Tekno & Sains
·
5 Mei 2021 17:08

Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia

Selamat Berbuka Puasa Sobat Gunung!

Pernahkah terpikir bahwa ada penduduk yang turun-temurun tinggal di kaki gunung yang mengalami periode aktivitas erupsi sejak sebelum kemerdekaan Indonesia?
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306034)
Gunung api Dukono dengan ketinggian 1000 kaki dari permukaan kawah Malupang Warirang, Dok. Magma Indonesia, PVMBG 2021
Bagaimana tidak? Gunung api Dukono telah mengeluarkan aktivitas erupsinya sejak tanggal 13 Agustus 1933 hingga sekarang loh Sobat Gunung (terhitung 5 Mei 2021).
ADVERTISEMENT
Meskipun Gunung api Dukono merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, Namun Gunung api Dukono memiliki sedikit data informasi kegunungapian, hal ini karena wilayah Gunung Dukono yang sangat terpencil. Apa saja fakta menarik Gunung api Dukono? Mari kita simak berikut ini:
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306035)
Kawah Malupang Warirang foto dari bibir kawah Kompleks Gunung Dukono
Sekarang ini, penduduk yang menetap di radius 5 km dari puncak kawah Gunung Dukono sebanyak 1575 jiwa, penduduk yang beradius 10 km dari Gunung Dukono hanya 3.348 jiwa. Hal ini yang menjadi faktor utama Gunung api Dukono tidak banyak diteliti.
Kepulauan Maluku Utara memiliki 16 gunung api aktif kala holosen dan 1 gunung api kala pleistosen. 10 Gunung api aktif kala holosen di Kepulauan Maluku Utara belum memiliki fasilitas pengamatan dan penelitian yang baik. Hal ini tentunya dikarenakan gugusan gunung api yang jauh dari permukiman warga dan sangat terpencil.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306036)
Persebaran Gunung api di Kabupaten Halmahera Utara, Modifikasi Oleh Roni Marudut Situmorang 2021
Gunung Dukono terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera Utara hanya memiliki 2 Gunung api Kala Holsen yaitu, Gunung Dukono dan Gunung Tarakan, serta Gunung Kala Pleistosen yaitu Gunung Hamiding.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306037)
Foto tertua Gunung Dukono dari Puncak Heneowara, bagian selatan terdapat Kawah Telori (kiri atas) dan Kerucut Piroklastik Dilekene (kanan tengah) Volcanological Survey of Indonesia, 1984
Gunung api Dukono merupakan tipe Gunung api kompleks, Setidaknya terdapat 5 kawah aktif, yaitu Kawah Tanah Lapang, Dilekene, Malupang Magiwe, Telori, dan Heneowara. Sekarang ini, Gunung api Dukono mengeluarkan abu vulkanik melalui kawah Malupang Warirang.
ADVERTISEMENT
Gunung api Dukono memiliki batuan mayor andesit hingga basltik andesit, trasit hingga trasidait, dan basalt hingga picro-basalt. Tatanan tektonik Gunung Dukono adalah Zona Subduksi, dengan perkiraan sementara tebal lempeng samudera kurang dari 15 km.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306038)
Foto dari Puncak Gunung Dukono pada tahun 2016, Foto diambil oleh Sabine, 2016
Walaupun Gunung api Dukono telah aktif sejak 1933 hingga sekarang, namun periode erupsi yang telah tercatat selama sejarah pengamatan hanya lima kali. Gunung Dukono pertama kali di catat pada tanggal 20 November 1550 dengan Skala VEI 3, catatan kedua terjadi pada tahun 1719, erupsi selanjutnya terjadi pada tahun 1868 dan 1901 dengan skala VEI 2. (Global Volcanism Program, 2021)
Periode erupsi terakhir dari tanggal 13 Agustus 1933 hingga sekarang, diawali dengan erupsi tanggal 13 Agustus 1933 ketika itu terjadi letusan hebat dan aliran lava melimpah ke utara mengakibatkan banyak daerah yang rusak. Pusat kegiatan pada kawah Malupang-Warirang di lereng Gunung Karirang dan merupakan kawah paling aktif saat ini. Erupsi dengan suara gemuruh, di malam hari terlihat bara api sekitar puncak, masyarakat kadang-kadang merasakan getaran gempa bumi, dan hujan abu mencapai wilayah Tobelo yang terletak di Timur Gunung Dukono.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306039)
Gunung api Dukono dari tempat berkemah yang disarankan Tour Guide Lokal, tahun 2016
Puncak Gunung Dukono dapat dicapai dari Kota Ternate dengan menggunakan perahu cepat ke Sopipi dengan waktu 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Desa Mamuya dengan waktu 4 jam. Kendaraan roda empat dapat diteruskan hingga pemberhentian terakhir. Pendakian dilanjutkan dengan jalan kaki ke arah selatan dan memerlukan waktu 7 jam untuk sampai ke puncak Gunung Dukono.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306040)
Keindahan Langit Halmahera Utara ketika Berkemah di Gunung Dukono, 2016
Adapun Gunung Dukono sekarang ini sedang dalam status Waspada dengan erupsi sedang berlangsung. Karakter erupsi yang mengeluarkan abu pekat yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa bulan, menjadikan Gunung Dukono lokasi yang tepat bagi Sobat Gunung yang ingin berburu foto aktivitas gunung api.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306041)
Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Dukono Oleh PVMBG 2021, Dok. Magma Indonesia
Adapun Kawasan Rawan Bencana Gunung Dukono terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu:
ADVERTISEMENT
  1. Kawasan Rawan Bencana III, ditandai dengan warna merah transparan mengarah ke Timur Laut, merupakan kawasan yang sangat berpotensi terlanda aliran awan panas, aliran lava, dan gas beracun;
  2. Kawasan Rawan Bencana II, ditandai dengan warna merah jambu transparan mengarah ke timur laut, merupakan kawasan yang rawan terlanda aliran awan panas, aliran lava, dan aliran lahar hujan, dan;
  3. Kawasan Rawan Bencana I, ditandai dengan warna kuning transparan, merupakan kawasan yang Berpotensi terlanda aliran lahar hujan. KRB I mengisi wilayah aliran sungai yang bermuara di utara Gunung Dukono.
Fakta Geologis Gunung Dukono, Periode Aktivitas Erupsi Terpanjang di Indonesia (306042)
Sebelum melakukan Pendakian Gunung Dukono sebaiknya minta izin dengan petugas dan menggunakan tourguide lokal, Dok. Authentic Indonesia
Jarak radius aman aktivitas masyarakat dan wisatawan di Gunung Dukono berdasarkan rekomendasi PVMBG adalah 2 kilometer dari kawah Malupang Warirang. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono agar selalu menyediakan masker, penutup hidung dan mulut, untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
ADVERTISEMENT
Terima kasih buat Sobat Gunung yang sudah membaca yaa
Referensi
Global Volcanism Program, 2013. Dukono (268010) in Volcanoes of the World, v. 4.9.4 (17 Mar 2021). Venzke, E (ed.). Smithsonian Institution. Downloaded 05 May 2021 (https://volcano.si.edu/volcano.cfm?vn=268010).
Kusumadinata K, 1979. Data Dasar Gunungapi Indonesia. Bandung: Volc Surv Indonesia, 820 p.
Neumann van Padang M, 1951. Indonesia. Catalog of Active Volcanoes of the World and Solfatara Fields, Rome: IAVCEI, 1: 1-271.
PVMBG, 2014. Gunung Dukono. Sumber URL: https://vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/data-dasar-gunungapi/506-doekono-dukoko-dodoekko-dukoma-tala-tolo?start=1
PVMBG, 2021. Magma Indonesia: Laporan AKtivitas Gunung Dukono. SUmber URL: https://magma.esdm.go.id/v1/gunung-api/laporan/161074?signature=9287f33c6e156e3a6702c834b7258c29120391c120c5b8e7a1066f802b8b2c46#
Supriatna S, 1980. Geologic map of Morotai quadrangle, north Maluku. Geol Res Devel Centre Indonesia, 1:250,000 scale map and 10 p text.
ADVERTISEMENT