM warga sekitar.
ADVERTISEMENT
Dampak yang diberikan dari event MotoGP Mandalika 2022, digadang-gadang telah menyumbang perekonomian RI sekitar Rp500 Miliar, meningkatkan hasil penjualan usaha kecil, mendorong kemajuan pariwisata sekitar, dan menciptakan 11 ribu penyerapan tenaga kerja. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 50-70 ribu lapangan kerja saat MotoGP berlangsung.
Hal ini juga dikatakan oleh seorang pemilik usaha warung makan kecil di Kuta Mandalika, mengakui bahwa ada peningkatan pendapatan sejak World Superbike hingga MotoGP 2022. Ia menyebutkan mendapatkan keuntungan kembali hingga tiga juta rupiah per hari. Bahkan peningkatkan jumlah pengunjung di Kawasan ekonomi Mandalika karena adanya event WSBK dan MotoGP 2022 juga terjadi di sektor penginapan.
Badan Kepala Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Sandiaga Uno memberikan granunality dalam Weekly Press Briefing, ia menyebutkan penyelenggaraan MotoGP 2022 di Mandalika, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Maret lalu memberikan dampak multiplier effect yang telah memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia sebesar Rp4,5 triliun.
WEEKLY PRESS Briefing - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
zoom-in-whitePerbesar
WEEKLY PRESS Briefing - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

“(Jumlah) ini diluar angka Rp700 hampir 800 miliar yang kita perkirakan,” ujar beliau dalam Weekly Press Briefing yang dipantau secara virtual melalui kancah social media youtube di Jakarta, Senin (30/5/2022).

ADVERTISEMENT
Kemudian Menparekraf menyebutkan bahwa kontribusi ajang motor balap MotoGP 2022 berdampak pada kenaikan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) sebesar 1,46 persen dengan perbandingan time series data tahunan Year on Year (YoY). Data peningkatan ini terdiri dari sektor industri penyediaan makanan dan minuman sebesar 1,04 persen, serta transportasi dan pergudangan 0,74 persen.

Beliau juga mengatakan bahwa, “Hal ini juga berdampak untuk pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan I tahun 2022 sebesar 7,76 persen. Sementara nasional di angka 5,01 persen”.

Peningkatan lapangan usaha yang cukup signifikan juga menjadi salah satu dampak ekonomi dari adanya ajang motor balap MotoGP 2022 ini.

Menparekraf Sandiaga Uno menyebutkan, “Peningkatan lapangan usaha didominasi oleh sektor Parekraf yaitu, akomodasi makan dan minuman 22,29 persen, transportasi pergudangan 15,36 persen.” Hal ini didasari kedatangan penumpang ke NTB mengalami peningkatan dengan signifikan melalui transportasi udara 94,81 persen, serta transportasi laut naik 74,91 persen.

ADVERTISEMENT
Survei terhadap ekonomi MotoGP Mandalika terhadap pelaku usaha menunjukkan sejumlah nilai hasil yang memuaskan, ini terjadi dalam peningkatan sebanyak 41 persen pelaku usaha. Selama ajang balap MotoGP pelaku usaha tersebut terdapat diantaranya 23 persen berasal dari luar Provinsi NTB, serta 59 persen pelaku usaha mendapatkan fasilitasi pelaksanaan MotoGP dan memperoleh banyak bantuan dari pemerintah sekitar 40,5 persen. Dari banyaknya pelaku usaha, terdapat 46 persen pelaku usaha merupakan usaha rumah tangga dan UMKM. Saat MotoGP berlangsung, produk terlaris yang diminati adalah kuliner sekitar 50,34 persen, kriya 19,31 persen, fashion 15,86 persen, dan lain-lainnya 14,48 persen.
Sandiaga Uno selaku Menparekraf juga menjelaskan bahwa terjadi pergeseran pendapatan mulai dari Rp15 juta s/d Rp50 juta yang rasakan oleh UMKM regional Lombok dan daerah lainnya. Ia juga berharap ajang balap MotoGP yang telah sukses digelar pada Bulan Maret 2022 lalu mampu dijadikan motivasi untuk pemulihan ekonomi selanjutnya yang lebih besar lagi. Karena dampak multiplier effect dari ajang balap MotoGP Mandalika 2022 di Pulau Lombok, NTB diprediksi akan lebih meningkat dari event-event yang akan diselenggarakan di sirkuit tersebut seperti ajang balap Formula E mendatang yang diselanggarakan 4 Juni 2022 akan menjadi momentum kebangkitan sektor ekonomi Indonesia.
ADVERTISEMENT