Dampak Tuna Karya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Rizqoh Thoyyibah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tuna karya (unemployed) adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau yang sedang mencari pekerjaan. Menurut Sukirno (2004), pengangguran adalah seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja yang secara aktif mencari pekerjaan pada tingkat gaji tertentu tetapi tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.
Pengangguran biasanya disebabkan oleh kurangnya pencari kerja dibandingkan dengan kesempatan kerja yang tersedia. menyebabkan pengangguran kurangnya pendapatan memaksa para penganggur untuk mengurangi pengeluaran mereka konsumsi dan melemahkan kesejahteraan
Tuna karya atau pengangguran adalah salah satu persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Tuna karya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi serta memengaruhi. faktor penyebab terjadinya tuna karya yaitu:
1. Kegiatan ekonomi yang menurun atau resesi. Resesi adalah penurunan yang signifikan dalam aktivitas ekonomi selama periode yang stagnan dan berkepanjangan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Resesi juga berarti penurunan besar-besaran dalam aktivitas ekonomi.
2. Kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi informasi telah mempercepat cara hidup yang baru, dari awal hingga akhir kehidupan, cara hidup ini disebut E-Life, yang artinya kehidupan ini secara elektronik dipengaruhi oleh kebutuhan yang berbeda.
Bagi para pengangguran, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, kita sedang memasuki era Revolusi Industri 4.0 dimana teknologi dapat digunakan untuk menggantikan pekerjaan. Akibat Revolusi Industri 4.0, diperkirakan 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan, atau hampir setengah dari total tenaga kerja Indonesia. Pasalnya, tenaga kerja Indonesia terus terpapar perkembangan teknologi.
Bagaimana pengangguran mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan nilai output dan jumlah barang dan jasa yang dihitung suatu negara dalam periode tertentu berdasarkan beberapa indikator seperti pendapatan nasional, pendapatan per kapita dan jumlah tenaga kerja.
Dibandingkan dengan pengurangan pengangguran dan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi juga dapat dijelaskan sebagai suatu proses dimana kondisi ekonomi suatu negara senantiasa berubah menjadi kondisi yang lebih baik. Suatu negara dapat dikatakan sedang membangun ekonominya jika aktivitas ekonomi penduduknya berpengaruh langsung terhadap peningkatan produksi barang dan jasa.
Untuk mengetahui dampak pengangguran terhadap perekonomian, kita perlu mengklasifikasikan dampak pengangguran dalam dua dimensi ekonomi. Tujuan akhir dari pembangunan ekonomi suatu negara pada hakekatnya adalah untuk meningkatkan, secara mantap dan terus menerus meningkatkan kekayaan rakyatnya dan pertumbuhan ekonominya. Jika suatu negara memiliki tingkat pengangguran yang relatif tinggi, hal ini menghambat pencapaian Economic Development Goals.
Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.
Sebab, akibat pengangguran, pendapatan nasional riil (riil) yang dihasilkan oleh suatu masyarakat bisa jadi lebih rendah dari pendapatan potensial (seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat juga lebih rendah.
Pengangguran mengurangi pendapatan nasional dari departemen pajak. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi menyebabkan aktivitas ekonomi menurun dan pendapatan masyarakat turun. Ini juga akan mengurangi pajak yang dibayarkan oleh warga negara. Kegiatan pembangunan akan terus menurun, karena penerimaan pajak akan menurun dan kegiatan ekonomi pemerintah akan didanai lebih sedikit.
Pengangguran tidak mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengangguran mengurangi daya beli masyarakat, sehingga mengurangi permintaan akan produk. Situasi ini tidak mendorong investor (pengusaha) untuk memperluas atau menciptakan industri baru.
Hal ini dapat mengurangi tingkat investasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Kedua, pengaruh pengangguran terhadap orang-orang yang mengalaminya dan berikut ini adalah pengaruh negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan masyarakat pada umumnya:
Pengangguran dapat menghancurkan mata pencaharian;
pengangguran dapat mengurangi keterampilan;
Pengangguran menyebabkan ketidakstabilan sosial politik (Mahdar, 2015).
Oleh karena itu, pengangguran berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi. Pengangguran memiliki dampak negatif langsung terhadap perekonomian, yaitu memperlambat pertumbuhan suatu negara dan dalam jangka panjang menyebabkan penurunan produk domestik bruto dan pendapatan per kapita.
