Gen Z: Pionir Revolusi Green IT Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Saya adalah dosen administrasi bisnis di Universitas Mulawarman dengan minat dalam UMKM, Tekonologi digital, Ruang Publik dan Sumberdaya Manusia
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Rosyid Nurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Generasi Z telah menjadi pusat perhatian di era modern karena dampak mereka yang luas dalam bidang sosial, ekonomi, dan teknologi. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah perkembangan pesat dunia digital dan meningkatnya kesadaran akan isu-isu global, mereka memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari generasi sebelumnya. Barhate dan Dirani (2022) mengidentifikasi Generasi Z sebagai individu yang lahir antara tahun 1995-2012, sejalan dengan pandangan Gabrielova dan Buchko (2021) yang juga menetapkan rentang tersebut. Gentina (2020) dalam bukunya The New Generation Z in Asia: Dynamics, Differences, Digitalisation menjelaskan bahwa Generasi Z mencakup mereka yang lahir dari pertengahan 1990-an hingga akhir 2000-an. Generasi ini, yang lahir antara tahun 1995 hingga awal 2010-an, tidak hanya menjadi simbol perubahan di sektor teknologi informasi, tetapi juga memimpin revolusi Green IT, berperan penting dalam mempromosikan teknologi ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kesadaran Lingkungan yang Tinggi
Gen Z tumbuh di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu-isu lingkungan. Menurut laporan dari McKinsey & Company (2021), sekitar 70% anggota Gen Z menganggap bahwa keberlanjutan harus menjadi fokus utama bagi perusahaan. Mereka telah terpapar pada informasi tentang perubahan iklim, polusi, dan dampak negatif aktivitas manusia terhadap planet ini sejak usia dini. Survei yang dilakukan oleh Deloitte juga menunjukkan bahwa sekitar 77% anggota Gen Z percaya bahwa perusahaan harus lebih memperhatikan keberlanjutan dan dampak lingkungan. Kesadaran ini mendorong mereka untuk memilih produk dan layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan.
Peran dalam Teknologi Hijau
Generasi Z memiliki akses yang luas terhadap teknologi dan memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan inisiatif keberlanjutan. Mereka cenderung mendukung perusahaan yang menerapkan praktik ramah lingkungan dan menggunakan teknologi hijau. Menurut laporan dari IBM, sekitar 62% Gen Z bersedia membayar lebih untuk produk yang ramah lingkungan. Misalnya, banyak di antara mereka yang menggunakan aplikasi dan perangkat lunak yang membantu mengurangi jejak karbon, seperti platform untuk pengelolaan energi, transportasi berkelanjutan, dan pengurangan limbah. Dengan dukungan Gen Z, banyak perusahaan kini berinvestasi dalam solusi Green IT, yang tidak hanya menguntungkan lingkungan tetapi juga menciptakan peluang bisnis baru.
Inovasi dan Kreativitas
Gen Z dikenal dengan semangat inovatif dan kreativitas yang tinggi. Menurut Global Entrepreneurship Monitor, sekitar 13% Gen Z di seluruh dunia terlibat dalam usaha baru yang berfokus pada keberlanjutan. Mereka tidak hanya konsumen pasif, tetapi juga pencipta konten dan solusi. Di dunia yang dipenuhi dengan tantangan lingkungan, mereka menggunakan keterampilan teknologi mereka untuk menciptakan aplikasi, perangkat lunak, dan alat yang mendukung keberlanjutan. Misalnya, banyak start-up yang didirikan oleh Gen Z berfokus pada solusi teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan, seperti pengurangan limbah plastik dan penggunaan sumber energi terbarukan. Inovasi-inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi ini mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dan lingkungan.
Studi Kasus Global
Beberapa negara telah menunjukkan bagaimana Gen Z berkontribusi pada inisiatif Green IT. Misalnya, di Swedia, pemerintah mendorong partisipasi Gen Z dalam program pengurangan emisi karbon melalui aplikasi berbasis teknologi yang membantu individu melacak jejak karbon mereka. Generasi muda di Swedia aktif menggunakan aplikasi ini untuk menantang diri mereka sendiri dan teman-teman mereka dalam mengurangi jejak karbon, menciptakan komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Di Jerman, banyak mahasiswa dan profesional muda terlibat dalam start-up yang mengembangkan solusi energi terbarukan. Sebuah platform yang dibentuk oleh Gen Z, Tomorrow, menawarkan rekening bank yang ramah lingkungan dan mendukung proyek-proyek energi terbarukan. Ini menunjukkan bagaimana Gen Z dapat menciptakan peluang baru dalam sektor keuangan yang sejalan dengan nilai keberlanjutan.
Kontribusi di Indonesia
Di Indonesia, Gen Z juga semakin sadar akan isu lingkungan dan keberlanjutan. Misalnya, komunitas seperti Greeneration Indonesia yang didirikan oleh anak muda bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan lingkungan. Mereka aktif dalam kampanye pengurangan plastik dan mempromosikan penggunaan energi terbarukan. Selain itu, beberapa universitas di Indonesia telah mengintegrasikan kurikulum yang fokus pada keberlanjutan dan teknologi hijau, mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan menciptakan solusi yang relevan dengan konteks lokal.
Salah satu contoh yang inspiratif adalah start-up Berdaya, yang didirikan oleh Gen Z, berfokus pada pengelolaan limbah dan peningkatan kesadaran tentang daur ulang di kalangan masyarakat. Start-up ini tidak hanya menciptakan solusi praktis tetapi juga memberikan pelatihan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah yang baik.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun Gen Z memiliki potensi besar dalam mendorong Green IT, mereka juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap sumber daya dan teknologi yang diperlukan untuk menciptakan solusi berkelanjutan. Selain itu, masih banyak perusahaan yang lambat dalam beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan yang dituntut oleh Gen Z. Kesadaran yang tinggi tidak selalu diikuti dengan tindakan nyata dari pihak korporasi, sehingga perlu adanya kolaborasi antara generasi ini dengan para pemimpin industri untuk menciptakan perubahan yang signifikan.
Referensi
Barhate, B., & Dirani, K. M. (2022). Defining Generation Z: Characteristics and challenges. Journal of Organizational Psychology, 22(1), 34-49.
Gabrielova, K., & Buchko, A. A. (2021). Here comes Generation Z: Millennials as managers. Business Horizons, 64(4), 489-499.
Gentina, E. (2020). The New Generation Z in Asia: Dynamics, Differences, Digitalisation. Emerald Publishing.
McKinsey & Company. (2021). How Generation Z is shaping the future of sustainability. Retrieved from https://www.mckinsey.com
Deloitte. (2021). Gen Z and Millennials hold the key to sustainability’s future. Retrieved from https://www.deloitte.com
IBM. (2021). Meet the 2021 consumers driving change: Why sustainability and inclusivity matter. Retrieved from https://www.ibm.com
Global Entrepreneurship Monitor. (2021). Global report 2020/2021: Entrepreneurship in times of crisis. Retrieved from https://www.gemconsortium.org
Greeneration Indonesia. (2020). Environmental education and sustainability initiatives. Retrieved from https://www.greeneration.org
Tomorrow. (2021). A green bank for a sustainable future. Retrieved from https://www.tomorrow.one
Berdaya. (2021). Sustainable waste management and recycling education start-up. Retrieved from https://www.berdaya.id
