Konten dari Pengguna

Keluarga Seharusnya Menjadi Pelindung, Bukan Menjadi Pelaku

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rohana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://cdn.pixabay.com/photo/2019/11/28/02/28/boy-4658244_640.jpg
zoom-in-whitePerbesar
https://cdn.pixabay.com/photo/2019/11/28/02/28/boy-4658244_640.jpg

Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat pelindung yang aman bagi anak justru seringkali menjadi tempat terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual. Peran keluarga sangatlah penting untuk menjadi pelindung bagi anak untuk mencegah dari kasus-kasus yang beredar sekarang ini.

Anak adalah anugerah yang tuhan berikan dan orang tua diwajibkan untuk membesarkan anaknya dengan baik dan benar karena itu sudah tanggung jawab orang tua. Idealnya keluarga berfungsi sebagai tempat perlindungan dan tempat yang memberikan kasih sayang bagi anak, karena suksesnya pertumbuhan dan perkembangan anak tidak lain dan tidak bukan ada peran penting keluarga didalamnya. Akan tetapi kenyataanya sekarang banyak kasus pelecehan seksual yang pelakunya sendiri adalah orang-orang terdekat si anak, seperti tiga kasus yang beredar kemarin, yang pertama pada tanggal 7 April 2025 yaitu seorang ayah, kakak, dan kakek yang cabuli anak kandungya yang berumur 5 tahun dan kejadian ini terjadi di rumah si kakek, dan aksi ini dilakukan oleh ayah dan paman korban pada waktu yang berbeda beda dan mirisnya aksi ini dilakukan sudah berkali-kali.

Dan kasus yang kedua pada adalah seorang balita laki-laki di kecamatan medan sunggal, kota medan, sumatra uatara tewas usai dianiaya selama tiga hari oleh pacar ibunya. Dan ada juga kasus terbaru ini yang berederar di media sosial sekarang ini yaitu fantasi sedarah. Fantasi sedarah merupakan nama grup yang ada di facebook, dimana dalam grup itu banyak sekali pedofil dan mereka rata-rata keluarga terdekat si anak yang saling curhat tentang perbuatan pelecehan mereka terhadap anaknya sendiri sungguh sangat miris sekali.

Dari kasus ini bisa kita simpulkan bahwa keluarga sudah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi seorang anak dan itu amat sangat memerhatikan, bukannya memberikan ruang yang aman bagi anak akan tetapi justru malah memberikan tempat yang merusak pertumbuhan, perkembangan dan juga psikologis mereka. Hal ini akan membuat mental anak rusak dan trauma yang sulit dilupakan oleh anak. Korban kekerasan dan pelecehan sudah semakin merajalela dan hal itu sudah terdengar hal yang biasa saat ini saking banyaknya kasus kekerasan dan pelecehan.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak sudah semakin meningkat di setiap tahun. Berdasarkan data sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (Simfoni PPA), tercatat pada rentang Januari hingga Juni 2024, terdapat 7.842 kasus kekerasan terhadap anak dengan 5.552 korban anak perempuan dan 1.930 korban anak laki-laki, di mana kasus kekerasan seksual menempati urutan pertama dari jumlah korban terbanyak sejak tahun 2019 sampai tahun 2024. Dari data ini bisa kita lihat betapa banyaknya korban pelecehan seksual dan kekerasan pada anak, dari data ini juga kita bisa melihat kasus pelecehan dan kekerasan lebih banyak yang dialami oleh anak perempuan dari pada anak laki-laki. Dan mungkin di luar sana masih banyak korban yang lainnya yang belum tercatat dan bahkan mereka menutup mulut dan takut untuk melaporkan di pihak yang berwajib.

Kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak sangat mempengaruhi pertumbuhan anak kedapannya nanti, bisa jadi si anak masih memiliki trauma dan sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan juga bisa jadi pertumbuhan anak akan menjadi terlambat gara-gara ditimpa oleh kasus-kasus yang tidak sewajarnya di dapatkan oleh seorang anak

Dalam mengatasi hal seperti ini perlu peran dan tanggung jawab orang tua, akan tetapi kenyataannya sekarang orang tua sudah tidak lagi aman untuk dijadikan rumah yang aman bagi anak justru merekalah yang merusak kehidupan anak. Oleh karena itu perlu peran penting pemerintah untuk lebih perhatikan lagi terhadap masyarakat dan memberikan hukuman terhadap para pedofil itu. Dan untuk mengatasi hal yang belum terjadi pemerintah setempat perlu untuk memberikan edukasi terhadap para orang tua bahkan keluarga dekat karena banyak kasus sekarang yang menjadi pelakunya sendiri itu rata-rata dari keluarga terdekat si anak.Penting juga bagi para orang tua dan keluarga untuk mempelajari dan memahami nilai-nilai keislaman, agar mereka tahu dan memahami perbuatan-perbuatan keji yang amat di benci oleh allah swt.

Oleh karena itu marilah kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah seorang ibu dan ayah dan kita mempunyai tanggung jawab atas pertumbuhan mereka, kita wajib memberikan hal-hal positif yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan, bukan mala merusaknya. Karena seyogyanya seorang anak adalah anugerah tuhan yang diberikan kepada kita dan kita wajib untuk mengurusnya dengan baik, bukan malah melakukan perbuatan-perbuatan keji yang berdampak ke hal yang buruk.