Ahlus Sunnah wal Jama'ah: Pengertian, Aliran, dan Landasan
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ahlus Sunnah wal Jama'ah merupakan istilah penting dalam tradisi Islam yang sering menjadi rujukan bagi umat Muslim. Istilah ini merujuk pada kelompok yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Memahami pengertian, contoh aliran, serta hadits yang mendasari Ahlus Sunnah wal Jama'ah sangat penting agar setiap Muslim dapat mengetahui identitas dan pijakan keyakinan yang ia anut.
Pengertian Ahlus Sunnah wal Jama'ah Menurut Bahasa dan Istilah
Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah memiliki makna yang cukup mendalam, baik secara bahasa maupun istilah. Menurut buku Man Hum Ahlu Sunnah wal Jama’ah: Telaah Kritis Hadis-Hadis Ahlu Sunnah wal Jamaah (Yogyakarta: Lintang: 2017) oleh Yuni Ma’rufah, M.SI, istilah ini memiliki makna khusus dalam tradisi Islam dan menjadi dasar identitas keagamaan mayoritas Muslim.
Secara bahasa, "Ahlus Sunnah" berarti "pengikut sunnah" atau ajaran Nabi Muhammad, sedangkan "al-Jama'ah" merujuk pada "kelompok" atau "komunitas". Jadi, istilah ini menggambarkan sekelompok orang yang berpegang teguh pada sunnah Rasulullah dan tetap bersatu dalam komunitas Muslim.
Dalam istilah Islam, Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah kelompok yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad secara utuh, baik dalam hal keyakinan, ibadah, maupun perilaku. Kelompok ini juga menjadikan Alquran dan sunnah sebagai sumber utama dalam beragama dan menolak penafsiran yang menyimpang dari pemahaman sahabat Nabi.
Memahami makna Ahlus Sunnah wal Jama'ah sangat penting karena menjadi landasan dalam menentukan sikap beragama. Dengan memahami batasan ini, seorang Muslim dapat menjaga kemurnian ajaran dan menghindari perpecahan di tengah masyarakat. Seperti yang dijelaskan dalam karya Yuni Ma’rufah, istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak hanya bermakna kelompok mayoritas, tetapi juga mencerminkan komitmen pada tradisi dan persatuan umat Islam.
Dua Teolog yang Termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak hanya sekadar istilah, tetapi juga melahirkan beberapa aliran besar yang hingga kini diikuti oleh mayoritas umat Islam. Setiap aliran memiliki karakteristik tersendiri, namun tetap berpegang pada prinsip utama yang sama.
Kelompok Ahlus Sunnah wal Jama'ah memiliki beberapa aliran utama yang dikenal luas di dunia Islam.
Asy’ariyah
Asy’ariyah dikenal sebagai aliran teologi yang menekankan keseimbangan antara rasio dan wahyu. Pengikutnya banyak ditemukan di wilayah Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Maturidiyah
Maturidiyah berkembang di kawasan Asia Tengah. Aliran ini menekankan pentingnya akal dalam memahami ajaran agama, namun tetap mengutamakan dalil dari Alquran dan sunnah.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Man Hum Ahlu Sunnah wal Jama'ah, aliran-aliran ini memiliki landasan teologis dan metodologis yang serupa. Ciri utama mereka adalah menjadikan Alquran dan sunnah sebagai sumber kebenaran, menjaga persatuan umat, serta menghindari pemahaman yang ekstrem atau bertentangan dengan konsensus sahabat.
Hadits tentang Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan Artinya
Ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak lepas dari landasan hadits yang kuat. Banyak hadits Nabi Muhammad yang dijadikan dasar pijakan kelompok ini, baik terkait keutamaan mengikuti sunnah maupun pentingnya menjaga persatuan umat.
Salah satu hadits terkenal menyebutkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, namun hanya satu yang selamat, yaitu "mereka yang mengikuti jalan yang aku tempuh bersama sahabatku." Hadits ini menjadi rujukan utama bagi Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam menentukan kebenaran ajaran.
Hadits shahih yang diriwayatkan at-Tirmidzi tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan kebenaran terletak pada kelompok yang konsisten mengikuti jejak Nabi dan sahabat. Hadits ini juga menjadi pengingat agar umat Islam tidak mudah terpecah oleh perbedaan yang bersifat cabang.
Dalam pembahasan Yuni Ma’rufah, M.SI, terdapat analisis kritis terhadap hadis-hadis yang sering dijadikan dasar kelompok Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Analisis ini membantu umat Islam memahami konteks dan penerapan hadits dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Dalam hal ini, Ahlus Sunnah wal Jama'ah menjadi identitas penting bagi mayoritas Muslim di dunia. Memahami pengertian, contoh aliran, dan hadits yang mendasarinya membantu setiap Muslim mengenali pijakan keyakinan dan menjaga harmoni dalam kehidupan beragama. Dengan merujuk pada Alquran dan sunnah serta memperhatikan penjelasan para ulama, ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah tetap relevan bagi kehidupan umat Islam masa kini.
Rivewed by Doel Rohim S.Hum