Kolaborasi UNNES GIAT 13 dan Dadapayam Teguhkan Kebersamaan di Hari Santri 2025

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari rizqika farah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya mewujudkan semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”, mahasiswa KKN UNNES GIAT 13 yang berada di bawah penyelenggaraan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bersama mitra Desa Dadapayam serta NU Dadapayam berhasil menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional 2025 di Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Kegiatan peringatan yang berlangsung pada 19 dan 22 Oktober 2025 ini menjadi wadah sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, tokoh agama, aparatur sipil, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta budaya gotong royong di tingkat desa.
Agenda pertama, Jalan Sehat Hari Santri, diselenggarakan pada 19 Oktober 2025 dan diikuti ratusan warga dari berbagai dusun. Kegiatan dimulai dari Lapangan Dadapayam menuju SDN 2 Dadapayam, dengan hadiah utama berupa voucher potongan DP umroh bernilai Rp500.000 hingga Rp7.500.000. Tingginya partisipasi warga menunjukkan antusiasme masyarakat sekaligus keberhasilan kolaborasi antara KKN UNNES, perangkat desa, dan NU Dadapayam dalam membangun semangat kebersamaan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 13 dipercaya menjadi petugas upacara, menandai keterlibatan langsung mereka dalam pelaksanaan kegiatan desa serta komitmen untuk mendukung peringatan Hari Santri secara maksimal.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Desa Dadapayam berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara warga, perangkat desa, tokoh agama, aparatur sipil, dan mahasiswa KKN, sehingga mampu menghadirkan momentum kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN turut memberikan warna baru dalam penyelenggaraan kegiatan desa, terutama melalui pendekatan kolaboratif dan pendampingan program yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Wujud sinergi yang hangat, pelaksanaan Hari Santri Nasional 2025 di Desa Dadapayam menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, organisasi keagamaan, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang nyata. Melalui keterlibatan aktif mahasiswa KKN UNNES GIAT 13, nilai pengabdian, edukasi, dan pemberdayaan dapat dirasakan secara langsung oleh warga desa. Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa” bukan sekadar slogan, tetapi wujud komitmen kolektif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong kemajuan desa secara berkelanjutan.
