Cegah Diabetes Anak, Project HOPE Gelar Edukasi di Panti Sahabat Yatim
Tulisan dari Rojiv Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Pribadi
YOGYAKARTA — Kesadaran akan bahaya penyakit diabetes yang kini mengintai anak-anak sejak usia dini mendorong hadirnya gerakan edukasi kesehatan di masyarakat. Berangkat dari keresahan tersebut, relawan Project HOPE (Health Outreach and Preventive Education) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Hope Project 1 SUGAR" (Start Understanding Glucose and Risk) pada Jumat (31/7/2026) di Panti Sahabat Yatim Yogyakarta.
Mengubah Edukasi Kesehatan Menjadi Menyenangkan
Pendiri Project HOPE, Zahra, yang merupakan mahasiswa aktif S1 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, turun langsung menyampaikan materi edukasi pencegahan diabetes. Agar materi tidak terkesan berat dan kaku, penyampaiannya dibuat fun dan interaktif. Istilah medis yang digunakan pun disederhanakan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak yang masih kecil.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan teori, para peserta diajak berpartisipasi aktif dalam dua agenda interaktif:
1. "Make Your Own Healthy Food": Anak-anak diajak membuat dan menghias sate buah secara mandiri. Selain itu, mereka juga diberi edukasi mengenai manfaat dari masing-masing buah yang ada. Kegiatan ini mengajarkan secara langsung bahwa camilan manis yang lezat dan bergizi bisa didapatkan dari buah-buahan alami.
2. "Coloring Gypsum Coaster": Setiap peserta mewarnai tatakan tempat minum berbahan gipsum. Selain mengasah kreativitas dan menjadi kenang-kenangan, kegiatan ini membawa pesan tersirat untuk membiasakan anak-anak gemar minum air putih setiap hari.
Di akhir acara, anak-anak panti mendapat tantangan untuk menjawab kuis singkat mengenai apa yang sudah mereka pelajari hari ini. Hasilnya cukup memuaskan dan semua anak mampu menjawab dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dengan cara yang tepat dapat diterima dan dipahami dengan mudah, sehingga anak-anak pulang dengan semangat untuk menerapkan kebiasaan makan buah dan minum air putih setiap hari.
Komitmen Mandiri dan Antusiasme Peserta
Maul, salah satu perwakilan relawan Project HOPE yang terlibat aktif dalam kegiatan ini, mengungkapkan bahwa program ini dibentuk untuk menjembatani kesenjangan edukasi kesehatan di masyarakat.
"Alasan dari kenapa kita mengadakan HOPE Project 1 SUGAR ini adalah ingin berbagi dan mengedukasi masyarakat terkait penyakit diabetes yang bisa terjadi di usia dini. Jadi ini sebagai ikhtiar dari kita untuk menerapkan langkah preventif dari diabetes usia muda," ujar Maul saat diwawancarai.
Kegiatan ini lahir dari inisiatif pribadi sang founder, Zahra. Berbekal ilmu yang ia peroleh selama kuliah di Fakultas Kedokteran serta pengalaman di berbagai organisasi yang pernah diikutinya, ia memutuskan untuk mengajak teman-temannya, termasuk Maul, mengadakan kegiatan bermanfaat di sela liburan kuliah.
"Awalnya Zahra yang punya ide dan mengajak kami. Beliau ingin membagikan ilmu yang didapat selama kuliah di FK kepada masyarakat, dan dari pengalamannya berorganisasi, beliau ingin liburan ini tidak berlalu begitu saja, tetapi diisi dengan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain," ujar Maul.
Meskipun kegiatan ini hanya ditangani oleh tim kecil beranggotakan 3 hingga 4 orang relawan, antusiasme peserta terbukti sangat tinggi. Anak-anak panti mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat hingga sesi perpisahan.
"Di akhir kita adakan sedikit kuis singkat dan mereka masih mengingat serta menangkap poin-poin yang kita berikan, baik dari materi maupun kegiatan-kegiatan yang tersirat," tutur Maul bangga.
Langkah Awal untuk Dampak yang Lebih Luas
Melalui kegiatan Hope Project 1 SUGAR, Project HOPE membuktikan komitmennya dalam mewujudkan visi “Building healthier and more informed communities through prevention and education”. Ke depannya, Project HOPE berencana membuka perekrutan relawan baru dan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan preventif ke berbagai tempat dan komunitas masyarakat lainnya di Indonesia.

