Kita Tidak Bisa Menjadi "Sore"

Rumah Sakit Ibu dan Anak Swasta Kelas Tipe C di Purbalingga yang mempunyai motto "Melayani Anda Selayaknya Keluarga"
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari RSIA Ummu Hani Channel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia perfilman Indonesia kembali mengguncang layar dengan hadirnya film SORE: Istri dari Masa Depan, karya Yandy Laurens yang memukau banyak penonton sejak perilisannya pada 10 Juli 2025. Diadaptasi dari webseries ikonik pada masanya, film ini tak sekadar menghadirkan drama romantis fantasi bertema time travel, tapi juga memberikan pesan moral yang menggugah.
Diperankan oleh Sheila Dara sebagai Sore dan Dion Wiyoko sebagai Jonathan, film ini menyajikan alur yang mindblowing, penuh kehangatan emosional, dan dibungkus dalam sinematografi serta scoring yang menyayat hati. Tapi tulisan ini tidak akan mengulas teknis film, karena bukan ranah kami juga membahas berkaitan sinematografi. Film ini menghadirkan satu pesan yang amat sangat mendalam. Bagi kita sebagai manusia, juga termasuk kita sebagai anggota dalam keluarga. Sebagai anak, ataupun suami, istri, atau juga seorang bapak dan ibu. Pesan tersebut adalah bahwa perubahan hanya dapat dimulai dari diri sendiri, termasuk berubah untuk menjadi lebih sehat.
Manusia: Perubahan dan Kesehatan sebagai Investasi Kesuksesan dan Cinta
Sebagai makhluk sosial, kita perlu menyadari bahwa hidup ini tidak akan pernah lepas dari bagaimana interaksi kita dengan manusia. Segala kesuksesan yang kita raih, segala peristiwa yang terjadi selama kita hidup, selain karena kebaikan Tuhan, tentu saja ada peran besar dari orang-orang sekitar yang membantu kita mewujudkan itu semua. Hal itu yang membuat terbentuknya ikatan antar setiap manusia, yang menimbulkan rasa sayang, cinta dan juga saling memiliki.
Pada setiap titik kesuksesan yang telah kita raih, adalah sebuah kewajaran jika kita berupaya untuk terus mempertahankannya dan menjaganya sebaik mungkin. Bahkan, selain terus meningkatkan kemampuan dan upaya diri sendiri, bisa jadi kita meminta bantuan keluarga, rekan kerja, hingga semua orang yang kita kenal agar kesuksesan ini tetap bisa terjaga. Sebab, kita tak ingin semua hal yang telah kita lakukan, doa-doa yang telah terpanjatkan, menjadi sia-sia karena ketidakmampuan kita dalam menjaganya. Terlepas dari pemahaman bahwa segala hasil akhir tetap menjadi kuasa Tuhan.
Sekarang, kita berlanjut pada kalimat yang sudah sangat kita pahami: Tuhan telah menciptakan manusia sebagai sebaik-baiknya makhluk. Tidak ada makhluk yang lebih baik dari manusia di muka bumi. Maka, sudah sewajarnya bila Tuhan juga menitipkan pesan pada manusia untuk menjaga sebaik-baik dirinya sendiri, bukan? Pertanyaan selanjutnya, apakah kita sudah menjaga diri hasil ciptaan Tuhan ini dengan sebaik-baiknya? Begitu ironis manakala kita sering menjumpai lupa untuk menjaga satu hal paling berharga: tubuh dan jiwa kita sendiri.
Sore datang dari masa depan untuk menjaga satu orang yang amat sangat ia cintai: Jonathan. Ia ingin memastikan hidup Jonathan menjadi lebih baik. Tapi tentu saja tidak semua batasan bisa ia dobrak, walaupun cerita di film itu sepenuhnya fiksi. Sayangnya, di dunia nyata, kita tidak memiliki Sore, ataupun menjadi Sore. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Kita hanya punya hari ini untuk mulai menjaga diri.
Jika hari ini kita masih:
• Merokok tanpa ragu,
• Makan tanpa kontrol,
• Lebih sering diam di sofa daripada bergerak,
• Memendam rasa cemas tanpa berbagi,
maka itu bukan sekadar kebiasaan. Itu yang akan membentuk bagaimana kesehatan raga dan mental diri kita di masa depan.
Bagi kita yang telah menikah, kalau masih ingin melihat anak tersenyum di hari bahagianya; atau bagi para suami, ingin bisa menyambut kelahiran buah hati yang telah dinanti; maupun sekadar tertawa bersama orang tua yang semakin menua, maka menjaga kesehatan bukanlah beban—itu adalah bentuk cinta paling nyata.
Tak perlu jadi seperti Sore yang menembus waktu. Cukup ambil keputusan hari ini: menukarkan sedikit waktu untuk investasi pada diri sendiri dengan mulai berjalan kaki sepuluh menit, tidur lebih cukup, atau memeriksakan diri secara rutin. Juga menurunkan sedikit ego untuk menjaga pola makan, maupun mengikuti saran dari keluarga agar tetap sehat.
Mungkin terdengar sederhana. Tapi itulah caramu menjamin bahwa orang-orang tercinta tidak akan kehilanganmu terlalu cepat. Sebab, kita tidak akan bisa menjadi seperti Sore di film. Bahkan sekiranya pun bisa, kita belum tentu bisa merubah hal yang kita harapkan. Semua kesuksesan dimulai dari perubahan apa yang kita lakukan di hari ini.
(Ditulis oleh: dr. Hafidh Riza Perdana – Direktur RSIA Ummu Hani)
