Konten dari Pengguna

Abu Lahab Adalah Siapanya Nabi Muhammad? Inilah Hubungan Keluarga Mereka

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto peninggalan Bani Umayah foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Foto peninggalan Bani Umayah foto by Pexels

Dalam sejarah Islam, nama Abu Lahab selalu diingat sebagai salah satu musuh paling keras terhadap dakwah Rasulullah SAW. Yang mengejutkan, Abu Lahab ternyata memiliki hubungan darah yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad.

Bahkan Al-Quran secara khusus menurunkan surat yang menyebut namanya beserta balasan yang akan diterimanya kelak. Memahami siapa Abu Lahab dan hubungannya dengan Nabi Muhammad dapat memberikan pelajaran penting tentang bagaimana iman tidak selalu mengikuti garis keturunan.

Hubungan Kekerabatan Abu Lahab dengan Nabi Muhammad

Abu Lahab bernama asli Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Ia adalah paman kandung Nabi Muhammad SAW dari jalur ayah, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib. Artinya, Abu Lahab dan Abdullah adalah saudara kandung yang sama-sama merupakan anak dari Abdul Muthalib.

Julukan Abu Lahab sendiri memiliki arti Bapak Api atau yang berwajah merah. Nama ini merujuk pada wajahnya yang kemerah-merahan. Meski memiliki hubungan darah sangat dekat, Abu Lahab justru menjadi salah satu penghalang terbesar dakwah Islam di masa awal.

Posisi paman dalam tradisi Arab seharusnya menjadi pelindung bagi keponakannya. Namun dalam kasus ini, Abu Lahab memilih jalan yang berbeda. Istrinya bernama Ummu Jamil binti Harb, yang juga merupakan saudara Abu Sufyan. Pasangan ini bersama-sama memusuhi Nabi Muhammad dan menghalau siapa saja yang hendak memeluk Islam.

Menurut Asyhad Abdillah Rosyid dalam kajian tesis yang berjudul Memahami Surat Al-Lahab: Studi Tafsir Tematik Surat al-Lahab di (Jurnal Menara Tebuireng: Vol. 13, No. 01, 2017), Abu Lahab melakukan berbagai bentuk penentangan mulai dari menyakiti Nabi secara verbal, menghalau orang yang ingin masuk Islam, hingga memfitnah ajaran yang dibawa Rasulullah.

Mengapa Abu Lahab Disebut dalam Al-Quran Surat Al-Lahab

Allah SWT menurunkan Surat Al-Lahab atau yang juga dikenal dengan Surat Al-Masad untuk menegaskan kebinasaan Abu Lahab. Surat ini sangat unik karena secara langsung menyebut nama seseorang yang masih hidup saat surat tersebut turun.

Ayat pertama dalam surat ini berbunyi:

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ وَتَبَّ

Artinya: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa.

Kata tabbat yang berarti binasa disebutkan dua kali dalam ayat ini. Menurut Asyhad Abdillah Rosyid, pengulangan ini menunjukkan kebinasaan yang mencakup dua dimensi, yakni kehidupan dunia dan akhirat.

Kata tangan dalam ayat ini bukan sekadar makna harfiah. Tangan di sini memiliki makna majazi atau kiasan yang merujuk pada seluruh usaha dan perbuatan Abu Lahab. Segala upaya yang dilakukannya untuk menghancurkan Islam terbukti sia-sia dan justru menjerumuskan dirinya sendiri.

Selain Abu Lahab, istrinya Ummu Jamil juga disebutkan dalam surat ini. Ia digambarkan sebagai pemikul kayu bakar yang akan menerima siksa di neraka. Pasangan ini sama-sama mendapat peringatan keras karena melampaui batas dalam memusuhi dakwah Islam meskipun memiliki ikatan kekeluargaan.

Menariknya, Surat Al-Lahab juga menjadi salah satu bukti kemukjizatan Al-Quran. Surat ini memastikan bahwa Abu Lahab tidak akan pernah masuk Islam hingga kematiannya. Seandainya Abu Lahab ingin membuktikan Al-Quran salah, ia hanya perlu berpura-pura masuk Islam. Namun hal itu tidak pernah terjadi hingga akhir hayatnya, persis seperti yang Allah firmankan.

Di sisi lain, kisah Abu Lahab mengajarkan bahwa kedekatan hubungan darah tidak menjamin keimanan seseorang. Iman adalah hidayah yang diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bahkan keluarga terdekat sekalipun bisa menjadi ujian terberat dalam menegakkan kebenaran.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.