Konten dari Pengguna

Tips Mengatasi Stres Mahasiswa Supaya Positif Vibes

Rafi Prathama

Rafi Prathama

Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rafi Prathama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stres Pengaruh Negatif. Sumber https://pixabay.com/id/photos/sedih-pria-orang-yang-merokok-sedih-5019913/
zoom-in-whitePerbesar
Stres Pengaruh Negatif. Sumber https://pixabay.com/id/photos/sedih-pria-orang-yang-merokok-sedih-5019913/

Mahasiswa, BEM, dan Universitas

Mahasiswa

Mahasiswa adalah pelajar yang tetap harus belajar, pelajar yang lulus dari Sekolah Menengah Atas atau disebut SMA. Mereka tetap sama cuma namanya saja yang berbeda dari siswa ada tambahan kata "maha" yang berarti dan bermakna bahwa tingkatannya lebih tinggi karena "maha". Apa maksudnya? berarti sudah bukan siswa lagi, maka harus belajar yang lebih extra lagi karena proses ini di ujung tombak untuk menentukan kesuksesan diri di masa depan.

Badan Eksekutif Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa bergerak dibawah naungan universitas dan termasuk organisasi internal. Badan eksekutif mahasiswa adalah organisasi mahasiswa internal di kampus yang merupakan lembaga eksekutif di perguruan tinggi yang dipimpin oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa. Dalam melaksanakan programnya, umumnya Badan Eksekutif Mahasiswa memiliki beberapa kementerian dan departemen atau bidang.

Universitas

Universitas merupakan institut pendidikan atau perguruan tinggi yang bisa nasional atau negeri dan bisa termasuk swasta yang memberikan gelar akademis dalam berbagai bidang. Universitas tempat belajar para mahasiswa setelah lulus dari sekolah sebelumnya. Biasanya di universitas para pelajarnya lebih banyak dibanding di sekolah SMA nya karena di universitas tempat pembelajaran terakhir sebelum menuju dunia pekerjaan yang sesuai dengan passion diri kita masing-masing.

Penyebab Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi mahasiswa saat ini bukan lain adalah tugas yang menumpuk, penyebab lain mungkin juga disebabkan oleh kegiatan organisasi yang diikutinya selama berkuliah. Mahasiswa terkadang merasakan bosan dengan kegiatan yang mereka jalani setiap hari. Menurut saya mahasiswa zaman sekarang rata-rata lebih menyukai kegiatan di luar kampus, seperti part time atau berkumpul bersama teman, kegiatan tersebutlah yang mereka sukai saat waktu senggang. Namun mereka juga punya kewajiban sebagai mahasiswa yaitu belajar mengikuti kelas dan mengerjakan tugas, tugas yang menumpuk tersebutlah yang membuat mereka stres. Maka dari itu mereka terkadang mengabaikan tugas tersebut atau menundanya dan lebih memilih untuk berkumpul bersama temannya. Lingkungan kuliah juga berpengaruh bagi mahasiswa dalam bersosialisasi, kita perlu cari banyak relasi pertemanan supaya kita juga bisa enjoy dalam berkuliah tanpa merasa sendiri.

Mengatasi Stres Pada Mahasiswa saat di Kampus

Perlunya cara mengatasi stres pada mahasiswa saat di kampus. Yang pertama kalian bisa memulai dengan makan makanan yang bergizi dan teratur 3 kali sehari, karena tubuh kita perlu energi dan nutrisi untuk berkembang.

Yang kedua cobalah berolahraga, saat kita mengalami stres tubuh akan banyak bergerak. Cobalah dalam 2-3 hari dalam seminggu untuk melakukan olahraga seperti berenang, sepeda, atau bermain tenis.

Yang ketiga meminta dukungan emosional dari keluarga terlebih dahulu, namun jika malu cobalah untuk diskusi kepada teman terdekat. Mungkin mereka paham akan masalah yang dihadapi kita sekaligus bisa memberi nasihat solusi kepada kita.

Yang keempat kalian bisa mencari minat yang dimiliki diri dengan mengikuti kegiatan atau klub di kampus yang sesuai dengan minat, itu bisa mengurangi risiko stres pada diri. Karena kegiatan itu bermanfaat

Yang kelima kalian tidak boleh minum-minuman beralkohol bahkan obat terlarang, itu sudah kelewatan dan membuat kondisi tubuh semakin memburuk. Perbuatan itu merugikan diri sendiri karena dampaknya negatif dan bisa berdampak kepada sosial.

Yang kelima pastikan kalian istirahat yang cukup tentunya, membuat ketika bangun di pagi hari, tubuh merasa lebih fresh dan kuat untuk beraktivitas

Yang terakhir membuat jadwal harian yang produktif sehingga diri merasakan enjoy di setiap harinya serta melakukan me time atau waktu sendiri, healing ke tempat yang tenang dan nyaman.

Peran Orang Tua Mengawasi Anaknya

Peran orang tua disini juga dibutuhkan untuk mengawasi kegiatan anaknya selama di rumah agar tidak mudah stres, bagaimana mereka berkembang dan bergaul. Jangan sampai mereka terjerumus kepada hal-hal yang negatif dan membuatnya stres, perlunya pengawasan dari orang tua. Karena orang tuanya terlalu sibuk dalam bekerja membuat anak di rumah merasa bosan karena terlalu lama sendiri bisa membuat anak stres dan mencoba hal yang tidak biasa. Mengenal anak sejak dini itu hal yang penting dalam proses mendidik anak. Berdasarkan apa yang dijelaskan pada salah satu media nasional. Berikut cara orang tua menyikapi anaknya pada masa remaja :

  1. Menjalin komunikasi yang intens dua arah oleh anaknya, bisa di ajak sambil refreshing atau liburan.

  2. Orang tua berkomunikasi kepada guru yang membimbing anak nya supaya memantau apa saja yang dilakukan anak tersebut, saling bekerja sama guru dan orang tua.

  3. Orang tua memberi pendidikan kepada anaknya supaya tidak pacaran atau mengarahkan bahwa dengan pacaran bukan untuk semangat belajar, namun bisa mengarah pada hal yang negatif.

  4. Mengajarkan tentang norma yang berlaku di masyarakat dan kewajiban apa saja yang dilakukan pada agamanya. Serta yang terakhir memantau penggunaan gawai pada anak, apa saja yang mereka buka, supaya tidak membuka hal negatif.

Tips Menyeleksi Informasi

Penggunaan gawai pada anak juga berpengaruh pada perkembangannya, apa yang mereka lihat mungkin akan mereka ikuti. Maka dari itu perlunya menyaring informasi yang diterima karena dari internet sudah merak dan mudah didapatkan semuanya. Pandemi Covid-19, membuat berbagai aktivitas dilakukan dan dikerjakan secara online dan mudah buat semuanya. Berdasarkan penjelasan salah satu media nasional ada beberapa cara untuk menyaring informasi dan terhindar dari hoax.

  1. Mempertanyakan informasi yang didapat dengan mencari siapa yang menulis informasi tersebut, berasal dari manakah itu, apa ada tujuan dan sudut pandang tertentu.

  2. Membandingkan informasi yang terdapat pada sumber lain, apakah informasi tersebut sama dijelaskan pada media nasional lainnya.

  3. Mengatur emosi karena anak mudah terpancing emosi dan bereaksi terhadap informasi atau unggahan di media sosial oleh karena itu perlu pendekatan yang terukur oleh orang tua. Memberi pemahaman supaya menerima informasi yang sehat.

  4. Menciptakan ruangan yang aman di mana di dalam rumahlah harus di mulai dengan menciptakan suasana rumah yang harmonis antara kedua orang tuanya.

Penegasan Kembali

Kita harus sering melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat lainnya sehingga kita jauh stres dan hal yang negatif. Dengan mempelajari tentang cara menghindari stres supaya tidak terjerumus kepada hal yang negatif.

Demikianlah walau seseorang itu telah melakukan hal negatif yang berdampak pada sekitar bahkan membuat dirinya stres, jika dirinya tersebut memiliki keinginan untuk memperbaikinya dan mengakui kesalahan yang telah dilakukannya, maka orang-orang yang ada di sekitarnya dapat membantu perubahan tersebut ke arah yang lebih baik.