kumparan
18 Oktober 2019 14:11

Qatar Airways: Kelas Bisnis Qsuite Kalahkan First Class Maskapai Lain

Qatar Airways.png
Qsuite, kelas bisnis Qatar Airways yang dianggap lebih baik daripada first class-nya maskapai lain. (Foto: Priestmangoode.com)
Bulan Oktober 2019 ini, Qatar Airways dinobatkan sebagai ‘Best Airline’ di 2019 Business Traveler Awards, yang diadakan pada 7 Oktober 2019 di Royal Garden Hotel London.
ADVERTISEMENT
Selain dinobatkan sebagai ‘Maskapai Penerbangan Terbaik’ oleh pembaca Business Traveler, maskapai nasional Qatar ini juga dianugerahi penghargaan ‘Best Long-Haul Airline,’ ‘Best Business Class’ dan ‘Best Middle Eastern Airline.’
Penghargaan tersebut diberikan kepada Wakil Presiden Senior Eropa Qatar Airlines Sylvain Bosc, dan Country Manager Inggris dan Irlandia Gary Kershaw di depan 250 tokoh dan pimpinan perusahaan di industri penerbangan komersil.
“Diakui sekali lagi oleh para pembaca Business Traveler dengan penghargaan bergengsi ini adalah sebuah kehormatan besar bagi Qatar Airways, dan penghargaan atas janji kami untuk secara konsisten memberikan layanan kelas dunia yang sejati,” kata Kepala Eksekutif Qatar Airways Group Akbar Al Baker, seperti dikutip The Edition.
Penghargaan tersebut diputuskan berdasarkan suara pembaca Business Traveler melalui voting, yang kemudian diautentikasi lebih lanjut oleh perusahaan audit independen.
ADVERTISEMENT
Penghargaan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian penghargaan lain yang diterima Qatar Airways baru-baru ini, yang juga menyabet penghargaan World’s Best Airline' oleh 2019 World Airline Awards, yang dikelola oleh organisasi pemeringkat transportasi udara internasional Skytrax.
Qatar Airways juga menyabet penghargaan ‘Best Airline in the Middle East,’ ‘World’s Best Business Class’ dan ‘Best Business Class Seat’ sebagai pengakuan atas pengalaman pelanggan yang sangat baik di Kelas Bisnis yang inovatif, Qsuite. Qatar Airways adalah satu-satunya maskapai yang telah dianugerahi gelar “Skytrax Airline of the Year,” yang diakui sebagai puncak keunggulan dalam industri penerbangan, lima kali.
Meskipun ini adalah acara yang diliput oleh media, jika sudah merasakan langsung terbang dengan Qatar, akan jadi jelas mengapa Qatar memenangkan penghargaan tertinggi Skytrax dan 2019 Business Traveler Awards. Tentu saja, ketepatan jadwal sudah tak usah dipertanyakan lagi.
ADVERTISEMENT
Berikut ini beberapa review untuk Qatar Airways dari para penumpangnya:
Review Qatar Airways Kelas Ekonomi
1. Kualitas kabin, kenyamanan kursi dan toilet
Seorang wartawan asal Amerika Serikat (AS) David Slotnick mendapat kesempatan untuk melihat dan merasakan kabin kelas ekonomi Qatar Airways. Dia menilai, salah satu alasan yang membuat maskapai ini mendapatkan banyak review positif adalah, sebagian besar penerbangan Qatar ke AS dan negara lainnya dioperasikan oleh pesawat Boeing 777 dan Airbus A350—armada terbaik di kelasnya.
Menurut travel blogger Daniel Ross yang mencoba penerbangan kelas ekonomi Qatar Airways dari Doha ke London, kabin kelas ekonominya lebih keren dari kabin kelas ekonomi rata-rata maskapai lain. Dia sangat menyukai kabin ekonomi membentang ke depan, hingga kepada tangga yang mengarah ke dek atas. Hal itu menimbulkan perasaan lapang yang jarang ditemukan di kabin kelas ekonomi lain.
ADVERTISEMENT
Konfigurasi tempat duduk di kelas ekonomi yang dia naiki adalah 3-4-3 (pesawat Airbus A380)—kadang bisa dianggap sempit, tetapi nyatanya tidak, karena ada celah yang cukup lebar antara masing-masing kursi. Tray di setiap kursi juga cukup besar, cukup untuk menaruh laptop ukuran besar.
Perhatian terhadap detail sangat mengesankan, mulai dari jahitan putih di kursi yang cocok dengan warna ungunya. Bahkan di dinding belakang kabin, di mana maskapai penerbangan lain mungkin menempatkan logo mereka atau menaruh semacam iklan, Qatar Airways telah menempatkan foto indah 12 Apostles, tempat yang terkenal di Australia. Terkadang memang hal-hal sederhanalah yang membuat perbedaan.
Bahkan, kursi kelas ekonomi Qatar lebih nyaman daripada sebagian besar kursi armada jarak jauh sebagian besar maskapai penerbangan lain. Pada armada Boeing 777-300ER Qatar, kursinya memiliki pitch selebar 32 inci, lebar 18 inci, dan sandaran kepala yang bisa diatur ketinggiannya. Selain itu, ruang untuk kaki (leg room) di kelas ekonomi Qatar Airways juga sangat lapang, sehingga penumpang bisa duduk nyaman sepanjang perjalanan, walaupun berada dalam penerbangan jarak jauh.
ADVERTISEMENT
Namun jika Anda penggemar kursi dekat jendela karena ingin menikmati pemandangan, dengan pesawat Airbus A380 yang berukuran raksasa, jarak antara kursi ke jendela terlalu jauh untuk menyandarkan kepala ke jendela.
Toilet di kabin Qatar juga bersih dan berbau harum. Kemungkinan memang toilet diberi pengharum ruangan—sesuatu yang jarang kita temukan di kabin ekonomi. Ada juga cangkir kertas kecil, yang disediakan untuk berkumur, namun tidak ada obat kumur yang tersedia.
2. Amenity kit
Dalam setiap kursi, ada kantong plastik bening yang berisi selimut tipis, bantal kecil dan satu set over-the-head headphone, yang tidak sangat bagus tapi jauh lebih baik daripada earphone murah dengan bantalan tipis.
Seorang penumpang mengaku senang dengan amenity kit yang dia dapatkan di kelas ekonomi. Satu set perlengkapan kecil yang praktis yang dibagikan saat lepas landas, memberikan kesan pertama yang menyenangkan buat para penumpang, selain, tentu saja, ruang kaki yang amat luas. Kit tersebut terdiri atas pasta gigi, sikat gigi, masker mata, penyumbat telinga, dan—ini yang membedakan Qatar Airways dari maskapai lain—lip balm dengan tube berwarna-warni yang tampaknya ‘lezat.’
ADVERTISEMENT
3. Hiburan di kabin (in-flight entertainment/IFE)
Ada berbagai paket yang tersedia untuk menghubungkan gadget Anda Wi-Fi pesawat. Opsi gratis hanya mencakup 30 menit koneksi, opsi $5 termasuk hingga 30 MB data, opsi $10 hingga 10 MB, dan opsi paling mahal, $20, akan memberikan hingga 100 MB data. Sayangnya, beberapa penumpang mengaku tidak bisa terhubung ke Wi-Fi sama sekali selama penerbangan. Bahkan tes kecepatan hanya menunjukkan layar kosong.
Layar TV yang ada di setiap kursi sebesar 10,6 inci, dan layarnya jernih. Para penggemar film tidak akan kecewa: Ada ratusan film—Hollywood, Bollywood, klasik, Arab, Asia Selatan, mau apa saja, mereka memilikinya! Sistem IFE Qatar Airways cepat dan layar sentuhnya benar-benar responsif.
Soket USB dan daya dapat diakses dan berfungsi dengan baik di sepanjang penerbangan.
ADVERTISEMENT
4. Makanan dan minuman
Selain itu, bahkan penumpang kelas ekonomi bisa memilih menu makanan yang tersedia di pesawat. Sekitar 10 menit setelah lepas landas, penumpang kelas ekonomi Qatar Airways diberi menu yang tercetak untuk memilih sarapan. Hal ini berbeda dengan kelas ekonomi pada umumnya, di mana awak kabin melewati kursi penumpang dengan troli makanan, dan menawarkan “ayam atau sapi?” Namun penyajian makanan bisa jadi agak lama.
Seorang penumpang memilih menu creamy chicken and mushroom dengan pasta penne dan kacang polong. Mungkin makanan tersebut terlihat seperti sesuatu yang kita dapatkan dari kantin sekolah, tetapi rasanya hampir mirip dengan makanan yang kita makan di resto Italia setempat. Ya, hampir mirip.
Namun seorang penumpang dikecewakan oleh apa yang dia dapatkan. Potongan kentang gorengnya agak lembek, dan sosis kecil yang menyertainya rasanya biasa saja. Ketika dia meminta pengganti yoghurt dan apel, pramugari mengatakan tidak ada makanan lagi sampai camilan pre-landing—dan ketika dia mendapatkannya (berupa pastry ayam), menurutnya pastry tersebut rasanya sangat asin.
ADVERTISEMENT
Jika kita memiliki pantangan makan atau sedang menjalankan diet, atau seorang vegan, kita bisa memesan menu yang sesuai dengan diet kita. Namun setiap preferensi diet harus diajukan paling lambat 24 jam sebelum jadwal penerbangan.
5. Pelayanan awak kabin
Pelayanan yang ditunjukkan awak kabin Qatar Airlines kelas ekonomi layak diapresiasi. Seorang penumpang menulis bahwa dia dilayani oleh awak kabin yang sama di hampir sepanjang penerbangan, dan awak kabin tersebut benar-benar membangun rapport dengan si penumpang, dan dengan senang hati membantu setiap kali penumpang itu membutuhkannya. Dia datang dalam hitungan detik setelah penumpang menekan tombol panggilan, dan bahkan menawari penumpang itu snack bar yang disediakan untuk awak kabin di antara waktu makan, karena dia tahu betapa laparnya si penumpang.
ADVERTISEMENT
Seorang penumpang lain mengatakan awak kabin di Qatar sangat ramah, profesional, berbicara lebih banyak bahasa daripada kamus Oxford multi-bahasa, dan bekerjasama di antara mereka dengan luwes.
Review Qatar Airways Kelas Bisnis (Qsuite)
Berikut ini beberapa fitur terbaik dari kelas bisnis, Qsuites, milik Qatar Airways, berdasarkan review para penumpang.
Sejak diluncurkan pada 2017, banyak yang mengatakan Qsuite Qatar Airways adalah produk kelas bisnis terbaik di angkasa. Bahkan, sudah umum dikatakan bahwa Qsuite bahkan lebih baik daripada banyak produk first class. Dengan kabin all-suite, desain luar biasa, makanan lezat dan layanan penuh perhatian yang kita harapkan dari Qatar, Qsuite tentu saja merupakan pilihan aspirasional.
1. Qsuite Business Class Lounge
Jika kita terbang dengan Qsuite, tiket kelas bisnis Qatar Airways yang jadi mitra Oneworld, kita akan memiliki banyak opsi untuk lounge. Travel blogger Daniel Ross ketika terbang dengan Qsuite memutuskan untuk memilih American Express Centurion Lounge dan The Bridge and The Pier milik Cathay Pacific.
ADVERTISEMENT
Di meja prasmanan Centurion Lounge, ada berbagai pilihan makanan yang berbeda, baik panas dan dingin: sayuran, umbi, pasta dengan jamur, salmon, daging sapi dan nasi goreng. Yang jadi favorit adalah pilihan hidangan penutup, yang menampilkan macarons khas Prancis.
2. Kabin dan kursi pesawat di Qsuite Qatar
Kabin Qsuite di pesawat Boeing 777-300ER Qatar benar-benar membuat kita merasa seperti berjalan melalui kabin first class. Kelas bisnis Qatar Airways, menurut review, benar-benar jauh di atas rata-rata kelas bisnis dari maskapai pesaingnya.
Sangat mudah untuk mengatakan bahwa desain masing-masing Qsuite sangat dipikirkan dengan matang. Jelaslah bahwa ratusan—jika tidak ribuan—jam digunakan untuk merancang produk untuk meningkatkan pengalaman penumpang. Dalam kasus ini, para desainer berhasil membuat produk yang sekaligus nyaman dan penuh privasi, hangat dan menarik, modern dan sederhana.
ADVERTISEMENT
Kelas bisnis Qsuites di Qatar Airways memiliki pintu yang bisa kita tutup untuk memiliki privasi. Kursinya sangat nyaman dan empuk, dan bisa berfungsi sebagai kursi pijat. Kompartemen penyimpanan utama di kursi berada di bawah kursi samping/sandaran tangan. Tepat di bawah meja samping ada celah sempit yang cukup besar untuk menyimpan buku, ponsel, atau wadah AirPods.
Tepat di bawah ruang itu ada kontrol kursi. Kontrol kursi fisik diilustrasikan dengan baik dan mudah digunakan, termasuk fungsi pijat. Juga di area jok itu adalah port daya untuk mengisi baterai ponsel, port USB, headphone port dan remote genggam untuk mengontrol hiburan di penerbangan (IFE).
Jika kita bepergian dengan grup dan duduk di kursi Qsuite bagian tengah, kita dapat menurunkan pembatas kursi untuk membuat pengaturan tipe "ruang konferensi" untuk empat orang. Dan di setiap baris kursi di bagian lain, ada yang tempat duduknya berdekatan, sehingga ketika pembatas tengah diturunkan, kita bisa menggabungkan dua kursi menjadi tempat tidur double bed. Sangat cocok untuk pasangan yang bepergian bersama.
ADVERTISEMENT
Setiap kursi bisa ‘disulap’ menjadi tempat tidur empuk dan mewah, termasuk selimut, bantal, dan bantalan kasur di atas kursi ketika sedang dalam mode tidur. Kita akan lupa bahwa kita sedang terbang di dalam pesawat.
Bahkan kamar kecil Qsuite sangat luas dan mewah. Dengan meja rias dari kayu dan marmer sampai laci dengan sikat gigi, dan cermin yang terang, sama sekali tidak terlihat seperti kamar kecil di pesawat.
Secara keseluruhan, Qatar Qsuite mengukuhkan posisinya sebagai produk kelas bisnis terbaik di angkasa. Kursinya nyaman dan penuh privasi, estetis dan sangat praktis. Itu adalah definisi mewah untuk produk kelas bisnis tanpa terlihat sangat mencolok.
3. Makanan dan minuman di Qsuite
Seperti biasa, maskapai Qatar Airways menggunakan konsep penyajian makanan sesuai permintaan untuk kelas bisnis, yang berarti kita bisa makan apa pun yang kita suka, kapan pun kita mau. Dalam praktiknya, awak kabin dengan senang hati melayani kita kapan saja, dan semakin kita mengomunikasikan keinginan kita lebih awal, layanan dari awak kabin cenderung menjadi lebih baik dan lebih sesuai.
ADVERTISEMENT
Mengenai pilihan menu makanan, seorang penumpang merekomendasikan Nasi Biryani Qatar Airways atau hidangan utama ayam berbumbu lainnya. Menurut review yang dia tulis, makanan penutupnya hampir selalu sangat enak dan layak. Puding kelapa adalah juaranya. Lalu semuanya ditutup dengan sempurnya dengan secangkir teh Karak Chai.
Sebelum disuguhi makanan utama, setiap penumpang dihidangkan udang dan scallop sebagai starter, yang enak rasanya. Di atas meja nampan ada lilin yang berkedip-kedip (dioperasikan dengan baterai), Segelas air, keranjang roti yang penuh, dan botol garam dan merica ukuran penuh. Untuk hidangan pembuka dan main course, penumpang bisa memilih apa yang ada di menu.
Seorang penumpang mencoba hidangan pembuka mezze dengan hummus, tabouleh, baba ganoush dan flatbread. Masing-masing hidangan itu menurutnya sangat segar dan beraroma. Dan bukan hanya makanannya yang lezat, tetapi dia juga sangat menyukai peralatan makannya.
ADVERTISEMENT
Untuk hidangan utama, dia memesan fillet salmon goreng dengan lada bulgur dan saus krim lemon dengan raspberry segar, wortel kecil, dan tomat ceri. Salmon sempurna dan terasa sangat segar. Makanannya lezat—rasanya seperti makan di restoran kelas atas di darat.
4. Amenity kit dan hiburan
Di setiap kursi tersedia amenity kit dalam dompet keras BRICS. Isinya standar: kaus kaki, masker mata, penyumbat telinga (dengan wadahnya) dan produk dari Monte Vibiano, sebuah perusahaan Italia yang dikenal menggunakan minyak zaitun. Ada lip balm, pelembab wajah dan facial mist.
Kursi Qsuite memiliki sistem hiburan dalam penerbangan layar datar 21,5 inci yang dapat kita kendalikan dengan layar sentuh atau remote terpisah. Selama penerbangan, penumpang akan memiliki akses kepada sekitar 4.000 film, acara televisi, game, dan saluran musik.
ADVERTISEMENT
Di kompartemen penyimpanan samping ada satu set headphone. Headphone tersebut bermerek Qatar, berlabel Oryx One. Namun seorang penumpang mengaku tak menyukai headphone Qsuite. Headphone tersebut tak sepenuhnya noise-cancelling dan tidak setara dengan apa yang mungkin kita temukan pada maskapai lain.
Kesimpulannya, Qsuite mampu memenuhi ekspektasi semua orang dan wajar digembar-gembirkan. Para penumpang sangat terkesan dengan segala sesuatunya, termasuk layanan awak kabin yang sangat ramah dan personal. Kursi Qsuite adalah juaranya, selimutnya nyaman, makanannya sedap seperti di restoran mewah.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan