8 Fakta Menarik tentang Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Nabawi di Madinah adalah salah satu masjid paling suci dalam Islam. Keberadaannya menyimpan sejarah panjang yang dimulai sejak masa Rasulullah SAW. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi pusat spiritual dan inspirasi bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Banyak fakta menarik tentang Masjid Nabawi yang belum banyak diketahui, terutama terkait sejarah pembangunan dan fungsinya sebagai pusat peradaban Islam. Memahami hal ini dapat membantu umat Muslim mengenal lebih dalam peran masjid dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Sejarah Pembangunan dan Perkembangan Masjid Nabawi
Pembangunan Masjid Nabawi dimulai pada tahun 1 Hijriah, tepat setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Kondisi masjid pertama sangat sederhana dengan dinding dari batu bata, atap dari pelepah kurma, dan tiang dari batang pohon kurma. Kesederhanaan ini mencerminkan kesabaran dan keteguhan iman umat Islam pada masa itu.
Perluasan pertama dilakukan langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah Perang Khaibar. Pada masa ini, masjid mulai diperluas untuk menampung jamaah yang semakin banyak. Seiring perkembangan Islam, perluasan terus dilakukan oleh para khalifah setelahnya.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, terjadi perluasan kedua yang menambah luas masjid menjadi 3.575 meter persegi. Renovasi besar-besaran kemudian dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan dengan menggunakan batu berukir dan pilar dari batu yang lebih kokoh.
Perluasan paling signifikan terjadi pada masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Tampilan masjid mengalami perubahan besar dengan penambahan kubah dan menara yang menjadikannya lebih megah. Hingga era modern, perluasan terus berlanjut di bawah pemerintahan Arab Saudi dengan luas mencapai lebih dari 400.000 meter persegi dan mampu menampung jutaan jamaah.
Menurut jurnal yang ditulis Anzilina Rohmah, Masjid Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan umat pada masa Rasulullah SAW. Perluasan dan renovasi yang terus dilakukan menunjukkan betapa pentingnya masjid ini dalam kehidupan umat Islam hingga saat ini.
Fungsi Strategis Masjid Nabawi sebagai Pusat Peradaban Islam
Masjid Nabawi memiliki fungsi yang sangat strategis sejak awal pembangunannya. Tempat ini menjadi pusat ibadah sekaligus pendidikan, di mana Rasulullah SAW mengajarkan Al-Quran, hadist, dan ilmu agama kepada para sahabat. Proses belajar mengajar berlangsung secara langsung dan intens.
Selain itu, masjid ini juga menjadi markas pemerintahan Islam pertama. Rasulullah menerima tamu, delegasi dari berbagai daerah, dan mengatur strategi dakwah serta peperangan di tempat ini. Keputusan penting umat Islam diambil melalui musyawarah atau majlis syura yang diadakan di Masjid Nabawi.
Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah sebagai pusat pengadilan dan penyelesaian sengketa umat. Rasulullah SAW menyelesaikan berbagai masalah masyarakat dengan adil dan bijaksana di masjid ini. Hal tersebut menjadikan masjid sebagai tempat yang penuh keberkahan dan keadilan.
Di sisi lain, Masjid Nabawi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Distribusi zakat, santunan untuk fakir miskin, dan pemberdayaan masyarakat dilakukan di kompleks masjid. Bahkan, masjid ini sempat berfungsi sebagai rumah sakit lapangan sederhana untuk merawat korban perang.
Menariknya, makam Rasulullah SAW beserta dua sahabat beliau, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab, berada di dalam kompleks masjid. Keberadaan makam ini menjadikan Masjid Nabawi sebagai tempat yang sangat istimewa bagi umat Muslim.
Bagi generasi muda Muslim saat ini, Masjid Nabawi menjadi teladan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat. Masjid dapat menjadi pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami fungsi masjid pada masa Rasulullah, diharapkan generasi muda dapat menghidupkan kembali peran masjid di lingkungan masing-masing.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.