7 Fakta Tentang Al-Aqsa yang Wajib Diketahui Umat Islam
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Al-Aqsa memiliki tempat yang sangat istimewa di hati umat Islam di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari tiga masjid suci dalam Islam, kedudukannya tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjalanan keimanan umat.
Memahami fakta tentang Al-Aqsa bukan sekadar menambah pengetahuan, tapi juga memperkuat keterikatan spiritual terhadap tempat yang penuh berkah ini. Dengan mengenali sejarah dan kondisinya, umat Islam dapat lebih menyadari tanggung jawab untuk menjaganya.
Kedudukan Istimewa Masjid Al-Aqsa dalam Islam
Al-Aqsa secara bahasa berarti masjid yang jauh. Nama ini disematkan karena lokasinya yang berada jauh dari Masjidil Haram di Mekkah. Meski demikian, kejauhan secara geografis tidak mengurangi kemuliaan dan kedudukannya dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW menegaskan posisi Al-Aqsa melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Beliau bersabda bahwa tidak boleh bepergian khusus untuk beribadah kecuali ke tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa Al-Aqsa setara dengan dua masjid suci lainnya dalam hal keutamaan.
Sebelum kiblat berpindah ke Kakbah, umat Islam pertama kali menghadap ke arah Masjid Al-Aqsa saat melaksanakan shalat. Peristiwa pemindahan kiblat ini terjadi pada tahun kedua Hijriah, namun tidak menghilangkan kedudukan Al-Aqsa sebagai tempat suci yang harus dijaga dan dihormati.
Keutamaan beribadah di Masjid Al-Aqsa juga tercatat sangat besar. Menurut H. Royani dalam bukunya Meneropong Masa Depan Masjid Al-Aqsha dan Palestina (2023), shalat yang dilakukan di Al-Aqsa memiliki pahala 500 kali lipat dibandingkan shalat di masjid biasa. Keistimewaan ini menjadi daya tarik spiritual bagi setiap Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.
Peristiwa paling monumental yang terkait dengan Al-Aqsa adalah Isra Mi'raj. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. Ayat ini menegaskan bahwa Al-Aqsa dan kawasan di sekitarnya adalah tanah yang diberkahi oleh Allah.
Sejarah dan Kondisi Terkini Masjid Al-Aqsa
Masjid Al-Aqsa bukan bangunan baru yang dibangun belakangan. Berdasarkan kajian sejarah Islam, tempat ini telah ada sejak zaman para nabi terdahulu. Keberadaannya sudah tercatat jauh sebelum masa kenabian Muhammad SAW, menjadikannya bagian penting dari warisan keimanan yang turun-temurun.
Dalam perjalanan sejarahnya, Al-Aqsa pernah mengalami masa kejayaan di bawah kekuasaan Islam. Pada periode Perang Salib, masjid ini sempat dikuasai oleh pasukan Eropa, namun berhasil dibebaskan kembali oleh pahlawan Muslim Shalahuddin Al-Ayyubi. Pembebasan ini menjadi simbol perjuangan umat Islam untuk mempertahankan tanah suci mereka.
Namun di era modern, Al-Aqsa kembali menghadapi berbagai ancaman serius. Pembatasan akses bagi umat Islam untuk beribadah di sana semakin ketat. Banyak umat yang ingin menunaikan shalat di Al-Aqsa mengalami hambatan bahkan penolakan tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, fondasi masjid juga menghadapi risiko kerusakan akibat upaya penggalian yang dilakukan di sekitar kawasan. Aktivitas ini diklaim untuk keperluan arkeologi, namun menimbulkan kekhawatiran akan merusak struktur bangunan masjid yang telah berdiri selama berabad-abad.
Upaya sistematis untuk mengubah status quo kawasan juga terus berlangsung. Rencana ini mencakup pembatasan hak umat Islam untuk mengelola dan mengakses wilayah yang secara historis merupakan bagian dari kepemilikan mereka.
Menurut H. Royani dalam kajiannya, isyarat Al-Quran dan hadits memberikan petunjuk tentang masa depan Al-Aqsa. Para ulama telah menganalisis berbagai dalil syar'i yang menunjukkan bahwa tempat suci ini akan terus menjadi pusat perhatian umat Islam hingga akhir zaman.
Tanggung jawab umat Islam terhadap Al-Aqsa tidak hanya terbatas pada doa. Setiap Muslim diharapkan menjaga kecintaan terhadap Al-Aqsa dalam hati, menyebarkan kesadaran akan pentingnya masjid ini kepada generasi muda, serta memberikan dukungan nyata sesuai kemampuan masing-masing. Bentuk dukungan bisa berupa edukasi, bantuan kemanusiaan, atau bahkan solidaritas melalui media sosial.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.