Konten dari Pengguna

Inspirasi Peduli Lingkungan ala Dekade 60-an

Cindy Clara

Cindy Clara

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cindy Clara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dina Janidya (MC), William Gondokusumo (CEO Campaign.com), Ahmad Zulfianto (Co-Founder GetPlastic), Nugie (Ambassador #Rethink Campaign), Sizigia Pikhansa (Evo & Co.), Rinaldi (FounderYouthranger.id) dalam acara Back to the 60s.
zoom-in-whitePerbesar
Dina Janidya (MC), William Gondokusumo (CEO Campaign.com), Ahmad Zulfianto (Co-Founder GetPlastic), Nugie (Ambassador #Rethink Campaign), Sizigia Pikhansa (Evo & Co.), Rinaldi (FounderYouthranger.id) dalam acara Back to the 60s.

Dekade 60-an menjadi salah satu masa gemilang kepedulian masyarakat pada lingkungan. Misalnya, generasi muda masa itu yang merasa merasa teknologi tidak berpihak pada lingkungan dan melukai bumi, kemudian menggagaskan Back To Nature, sebuah konsep untuk kembali ke alam. Di dekade yang sama juga, tercetus ide untuk Reduce, Reuse, Recycle. Di Indonesia sendiri, gerakan Mahasiswa Pecinta Alam juga pertama kali dipopulerkan pada dekade ini.

Terinspirasi dari gerakan-gerakan tersebut, Campaign.com bersama Evo & Co. meluncurkan program Back to the ‘60s. Kampanye ini digagas sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Dengan demikian, diharapkan kaum muda sekarang dapat makin peduli terhadap isu lingkungan.

“Kita mau menunjukkan kalau aksi sosial bisa kok dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bahkan dengan dengan langkah-langkah kecil dan mudah. Acara Back to ‘60s ini adalah salah satu cara Campaign.com merealisasikan aksi sosial secara menyenangkan,” ujar William Gondokusumo, CEO Campaign.com.

Pelaksanaan program ini sendiri terdiri dari sejumlah kegiatan. Salah satunya, dalam acara bernama serupa, Back to ‘60s pada Rabu, 19 Februari 2020 di MBloc Space. Acara ini dilengkapi dengan talkshow World Before Plastic: Dulu Praktis, Sekarang Tragis bersama Nugie (Ambassador #rethink Campaign), Rinaldi (Founder Youthranger.id), Sizi (Evo & Co.), Ahmad Zulfianto (Co-Founder Get Plastic).

“Semodern apapun manusia, ternyata sangat tergantung sama bumi air udara dan makhluk hidup lainnya. Kalau manusia masih berpikir bahwa ekonomi lebih penting daripada lingkungan alam, coba aja menahan nafas saat kita menghitung jumlah kekayaan,” tutur Nugie, Ambassador #rethink Campaign.

“Kami berharap dengan mengajak orang-orang bernostalgia ke tahun 60-an, kita menjadi sadar bahwa hidup kita baik-baik saja tanpa adanya plastik sekali pakai. Sampah-sampah plastik yang kita hasilkan sekarang merupakan dampak buruk dari kemudahan yang dibawa oleh plastik sekali pakai. Kita harus mulai berpikir ulang mengenai hidup yang serba instan dan memilih hidup yang lebih selaras dengan alam,” kata Sizi dari Evo & Co.

Tak sekadar talkshow, pengunjung juga diajak mengikuti sejumlah kegiatan menarik. Dengan membawa jeans bekas, pengunjung berkesempatan mengikuti workshop daur ulang jeans bekas bersama Komunitas Grinain. Selain itu, pengunjung juga dapat menyumbang maupun mengambil reusable shopping bag melalui dropbox yang tersedia.

Untuk semakin menyemarakkan suasana, pengunjung diajak hadir dengan mengenakan pakaian ala dekade 60-an, dan dapat mengikuti karaoke lagu-lagu yang tren pada masanya. Pengunjung dengan pakaian terbaik dan tercocok dengan tren fesyen 60-an bahkan dipilih untuk mendapatkan hadiah.

Masyarakat juga bisa ikut menjaga dan melestarikan lingkungan dengan berpartisipasi mengambil aksi dalam Challenge di aplikasi Campaign #ForChange (bisa diunduh di Google Play Store dan App Store), seperti #BeEnvironmentalYouth, #Strawless, #BumiKami, #1000GrinainWarrior, #TadahAir, dan #BeraniBawaTumbler. Dengan mengikuti sejumlah aksi tersebut, masyarakat telah mendonasikan minimal 5 ribu rupiah (Rp 5.000,-) kepada komunitas yang bersangkutan.