Sudahkah Anda Meminta Maaf pada Diri Anda Hari Ini?

Mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rodliyah Khusnun Nikmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan dalam berinteraksi sesama individu merupakan hal yang biasa terjadi.
Namun tidak semua individu dapat dengan mudah dalam memaafkan. Kata maaf yang mudah diungkapkan, kenyataannya merupakan suatu emosi yang harus ditaklukkan oleh seorang individu saat mengakui kesalahan baik yang ia lakukan atau tidak demi berjalannya suatu lingkungan yang nyaman dan aman. Hal ini berbeda dengan bagaimana kita memaafkan diri kita ketika sesuatu yang telah direncanakan tetapi tidak berjalan sesuai keinginan. Menyebabkan adanya kekecewaan pada diri sendiri.
Yuk, kenali apa sih forgiveness oneself itu?
Menurut McCollough (2008) forgiveness adalah seperangkat perubahan motivasi dimana seorang individu menjadi semakin termotivasi untuk membalas dendam terhadap pelaku; semakin termotivasi untuk menghindari pelaku, dan semakin termotivasi oleh niat baik dan keinginan untuk berdamai dengan pelaku, meskipun pelaku melakukan tindakan yang merugikan. Pengertian lain dari forgiveness menurut Todd (1985) menjelaskan pengampunan terhadap diri sendiri dan pengampunan kepada orang lain sebagai pengalaman pola dasar di bawah sistem Jungian. Pengampunan terhadap diri sendiri dan pengampunan kepada orang lain merupakan integrasi dari tema pola dasar “bayangan” seseorang ke dalam diri yang melampaui. Menurutnya, pengampunan digunakan sebagai instrumen reparatif untuk menghadapi dan membebaskannya dari rasa bersalah. Pengampunan adalah mekanisme untuk menghadapi dan menyingkirkan rasa bersalah.
Menurut Lijo KJ (2018) mengampuni diri sendiri adalah bentuk pengampunan yang paling mudah. Dalam beberapa kesempatan, individu merasa marah pada diri sendiri ketika salah satu perilaku mereka baik verbal atau nonverbal, mengarah pada kekalahan diri yang signifikan atau konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki. Menurut DeShea L & Wahkinney RL (2003) Self-forgiveness didefinisikan sebagai proses melepaskan kebencian terhadap diri sendiri atas pelanggaran atau kesalahan yang dirasakan. Hall dan Fincham (2005) mengatakan bahwa lebih sulit untuk hidup tanpa memaafkan diri sendiri daripada tanpa memaafkan orang lain. Alasannya adalah kurangnya pemaafan diri merusak orang itu sendiri yang mengarah ke depresi dan bunuh diri dan tidak memaafkan orang lain hanya akan mempengaruhi interaksi dan adaptasi positif eksternal. Dari beberapa pengertian tersebut maka terlihat memaafkan diri sendiri merupakan hal mudah namun sulit untuk dilakukan. Menurut Lilianna Hogan (2021) terdapat 6 strategi dalam memaafkan diri sendiri.
Pikir Kembali
Memikirkan kembali keadaan yang normal dan aman dimana Anda dikelilingi oleh orang yang menyayangi dan melindungi Anda. Catatlah emosi apa yang sedang Anda rasakan dan visualisasikannya dengan baik
Ingat Momentnya.
Kemudian akuilah fakta seputar apa yang Anda butuhkan untuk memaafkan diri sendiri. Ingat kembali peristiwa tertentu dan bagaimana perasaan Anda. Perhatikan apa yang sulit dihadapi. Kesalahan moral membutuhkan rasa bersalah atau penyesalan, dan ketidakterampilan membutuhkan koreksi seperti berkomitmen untuk tidak pernah melakukan tindakan tertentu lagi.
Jangan Menghindari Rasa Bersalah
Tidak merasa senang melakukan sesuatu yang buruk itu sehat dan alami. Jika kita menghapus perasaan buruk karena berbuat buruk, apa yang tersisa untuk kita? Namun, ada perbedaan antara rasa malu dan rasa bersalah. Rasa malu datang dengan perasaan defensif seperti penyangkalan, penghindaran, dan kekerasan. Tidaklah membantu untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa pada dasarnya Anda adalah orang jahat dan merasa bersalah. Dengan melakukan itu, Anda mungkin tidak berpikir bahwa Anda dapat berubah. Merasa bersalah atas tindakan Anda, bagaimanapun, dapat membantu Anda untuk tidak mengulanginya.
Ambillah Tanggung Jawab
Anda tidak dapat memaafkan diri sendiri jika Anda tidak mengakui apa yang telah Anda lakukan baik terhadap diri sendiri maupun orang yang telah Anda sakiti. Biarkan mereka tahu bahwa Anda bertanggung jawab atas apa yang Anda lakukan dan biarkan diri Anda mengetahui hal ini juga. Belajarlah untuk menerima sepenuhnya bahwa Anda melakukan apa pun yang Anda lakukan.
Perbaiki Kesalahan.
Mungkin sulit bagi Anda untuk benar-benar memaafkan diri sendiri jika Anda merasa belum melakukan apa yang perlu Anda lakukan untuk menebus kesalahan. Mungkin ini berarti menawarkan bantuan keuangan, memperbaiki properti, atau sekadar meminta maaf kepada seseorang.
Pusatkan Empati pada Diri Sendiri
Telah ditemukan bahwa orang memiliki masalah dengan pemaafan diri ketika mereka juga memiliki empati dengan pihak lain yang terlibat. Itu normal bagi orang untuk berjuang dengan ketegangan ini. Namun, tanpa memiliki empati baik untuk diri sendiri maupun orang lain, pengampunan diri ini bisa jadi kosong dan tidak berarti banyak.
