Konten dari Pengguna

Ancaman Resesi 2023 dan Upaya Pencegahannya

Roy Wondo Driyono

Roy Wondo Driyono

ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Roy Wondo Driyono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: Pexles
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: Pexles

Dalam beberapa kesempatan Presiden RI Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa ada nya ancaman resesi global di tahun 2023, masalah ini cukup mendasar dikarenakan Bank Dunia mencatat Resesi di Tahun 2023 dipicu keadaan saat bank-bank sentral seluruh dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga sebagai respon terhadap inflasi. Kemudian Bank Dunia memastikan bahwa Eropa Timur dan Asia Tengah akan mengalami Resesi di tahun 2023, belum lagi IMF mengatakan sudah puluhan Negara mengantri untuk mendapatkan bantuan di tahun depan untuk menambah dan mengurangi dampak resesi di Negara tersebut, lalu bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Perekonomian Indonesia masih cukup sehat dan aman dari ancaman resesi walaupun masih terdapat ancaman resesi ekonomi yang dialami Indonesia sebesar 3% (CNN News 06 Oktober 2022), walaupun Negara kita masih dalam kategori aman untuk ancaman resesi di tahun 2023 tidak ada salahnya untuk kita secara bersama-sama berupaya dalam rangka mencegah potensi resesi global tersebut, mengingat masih ada resiko terjadinya resesi ekonomi terhadap Indonesia.

Setidaknya ada 3 modal besar Indonesia untuk merasa cukup percaya diri menghadapi ancaman resesi global tersebut seperti yang dikemukakan pengamat Ekonom LPEM FEU UI yang dilansir pada media Okezone.com pada tanggal 10 oktober 2022 mengatakan bahwa” banyak yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa diatas 5% per tahun ini dan tahun depan” hal ini setidaknya merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ancaman resesi selain juga terdapat beberapa indikator penting yang menjadi modal kita yang pertama adalah: Permintaan Domestik kita masih cukup besar dan kuat kita bisa melihat perekonomian Indonesia masih terjaga bagus dengan pengendalian Inflasi yang terlihat sukses untuk meredam berbagai kenaikan harga barang, yang kedua adalah mata uang Rupiah walaupun terdepresiasi sangat dalam namun masih relatif lebih baik dari negara-negara lain, bisa dilihat dari berbagai pasar modal Rupiah menunjukan keperkasaan nya terhadap nilai mata uang lain di dunia dan yang terakhir adalah Inflasi di Indonesia tidak separah negara lain.

Lalu upaya apa yang kita bisa lakukan untuk mencegah potensi resesi tersebut? Setidaknya ada beberapa langkah yang kita bisa lakukan untuk mencegahnya, yang pertama adalah penguatan UMKM yang mana unit-unit ini memang sudah teruji handal dalam hal menjadi tumpuan roda perekonomian bangsa, dengan terjaganya inflasi terhadap kenaikan harga barang unit ini dipercaya tahan banting dalai segala kondisi ekonomi Indonesia.

Yang kedua adalah belanja besar-besaran dari pemerintah diharapkan mampu memperkuat daya beli agar perputaran ekonomi bisa bergerak dan dunia usaha bisa tergerak untuk terus berinvestasi, yang ketiga adalah bagaimana Indonesia mampu menarik Investor untuk sebanyak-banyaknya masuk dan menanamkan modalnya di Indonesia, tentunya hal ini dapat berjalan dengan adanya jaminan dari Pemerintah dan iklim Investasi yang ramah bagi Investor.

Kemudian bagaimana jika Resesi Global tersebut benar-benar terjadi dan berimbas pada Indonesia? Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah tidak terlalu panik apalagi membaca informasi yang belum tentu kebenarannya, kita pernah mengalami kejadian yang sama dan ternyata kita bisa survive dalam menghadapinya, yang kedua adalah berhemat, mulailah membiasakan diri dengan berhemat bukan hanya untuk menghadapi Resesi namun juga berhemat untuk belajar cermat dan pandai dalam mengelola keuangan kita, semakin kita berhemat berarti kita sudah belajar mempersiapkan dana darurat apabila diperlukan dalam jumlah besar untuk masalah kesehatan, kemudian yang berikut adalah tidak ada salahnya apabila kita mencari pendapatan tambahan di luar untuk menjaga kondisi finansial kita agar tetap sehat.

Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah Resesi Global hanya bersifat sementara saja tidak perlu terlalu panik dalam menghadapinya, yang perlu dilakukan oleh Pemerintah menurut penulis adalah penguatan pemberdayaan UMKM dan belanja yang terukur oleh Pemerintah dalam rangka menjaga daya beli masyarakat untuk perputaran roda perekonomian, serta menciptakan iklim investasi yang baik buat calon investor.

Selain tiga kekuatan yang menjadi modal besar kita untuk setidaknya membuat Indonesia merasa sedikit jauh dari ancaman resesi global, tidak ada salahnya jika kita sebagai masyarakat yang tentunya berdampak langsung terhadap resesi global apabila memang terjadi membentengi diri untuk lebih cerdas dan pintar dalam mengelola keuangan kita agar dapat kembali survive dalai menjalankan keseharian kita.