Mengintip "Jalan Kematian" di Bolivia

Anything about cars and bikes.
Tulisan dari Driving License tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: amazingworldplaces.com
Terletak di hutan Amazon, terdapat sebuah jalan sepanjang 64 kilometer yang menghubungkan kota La Paz dan Coroico. Namun, jalan ini bukanlah jalan biasa seperti jalan TB. Simatupang, ini merupakan jalan berbahaya yang dijuluki El Camino de la Muerte oleh orang lokal, yang berarti jalan menuju kematian.
Dibuat pada tahun 1930 saat perang Chaco, perang antara orang Bolivia dan Paraguay. Saat itu orang-orang Paraguay yang ditangkap oleh orang Bolivia dipaksa untuk membuat jalan yang memotong bukit di La Paz menuju Coroico.
Jalan ini kebanyakan tidak dilapisi aspal dan pengaman di sisinya. Alasannya adalah dengan adanya jurang setinggi 1,2 kilometer dan lebar jalan kurang lebih hanya 4 meter, alat-alat berat untuk melapisi aspal atau memasang pagar pengaman tidak bisa naik ke jalan ini.

Foto: amazingworldplaces.com
Berdasarkan data yang ada, sekitar 200 sampai 300 orang meninggal di jalan ini setiap tahunnya. Bagaimana tidak, di Bolivia yang hanya mempunyai dua musim saja, kabut dan hujan deras sangat mengganggu jarak pandang pengemudi yang lewat jalan itu di musim hujan. Ditambah lagi, dengan tidak adanya penerangan yang memadai di sepanjang jalan. Sedangkan di musim panas, debu dan batu yang sering berjatuhan juga menjadi faktor jalan ini menyandang gelar jalan paling berbahaya di dunia. Bahkan pada tanggal 24 Juli 1983, ada bis dengan 100 orang penumpangnya yang jatuh ke jurang. Tidak ada yang selamat dari kejadian itu, dan itu menjadi kecelakaan yang paling tragis sepanjang sejarah kecelakaan jalan di Bolivia.

Foto: Atlas Obscura.
Pada tahun 2006, dibuatlah jalan alternatif lain yang menghubungkan La Paz dan Coroico. Dengan jalan yang lebar, diaspal, dan ada pengaman di sisinya.
Walaupun begitu, turis dari berbagai negara sering mengunjungi jalan ini dan mencoba sendiri bagaimana kengeriannya. Ada beberapa yang mencoba menggunakan sepeda, namun sekitar 18 orang pesepeda telah meninggal di jalan ini, entah karena terjatuh ke jurang ataupun tertimpa longsor.
