Konten dari Pengguna

Tanjung Bunga, Eksplorasi Keindahan Indonesia

Romanio Bahama Lazuardy

Romanio Bahama Lazuardy

ASN Badan Informasi Geospasial

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Romanio Bahama Lazuardy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim Survei Pengelolaan Stasiun Ina-CORS Badan Informasi Geospasial
zoom-in-whitePerbesar
Tim Survei Pengelolaan Stasiun Ina-CORS Badan Informasi Geospasial

Sebelum bergabung dengan BIG, penulis telah melanglang buana ke berbagai perusahaan swasta di Jakarta untuk bekerja sekaligus mencari ilmu. Maklum, pertama kali masuk ke dunia kerja penulis belum memiliki pola harus bekerja di mana, saat itu penulis berpikir akan bekerja di mana, yang penting hanya memiliki kerja saja terlebih dahulu.

Pekerjaan penulis dahulu berkutat dengan bidang komunikasi, sesuai dengan bidang studi keilmuan yang penulis tempuh semasa kuliah dulu. Tak terpikirkan untuk masuk dunia selain komunikasi. Setelah 4 tahun berkutat di dunia swasta, penulis mencoba peruntungan untuk memasuki dunia birokrasi atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2015 di Badan Informasi Geospasial.

Bagi mahasiswa komunikasi, mendengar kata geospasial saja sudah sangat asing. Ternyata ada instansi pemerintah yang mengatur hal tersebut. Tak banyak yang dapat penulis gali potensi di awal bergabung. Penulis hanya mencoba terus mengamati dan mendengar dari berbagai individu, seperti apa instansi ini.

Badan Informasi Geospasial merupakan suatu Lembaga Negara Non Kementerian yang berwenang dalam penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011.

Sebelumnya, Badan Informasi Geospasial (BIG) bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Perubahan nama yang telah disahkan pada tanggal 27 Desember 2011 melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 94 Tahun 2011 ini juga menguatkan kebijakan nasional di bidang informasi geospasial.

Tak Ada Motivasi Apa pun Masuk BIG

Awal memasuki dunia ASN penulis tidak tahu harus memilih instansi mana. Penulis hanya berpikir memilih instansi yang menerima jabatan sesuai ijazah yang cukup banyak dan terpilihlah BIG yang menerima 4 formasi humas.

Penulis hanya berpikir, jika dapat menjadi ASN penulis dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi orang tua yang masih berpikir bahwasanya kehidupan ASN akan lebih terjamin. Setelah beberapa lama penulis menjalani sebagai ASN di Badan Informasi Geospasial, ternyata instansi pemerintah ini memiliki potensi kontribusi luar biasa bagi Indonesia.

Namun penulis, kurangnya publikasi yang dilakukan oleh instansi ini saat itu membuat segelintir masyarakat Indonesia yang tahu akan keberadaan Badan Informasi Geospasial.

Keikutsertaan Dalam Survei Pemetaan

Setelah mengidentifikasi kekurangan kehumasan di BIG, penulis mencoba untuk memberikan kontribusi penulis baik dari sisi ilmu dan pengalaman penulis selama di dunia swasta untuk diaplikasikan di BIG. Penulis menanamkan dalam diri penulis bahwasanya title sebagai ASN ini bukanlah suatu yang patut untuk dibanggakan semata, namun ada tanggung jawab besar yang diemban oleh penulis untuk bekerja sepenuh hati memberikan yang terbaik.

Berangsur publikasi BIG semakin membaik, baik dari media cetak maupun digital. Selain berkutat dengan hal tersebut, pada tahun 2018 penulis diminta oleh atasan untuk turut serta dalam survei pemetaan yang dilakukan oleh Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika, salah unit teknis di BIG. Penulis diminta untuk mendokumentasikan baik berupa sebuah tulisan dan video selama proses survei berlangsung.

Survei yang akan dilakukan adalah pengelolaan stasiun Ina-CORS yang berada di Pulang Tanjung Bunga, Nusa Tenggara Timur. Penulis berpikir, perjalanan tidak akan terlalu berat, mengingat saat bekerja di perusahaan swasta sebelumnya penulis telah menginjakkan kaki di tanah Papua.

Sebagai info, Ina-CORS atau Indonesia Continuously Operating Reference Station merupakan jaring kontrol geodetik aktif di Indonesia berupa stasiun Global Navigation Satellite System (GNSS) permanen di permukaan bumi yang dilengkapi dengan alat perekam sinyal satellite GNSS, antena, dan sistem komunikasi data. Stasiun tersebut dapat menerima sinyal dari satelit GNSS secara terus menerus selama 24 jam setiap hari dan bisa memberikan layanan koreksi posisi pada pengguna. Dalam pelaksanaannya, Ina-CORS bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk berbagai tingkat kebutuhan mulai dari kebutuhan praktis hingga saintifik.

Keberadaan Ina-CORS tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk penentuan posisi di Indonesia yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan yang dimulai pada tahun 1989.

Survei pun dimulai. Perjalanan menuju Pulang Tanjung Bunga ternyata sangatlah menantang. Selain menempuh udara, perjalanan pun akan menempuh jalur laut sebanyak dua kali. Ya, dua kali. Perjalanan udara dilakukan menuju Nusa Tenggara Timur. Setelah mendarat di Bandara Frans Seda, Maumere, perjalanan dilanjutkan dari pelabuhan Maumere menuju Pulau Pemana dengan menggunakan perahu selama kurang lebih 2 jam.

Rute Perjalanan Laut Tim Survei Pengelolaan Stasiun Ina-CORS Badan Informasi Geospasial

Sesampainya di Pulau Pemana, tim survei beristirahat terlebih dahulu di rumah salah satu warga yang telah tim kontak sebelumnya. Warga tersebut juga yang nantinya akan mengantarkan ke Pulau Tanjung Bunga. Selepas istirahat, penulis beserta tim bangun pada pukul tiga pagi untuk segera melakukan perjalanan menuju Pulau Tanjung Bunga. Perjalanan tersebut akan ditempuh selama enam jam.

Bersyukur Atas Pilihan Untuk Bergabung di BIG

Bisa jadi, perjalanan menuju Pulau Tanjung Bunga ini adalah titik balik rasa syukur penulis kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Perjalanan selama 6 jam di laut merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Penulis disajikan ribuan bintang saat pagi buta mulai melakukan perjalanan, hingga hamparan birunya laut yang tak berujung selama perjalanan melaut.

Ternyata Indonesia betul kaya akan alamnya, penulis menyaksikan itu sendiri tanpa berhenti berdecak kagum. Perjalanan 6 jam selama di laut tidak terasa karena penulis tidak berhenti mengagumi keindahan alam Nusa Tenggara Timur. Sesampainya di Pulau Tanjung Bunga, ternyata Stasiun Ina-CORS yang dituju tidaklah di sekitar pantai ataupun permukiman warga, melainkan di atas bukit.

Penulis dan tim menempuh perjalanan menaiki bukit setinggi 200 meter di atas permukaan laut. Namun lagi-lagi, selama perjalanan melintasi hutan, perjalanan seperti inilah yang penulis cari selama ini. Bersatu dan menghormati alam sangat penting dalam perjalanan seperti ini. Membuka mata penulis bahwa di penjuru Indonesia masih terdapat warga yang hidup sangat bergantung dari alam sekitarnya.

Sesampainya di Stasiun Ina-CORS, tim unit teknis bergegas untuk melakukan tugas utama dari survei yaitu mengambil data CORS yang berasal dari alat yang terpasang di Stasiun Ina-CORS. Penulis pun langsung sigap mengabadikan kegiatan survei dengan melalui kamera yang dibawa.

Keindahan alam Pulau Tanjung Bunga, Nusa Tenggara Timur

Badan Informasi Geospasial membawa penulis untuk dapat lebih rendah hati atas segala sesuatu. Semua pencapaian yang telah penulis raih, tidak ada apa-apanya dengan kekayaan alam yang penulis nikmati selama perjalanan.

Romanio Bahama Lazuardy - Pranata Humas BIG