Konten dari Pengguna

Drama 'Belok Kiri Bukan Kanan' di Mobil? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Romanio Bahama Lazuardy

Romanio Bahama Lazuardy

ASN Badan Informasi Geospasial

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Romanio Bahama Lazuardy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penggunaan aplikasi navigasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggunaan aplikasi navigasi

Apa kamu (laki-laki) pernah akan pergi ke suatu tempat yang baru dikunjungi bersama pasangan (wanita), lalu kalian berbagi tugas. Kamu menyetir, dan pasanganmu membaca penunjuk arah. Apakah kalian sampai ke tujuan ataukah berputar-putar telebih dahulu karena salah ambil jalan?

Yup. Bisa jadi kamu tidak sendirian. Beberapa wanita memang kesulitan menentukan arah atau membaca dengan benar informasi dari aplikasi penunjuk arah.

Sejumlah penelitian menemukan perbedaan rata-rata kemampuan spasial antara laki-laki dan perempuan, terutama pada tugas mental rotation, yaitu kemampuan membayangkan objek dari berbagai posisi. Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh Jacob Hervin & Claire L. Gibson (2026), dari 41 penelitian yang relevan sejak 2010, peneliti menganalisis 59 ukuran efek untuk membandingkan performa kedua kelompok.

Hasilnya menunjukkan bahwa laki-laki rata-rata memiliki performa lebih tinggi dalam tugas mental rotation. Meski begitu, penelitian juga menunjukkan bahwa pengalaman dan latihan dapat memengaruhi kemampuan spasial ini.

Apa itu Kecerdasan Spasial?

Secara definisi kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk memahami dan mengolah lokasi, arah, jarak, dan hubungan antar tempat dan objek. Jika disimpulkan kecerdasan spasial sama halnya dengan kemampuan untuk memahami ruang di sekitar kita.

Pada kehidupan sehari-hari, kecerdasan spasial sangat membantu kita untuk menentukan arah perjalanan dalam berkendara, pekerjaan teknis, pertanian, bahkan sesederhana dalam hal menata dan memindahkan barang. Kecerdasan spasial dapat membantu menjawab pertanyaan kita “benda itu ada di mana, arahnya ke mana, dan seberapa jauh benda tersebut”.

Informasi Geospasial

Kecerdasan spasial sangat erat kaitannya dengan informasi geospasial. Geospasial berasal dari 2 suku kata yaitu “Geo” dan “Spasial”. Geo dapat diartikan bumi, sedangkan Spasial berarti ruang. Sehingga informasi geospasial memiliki makna informasi yang berisi tentang keruangan yang ada di bumi, baik itu yang berada di dalam tanah, permukaan tanah, hingga di atas permukaan tanah.

Pengertian informasi geospasial pun telah tercantum pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011, di mana pada Undang-Undang tersebut menyebutkan Informasi Geospasial merupakan data geospasial yang telah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Hadirnya Badan Informasi Geospasial

Badan Informasi Geospasial (BIG) atau yang sebelumnya dikenal Badan Surveyor Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), telah berdiri sejak tahun 1969. Kemudian pada tahun 2011 berubah nama menjadi BIG sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011.

Apa kamu pernah melihat Peta NKRI yang sering terpajang di sekolah-sekolah, kantor pemerintahan atau bahkan tempat lainnya? Jika pernah, Peta NKRI adalah salah satu hasil kinerja BIG dalam menentukan wilayah kedaulatan Indonesia.

Informasi Geospasial yang dihasilkan BIG merupakan acuan dalam menggambarkan ruang dan wilayah Indonesia. Selain itu, informasi geospasial mejadi kerangka dasar dari berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan wilayah, mitigasi kebencanaan, pengelolaan sumber daya alam hingga pelayanan publik.

Meningkatkan kecerdasan spasial

Kemampuan untuk memahami posisi, arah, jarak, dan bentuk dapat dilatih melalui aktivitas sederhana seperti membaca peta, menyusun puzzle, merakit benda, menggambar perspektif, bahkan dari video game.

Kecerdasan spasial bukan bakat bawaan segelintir orang saja, tapi keterampilan yang bisa terus diasah lewat pengalaman dan latihan. Kemampuan memahami ruang, arah, jarak, dan posisi berguna untuk aktivitas sehari-hari, sekaligus jadi dasar untuk memahami informasi geospasial yang menggambarkan kondisi di bumi.

Dengan melatih kemampuan spasial, kita jadi lebih mudah mengenali lingkungan sekitar, dan itu juga yang membuat informasi tentang lokasi dan wilayah jadi lebih berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Romanio Bahama Lazuardy

Pranata Hubungan Masyarakat Badan Informasi Geospasial