Konten dari Pengguna

Abu Lahab Siapanya Nabi Muhammad? Ini Hubungan Keluarga dan Kisahnya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah bulan purnama foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah bulan purnama foto by Pexels

Nama Abu Lahab sering disebut dalam sejarah Islam sebagai salah satu musuh terberat Rasulullah SAW. Yang menarik, Abu Lahab sebenarnya memiliki hubungan darah yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad.

Bahkan, ia adalah paman kandung yang seharusnya menjadi pelindung dan pendukung keponakannya. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Lantas, sebenarnya siapa Abu Lahab dan bagaimana hubungannya dengan Nabi Muhammad?

Hubungan Keluarga Abu Lahab dengan Nabi Muhammad

Abu Lahab memiliki nama asli Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Ia adalah paman kandung Nabi Muhammad SAW, yakni saudara kandung dari ayah Nabi yang bernama Abdullah bin Abdul Muthalib.

Nama Abu Lahab sendiri merupakan julukan yang berarti bapak api. Julukan tersebut diberikan karena wajahnya yang merah dan berpijar seperti api. Dalam silsilah keluarga, Abu Lahab seharusnya menjadi figur pelindung bagi Nabi Muhammad, terutama setelah ayah dan kakek Nabi wafat.

Abu Lahab menikah dengan Ummu Jamil binti Harb, yang merupakan saudara dari Abu Sufyan. Istri Abu Lahab juga dikenal dengan julukan Hammalatil Hathab atau pembawa kayu bakar. Julukan ini kelak disebutkan langsung dalam Al-Quran sebagai gambaran siksaan yang akan diterimanya di akhirat.

Meskipun memiliki hubungan darah yang begitu dekat, Abu Lahab justru menjadi musuh paling gigih terhadap dakwah Islam. Sikap penolakannya terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad sangat keras dan terang-terangan. Hal ini membuat hubungan keduanya menjadi sangat buruk meskipun terikat oleh hubungan keluarga.

Sikap Permusuhan Abu Lahab dan Ancaman dalam Surah Al-Lahab

Permusuhan Abu Lahab terhadap Nabi Muhammad mencapai puncaknya hingga Allah SWT menurunkan satu surah khusus yang menyebutkan namanya. Surah tersebut adalah Surah Al-Lahab atau Surah Al-Masad yang terdiri dari lima ayat.

Bunyi lengkap Surah Al-Lahab ayat 1 hingga 5 adalah sebagai berikut:

Tabbat yadaa Abi Lahabiw wa tabba. Maa aghnaa anhu maaluhu wa maa kasab. Sayashlaa naaran zaata lahab. Wamra atuhu hammaalatal hathab. Fii jiidiha hablum mim masad.

Artinya: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasalah dia. Hartanya dan apa yang dia usahakan tidak bermanfaat baginya. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Ayat ini turun sebagai peringatan keras karena sikap Abu Lahab yang terang-terangan menentang dakwah Islam. Bentuk pemusuhannya sangat beragam dan sangat menyakitkan Nabi Muhammad secara fisik maupun psikis.

Beberapa bentuk permusuhan Abu Lahab antara lain:

1. Melempar batu dan kotoran kepada Nabi Muhammad ketika beliau sedang beribadah atau berdakwah.

2. Menghasut dan mengajak penduduk Makkah untuk memusuhi serta mengucilkan Nabi dan para pengikutnya.

3. Mengikuti Nabi ke mana pun beliau pergi untuk berdakwah, lalu menjelek-jelekkan ajaran Islam di hadapan orang-orang yang baru saja mendengar dakwah Nabi.

4. Memaksa kedua anaknya untuk menceraikan putri-putri Nabi Muhammad, yaitu Ruqayyah dan Ummu Kultsum, sebagai bentuk penghinaan terhadap keluarga Nabi.

Selain itu, Ummu Jamil sebagai istri Abu Lahab juga turut aktif menyakiti Nabi. Ia sering menaburkan duri dan ranting berduri di jalan yang biasa dilalui Nabi Muhammad, terutama di malam hari agar Nabi terluka saat melewatinya.

Permusuhan ini sangat menyakitkan bagi Nabi karena datang dari keluarga terdekat yang seharusnya melindungi. Abu Lahab akhirnya meninggal dalam keadaan kafir setelah terkena penyakit menular yang membuat tubuhnya membusuk. Bahkan keluarganya sendiri mengucilkan dan enggan menguburkannya karena takut tertular penyakit tersebut.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.