Piala Dunia dan Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Sorong November 2022

ASN pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong
Tulisan dari Roy Wondo Driyono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Euforia Sepakbola dunia harus diakui mampu untuk setidaknya melupakan sejenak kepenatan masyarakat untuk menikmati permainan negara pendukungnya, lengkap dengan berbagai atribut dan cara merayakan kemenangan tim negara kesayangan nya dari sekedar membentangkan bendera sampai melakukan konvoi mengelilingi jalan raya.
Setidaknya sampai dengan perempat final piala dunia ini para fans yang awalnya mendukung negara yang telah gugur di fase penyisihan dan per delapan grup, kini remaking nyata hanya tertuju pada 4 negara yang tersisa di perempat final, hal ini membuat kita semua para penikmat sepakbola merasa terhibur bahkan ikut serta dalam merayakan selebrasi kemenangan negara kesayangan kita.
Bukanlah berlebihan bila kita ikut larut dalam pesta 4 tahunan ini apalagi kali ini diselenggarakan di negara qatar yang notabene adalah negara dengan sebutan negara kaya, namun lemah dari hal pengorganisasian sepakbola, nyatanya tim tuan rumah pertama dalam sejarah penyelenggaraan sepak bola dunia qatar berhasil mencatatkan namanya dalam hal tuan rumah pertama yang kalah dalam ke ikut sertakan selama penyelenggaraan sepakbola dunia.
Dapat kita saksikan dimana-mana banyak para penggila bola mengadakan nonton bareng, konvoi bareng baik yang dilaksanakan di cafe-cafe ataupun dalam tanah lapang, setidaknya ada beberapa titik kumpul untuk mengadakan nonton bareng yang terpantau di kabupaten sorong, dengan event 4 tahunan ini berbarengan memasuki bulan desember yang mana kita ketahui bersama untuk bulan ini merupakan bulan yang banyak terisi dengan libur panjang.
Bagi para
Sejenak kita tinggalkan piala dunia untuk sekedar fokus pada perkembangan indeks harga konsumen pada daerah sorong dan sekitarnya, merujuk pada data BPS kota sorong yang dirilis pada tanggal 1 Desember 2022 dimana kota sorong mengalami inflasi yang dalam bahasa sederhananya bila dibandingkan dengan november 2021 dan november 2022 kota sorong mengalami inflasi sebesar 4.26 persen.
Berbarengan dengan itu komoditas yang turut mengalami kenaikan untuk dalai menyambut natal dan tahun baru adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 4.07 persen begitu juga dengan kelompok rumah tangga mengalami kenaikan dan sudah barang tentu sektor transportasi juga mengalami kenaikan.
Untuk harga ayam broiler rp.46.000 dan ayam kampung rp.100.000 untuk harga daging rp.142.500 khusus untuk 7 hari perkembangan terakhir yang kami ambil datanya dari https://bapokting.papuabaratprov.go.id/kab_b_pokok/bahanpokok_kab/1, untuk harga bawang putih dan bawang merah tidak mengalami kenaikan harga yang menandakan bahwa stok untuk komoditas ini setidaknya aman buat menghadapi libur natal dan tahun baru.
Pemerintah telah berusaha untuk menjaga inflasi daerah dengan mengadakan pasar-pasar murah yang tersebar di beberapa titik kelurahan maupun di lapangan kantor walikota. Dengan harapan agar harga sebisa mungkin bisa terjangkau oleh masyarakat, sehingga daya beli tetap terjaga untuk menghadapi libur natal dan tahun baru ini.
Piala dunia dan perkembangan indeks harga kali ini buat sebagian para pecinta bola dan ibu rumah tangga adalah pelipur lara di tengah kenaikan harga barang yang tentunya membuat para ibu – ibu harus rela merogoh kocek sedikit dalam untuk mengisi libur keluarga dan dalam menyambut natal dan tahun baru 2023.
Dan bagi para pelaku ekonomi momen libur natal dan tahun baru 2023 merupakan sebuah ajang untuk mendapatkan berkat yang lebih dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya sekaligus merupakan sebuah harapan untuk tahun 2023 agar perekonomian Negara Indonesia ini semakin membaik mari bersama-sama bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik terbebas dari pandemi “Bangkit lebih cepat pulih lebih kuat”.
