Konten dari Pengguna

Demokrasi: Dari "Bayar Bayar Bayar" Ala Sukatani ke Whistleblowing System

Rohana Nur Aini
Lecturer at Economics and Business Faculty in Mulawarman University. Samarinda.
26 Februari 2025 22:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rohana Nur Aini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber : Diolah Oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Diolah Oleh Penulis
ADVERTISEMENT
Dalam dunia bisnis, integritas adalah hal yang tak dapat ditawar. Namun, kenyataannya, tak sedikit perusahaan yang masih dihantui oleh praktik tidak etis, korupsi, gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang. Praktik semacam ini seringkali tersembunyi di balik tirai ketertutupan, dan hanya dapat terungkap jika ada pihak yang berani melapor. Namun, dalam banyak kasus, rasa takut terhadap pembalasan menjadi penghalang utama bagi karyawan untuk melaporkan "ketidakberesan" yang mereka temui. Inilah mengapa sistem pelaporan yang aman atau whistleblowing system sangat penting untuk diterapkan dalam setiap perusahaan.
ADVERTISEMENT
Belakangan ini Lirik lagu "Bayar Bayar Bayar" oleh Sukatani sangat sering terdengar di telinga. Lirik lagu tersebut merupakan salah satu representasi praktik yang tidak jarang terjadi di banyak tempat kerja, di mana ada pihak yang memanfaatkan posisi atau kekuasaan mereka untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara yang tidak sah. Namun, meski praktik semacam ini sudah banyak diketahui, tidak sedikit karyawan yang merasa tidak memiliki keberanian untuk melaporkannya karena takut menghadapi konsekuensi buruk. Kekhawatiran ini tak jarang membuat masalah terus berlarut-larut, bahkan berkembang menjadi isu besar yang merugikan perusahaan dalam jangka panjang.
Perlindungan terhadap Whistleblower adalah kunci dari sistem pelaporan yang aman. Tanpa jaminan perlindungan yang cukup, karyawan akan merasa bahwa melapor bukanlah pilihan yang aman. Pembalasan dalam bentuk pemecatan, diskriminasi, atau intimidasi kerap kali menghantui mereka yang ingin mengungkapkan kebenaran. Oleh karena itu, perusahaan perlu menciptakan saluran pelaporan yang dapat diakses oleh semua karyawan dengan jaminan kerahasiaan dan tanpa rasa takut akan pembalasan. Sistem ini harus memungkinkan karyawan untuk menyampaikan keluhan atau melaporkan tindakan tidak etis dengan anonim, agar identitas mereka tetap terlindungi.
ADVERTISEMENT
Sistem whistleblowing yang baik tidak hanya menyangkut soal kerahasiaan, tetapi juga bagaimana laporan tersebut diproses dan ditindaklanjuti. Tidak cukup hanya menyediakan saluran bagi karyawan untuk lapor, perusahaan harus memastikan bahwa setiap laporan ditangani dengan serius dan objektif. Laporan yang masuk perlu diproses secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur yang berlaku, agar perusahaan dapat menjaga integritas dan kepercayaan dari seluruh pihak.
Namun, bukan hanya perusahaan yang bertanggung jawab dalam membangun sistem pelaporan yang aman. Karyawan juga perlu didorong untuk berani melaporkan pelanggaran yang mereka saksikan tanpa rasa takut. Perusahaan perlu membangun budaya yang mendukung keterbukaan, di mana karyawan merasa dihargai dan didengar. Ini bukan hanya tentang membangun saluran untuk melapor, tetapi juga menciptakan atmosfer dimana kejujuran dan integritas dihargai dan diberikan ruang untuk berkembang.
ADVERTISEMENT
Penerapan sistem pelaporan yang aman tidak hanya memberikan manfaat bagi karyawan, tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri. Sebuah perusahaan yang terbuka terhadap laporan karyawan akan lebih cepat mendeteksi dan mengatasi masalah sebelum menjadi ancaman yang lebih besar. Dalam jangka panjang, hal ini akan meningkatkan reputasi perusahaan, mengurangi risiko hukum, serta memperbaiki iklim kerja yang lebih sehat dan produktif.
Pada akhirnya, whistleblowing system bukanlah sekadar alat untuk menangani pelanggaran, tetapi juga cerminan dari komitmen perusahaan terhadap transparansi, keadilan, dan keberlanjutan. Dengan menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa aman untuk melaporkan ketidakberesan, perusahaan tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga menciptakan budaya perusahaan yang lebih baik. Sebagaimana halnya dengan nilai-nilai dasar dalam setiap organisasi, sistem pelaporan yang aman harus menjadi bagian integral dari struktur perusahaan yang menghargai integritas dan keberanian untuk berbicara kebenaran.
ADVERTISEMENT