Mahasiswa KKN UNAND Melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Anti-Bullying

Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fahcrur Rozi Al Fahdli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak langsung terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Sekolah sebagai ruang pembentukan karakter idealnya menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang siswa. Namun, minimnya pemahaman mengenai bentuk, dampak, serta cara mencegah bullying sering kali membuat praktik tersebut dianggap wajar atau sekadar candaan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan anti-bullying sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di SMP Negeri 33 Nagari Koto Guguak, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan sesi ice breaking yang bertujuan mencairkan suasana dan membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan para siswa. Melalui permainan ringan dan interaktif, siswa diajak untuk saling berinteraksi, bekerja sama, dan mengekspresikan pendapat secara bebas. Ice breaking ini menjadi tahap awal yang penting karena membantu menciptakan suasana yang nyaman, terbuka, dan kondusif, sehingga siswa tidak merasa tertekan atau canggung dalam mengikuti kegiatan selanjutnya. Selain itu, sesi ini juga menanamkan pesan implisit mengenai pentingnya sikap saling menghargai dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah suasana kelas terbangun dengan baik, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai bullying. Mahasiswa KKN UNAND menjelaskan secara sistematis pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkannya bagi korban. Mahasiswa KKN UNAND juga menekankan pentingnya peran siswa sebagai subjek aktif dalam mencegah bullying, tidak hanya dengan tidak menjadi pelaku, tetapi juga berani bersikap dan melapor apabila menemukan tindakan bullying di sekitar mereka.
Untuk memperkuat pesan edukatif, kegiatan sosialisasi ditutup dengan "Pohon Harapan". Dalam sesi ini, setiap siswa diminta menuliskan harapan, komitmen, atau pesan moral terkait upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Tulisan tersebut kemudian ditempelkan pada sebuah pohon harapan sebagai simbol tekad dan tanggung jawab bersama. Harapan yang dituliskan siswa mencerminkan keinginan akan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan saling menghormati. Kegiatan ini tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga sarana internalisasi nilai anti-bullying secara simbolik dan berkelanjutan.
Pelaksanaan sosialisasi pencegahan anti-bullying oleh mahasiswa KKN UNAND di SMP Negeri 33 Nagari Koto Guguak merupakan wujud nyata peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda. Melalui pendekatan edukatif yang dikombinasikan dengan ice breaking dan kegiatan Pohon Harapan, sosialisasi ini berhasil menyampaikan pesan penting mengenai bahaya bullying secara menarik dan mudah dipahami. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran moral dan komitmen kolektif untuk menolak segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.
