Dimakan Langsung vs Dijus, Mana Olahan Buah yang Lebih Sehat?

Blogger & Digital Strategist at Digitalic.id
Tulisan dari Robit Mikrojul Huda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah adalah salah satu makanan paling bernutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Setiap orang perlu makan buah setiap harinya. Menurut pakar nutrisi, anak-anak memerlukan sayur dan buah sekitar 300 gram per harinya. Lalu, orang dewasa memerlukan satu setengah bahkan dua kali lipat kebutuhan anak-anak, yakni sekitar 600 hingga 800 gram. Sampai saat ini, untuk mengonsumsi buah dan sayur biasanya orang memilih untuk memakan langsung atau pun menjadikannya jus. Nah, dari kedua cara tersebut, mana sih yang sebenarnya lebihh menyehatkan? Ikuti ulasan lengkapnya di bawah ini, ya.
1. Kecocokan untuk Orang Indonesia
Sudah bukan sebuah rahasia kalau rata-rata orang Indonesia tidak menyukai makan buah dan sayur. Padahal, pusat dari buah dan sayur terbanyak yang ada di dunia salah satunya ada di Indonesia. Saat ini juga sudah banyak yang menjual sayur dan buah online sehingga lebih mudah didapatkan. Dari sebuah survei yang dilakukan di tahun 2016 lalu sudah terbukti kalau konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia per kapitanya hanya 173 gram setiap hari. Padahal, kebutuhan nutrisi buah dan sayur per hari-nya untuk orang dewasa dibutuhkan minimal 600 gram. Jumlah yang cukup jauh dari seharusnya, ya.
Banyak alasan orang tidak menyukai makanan dari buah dan sayur. Alasan paling tinggi biasanya karena rasanya yang memang tidak senikmat makanan lainnya. Untuk itulah, mengolah buah menjadi jus adalah salah satu langkah tepat agar masyarakat mau mengonsumsi buah. Orang yang tidak suka rasa buah dan sayur biasanya lebih menyukai jus karena jus bisa ditambah rasa manis lain mulai dari gula, susu, atau pun cokelat.
2. Tingkat Kenyang Jus vs Buah
Seorang ahli nutrisi yang berasal dari Australia pernah menyatakan kalau jus tidak sama dengan buah. Ya, dari strukturnya saja sudah sangat berbeda, ya. Buah utuh butuh untuk dikunyah terlebih dahulu sedangkan jus hanya perlu diminum. Untuk itu, mengonsumsi satu buah tentunya akan memakan waktu lebih lama dibandingkan mengonsumsi satu buah jus.
Ketika buah dikunyah, hasil air liur yang dihasilkan akan lebih banyak. Tidak heran jika akhirnya Anda akan lebih mudah merasa kenyang kalau memakan langsung buah dibandingkan dengan mengolahnya menjadi jus. Pada dasarnya, jus adalah sebuah minuman yang tidak begitu mengenyangkan. Meskipun demikian, kombinasi gula alami yang terdapat di dalam jus membuat nutrisi jus bisa lebih cepat terserap ke dalam aliran darah dibandingkan dengan buah utuh.
3. Serat Asli Buah
Buah mengandung serat alami yang sangat baik untuk tubuh. Banyak sekali fungsi serat buah untuk tubuh. Salah satunya yang paling terkenal adalah bisa melancarkan pencernaan. Sudah bukan rahasia lagi kalau Anda yang hobi memakan buah tidak akan mengalami pengerasan feses. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Tidak hanya itu, serat dalam buah bisa membantu mengikat kolesterol untuk dibuah melalui feses, lho.
Serat di dalam buah ternyata juga baik untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Untuk itu, Anda yang menderita diabetes atau rawan terkena risiko penyakit tersebut, sangat perlu untuk mengonsumsi buah. Hanya saja, ketika buah dijus, serat paling alami dari buah biasanya juga ikut hilang. Hal itu juga akhirnya membuat fungsi serat buah untuk mengontrol gula juga bisa berkurang. Jadi, meskipun rasa jus lebih nikmat, serat alami buah yang sangat bermanfaat itu ikut hilang.
4. Fungsi Kulit Buah
Vitamin yang terdapat dalam buah tidak hanya ada pada buahnya. Beberapa kulit dari jenis buah tertentu bahkan memiliki vitamin yang jauh lebih besar dibandingkan isinya. Nah, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memang menghilangkan cukup banyak serat buah. Akan tetapi, kalau Anda tidak menghilangkan kulit buah maka vitamin jus yang akan didapatkan pun akan lebih banyak.
Jenis kulit buah seperti apel pasti bisa dimakan langsung. Akan tetapi, ada beberapa jenis kulit buah bervitamin tinggi yang tidak bisa dijus. Beberapa kulit buah tersebut adalah kulit jeruk, mangga, semangka, timun, dan masih banyak lagi. Jenis kulit buah tersebut tentu tidak bisa dimakan langsung, ya. Kalau Anda ingin mendapatkan vitamin tinggi, bisa mengolahnya menjadi jus. Dengan begitu, nutrisi dan vitamin untuk jus Anda juga semakin tinggi.
5. Proses Mengonsumsi Jus vs Buah
Dibandingkan dengan buah yang butuh diiris kecil dan dikunyah, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memakan waktu yang jauh lebih singkat. Hal itu tentu sangat cocok untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk makan terutama untuk sarapan. Hanya saja, proses mengonsumsi buah langsung, mulai dari menggigit, mengunyah, hingga menelannya membuat nutrisi dalam buah bisa terserap lebih sempurna.
Memakan buah langsung memang membutuhkan waktu lama tetapi efek kenyang yang ditimbulkan juga bertahan lebih lama. Kalau pun Anda memang tidak memiliki waktu untuk makan buah langsung, tambahkan saja sayur ke dalam olahan buah yang sudah dijus. Menambahkan susu bernutrisi juga sangat membantu Anda untuk memaksimalkan vitamin di dalam buah yang dijus, lho!
6. Kapan Mengonsumsi Jus vs Buah
Sudah dijabarkan di atas, kalau Anda tidak memiliki waktu lama untuk mengonsumsi buah, pilih saja jus sebagai alternatif. Dibandingkan dengan jus hasil beli, jus yang dibuat sendiri lebih menyehatkan karena tidak mengandung perisa buatan. Tidak hanya itu, Anda pun bisa mengatur jumlah gula yang dimasukkan ke dalam jus. Hanya saja, meminum buah dalam bentuk jus setiap hari juga tidak baik karena serat dan nutrisi olahan buah berbentuk jus ini tidak sebanyak buah.
Hal yang paling baik adalah mengombinasikan waktu mengonsumsi buah langsung dan dalam bentuk jus. Kalau Anda bukan termasuk pencinta sayuran, akan lebih baik juga memasukkan sayuran langsung ke dalam jus supaya bisa mengimbangi kebutuhan serat tubuh yang hilang. Ketika mengonsumsi buah langsung, selama kulit buah tersebut bisa dimakan langsung, konsumsi saja langsung. Beberapa jenis buah yang kulitnya baik dan bisa dikonsumsi langsung adalah apel, anggur, stroberi, dan lain sebagainya.
Jenis Buah yang Bagus Dikonsumsi Setiap Hari
Karena buah masuk ke dalam bagian empat sehat lima sempurnya, sudah tentu Anda butuh untuk mengonsumsinya setiap hari. Kalau tidak bisa mengonsumsi langsung, mengonsumsi jus sebagai pengganti sesekali juga bisa. Nah, beberapa buah biasanya memiliki khasiat lebih ketika dikonsumsi secara rutin. Berikut adalah beberapa buah yang disarankan untuk dikonsumsi setiap hari.
1. Pisang
Buah pisang adalah salah satu buah yang paling umum ada di Indonesia. Bahkan, jenis buah pisang di Indonesia ini terhitung cukup banyak, mulai dari pisang raja, pisang susu, pisang bulin, dan banyak lagi. Masing-masing jenisnya memiliki ukuran dan rasa yang berbeda-beda. Anda bisa memilih salah satu jenis pisang yang Anda sukai untuk dikonsumsi setiap hari.
Pisang memiliki fungsi utama untuk melancarkan pencernaan. Hal itu disebabkan oleh kandungan potassium tinggi di dalamnya. Tidak hanya itu, pisang juga rendah sodium sehingga Anda yang memiliki masalah tekanan darah sangat cocok untuk mengonsumsi pisang karena bisa pisang bisa mengontrol tekanan darah.
2. Apel
Sudah bukan rahasia kalau apel termasuk buah yang sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Bahkan, ada ungkapan terkenal dari ahli kesehatan di barat, yakni “one apple a day, keeps the doctor away”. Dari ungkapan tersebut bisa diketahui kalau buah apel pada dasarnya sangat baik untuk kesehatan karena memiliki kandungan vitamin tinggi.
Sama halnya dengan pisang, jenis apel di Indonesia juga cukup banyak. Di dalam masing-masing jenis apel terkandung dua jenis serat. Jenis serat yang pertama adalah serat larut yang bisa menurunkan tingkat kolesterol jahat. Lalu, serat kedua adalah serat tidak larut yang bisa membuat pencernaan lebih sehat. Efek dari mengonsumsi apel setiap hari adalah Anda bisa terhindar dari risiko penyakit diabetes, kanker, hingga jantung, lho!
3. Nanas
Nanas adalah buah unik yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Hanya saja, di Indonesia ini, menemukan buah nanas ini tidak akan sulit terutama ketika sedang musim nanas. Sama halnya dengan buah yang memiliki rasa asam lainnya, nanas memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Kandungan vitamin C tinggi inilah yang membuat efeknya untuk kesehatan juga sangat baik.
Selain vitamin C, nanas mengandung bromelain. Enzim tersebut adalah enzim yang sangat baik untuk membantu mencerna protein dan meredakan radang. Tidak hanya itu, bromelain ternyata juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit kanker dan tumor, lho! Dua penyakit mematikan tersebut bisa menyerang siapa pun terutama yang memiliki garis keturunan. Kalau orang tua atau nenek Anda terkena dua jenis penyakit tersebut, kemungkinan Anda terkena kanker juga cukup tinggi. Untuk itu, mengonsumsi nanas dengan rutin adalah salah satu cara untuk menekan risikonya.
4. Stroberi
Buah berikutnya yang sangat disarankan untuk dikonsumsi secara rutin adalah buah stroberi. Buah yang satu ini adalah jenis buah yang kaya akan kandugan vitamin C. Vitamin C ini sangat diperlukan oleh tubuh karena efeknya untuk kesehatan imun tubuh. Untuk itu, mengonsumsi buah yang kaya akan vitamin C sangatlah perlu.
Selain kandungan vitamin C, stroberi memiliki kandungan lain yang tidak kalah menyehatkan, yakni mangan dan potassium. Buah yang satu ini juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Kandungan antioksidan di dalamnya juga sangat baik untuk membantu menurunkan beragam jenis risiko penyakit kronis.
5. Semangka
Dibandingkan dengan buah-buahan di atas, semangka adalah buah yang tidak memiliki rasa asam. Meskipun demikian, semangka memiliki kandungan air tertinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya karena kandungan air di dalamnya ada sebanyak 92%. Karena kandungan airnya yang tinggi inilah mengonsumsi semangka memberikan efek yang menyegarkan.
Buah semangka termasuk buah yang sangat disarankan untuk Anda yang sedang menjalani program diet karena efek mengonsumsi semangka ini bisa mengenyangkan perut dalam waktu cukup lama. Manfaat lain dari buah semangka adalah bisa menurunkan tingkat kolesterol, menjaga tekanan darah, hongga bisa meningkatkan kesehatan jantung, lho!
Nah, itulah beberapa jenis buah yang sangat bagus untuk tubuh. Anda bisa mengonsumsi buah-buahan tersebut secara langsung atau pun diolah menjadi jus. Hanya saja, pastikan Anda bisa mengontrol kapan Anda bisa mengolah menjadi jus dan memakan langsung, ya.
