Konten dari Pengguna

Apa Itu Ta'aruf? Pengertian, Tujuan, dan Tahapan dalam Islam

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang perempuan dengan seorang peremuan foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perempuan dengan seorang peremuan foto by Pexels

Memilih pasangan hidup merupakan keputusan besar yang akan menentukan masa depan seseorang. Dalam Islam, ada cara yang dianjurkan untuk mengenal calon pasangan sebelum menikah, yakni melalui ta'aruf. Proses ini berbeda dengan pacaran yang umumnya dilakukan tanpa batasan syariat.

Ta'aruf menjadi alternatif bagi umat Islam yang ingin membangun rumah tangga dengan landasan yang kokoh. Dengan memahami konsep ini secara benar, setiap Muslim dapat menjalani proses perkenalan yang tidak hanya sesuai tuntunan agama, tetapi juga menghindarkan diri dari penyesalan di kemudian hari.

Pengertian Ta'aruf dan Landasan Syar'i

Definisi ta'aruf secara bahasa dan istilah

Ta'aruf berasal dari bahasa Arab, yaitu ta'arafa-yata'arafu-ta'arafan yang berarti saling mengenal. Dalam konteks Islam, ta'aruf adalah proses perkenalan antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan dengan tujuan untuk menikah sesuai syariat.

Berbeda dengan pacaran, ta'aruf memiliki batasan yang jelas. Prosesnya melibatkan keluarga dan wali, serta tidak membuka ruang untuk hal-hal yang dilarang dalam agama. Tujuan utamanya adalah mengenal karakter dan kesiapan calon pasangan untuk membina rumah tangga.

Dasar hukum dan dalil ta'aruf

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mengenal calon pasangan sebelum melangsungkan pernikahan. Hal ini tercantum dalam beberapa dalil, baik dari Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT menyebutkan pentingnya saling mengenal antar manusia. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan seorang laki-laki untuk melihat calon istrinya agar timbul rasa suka dan kecocokan.

Menurut buku Konsep Ta'aruf dalam Khazanah Hukum Islam sebagai Instrumen Kesiapan Pranikah (2020) (Jurnal Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) karya Muhammad Yusuf & Nurul Hikmah, ta'aruf merupakan bagian dari pendidikan pra nikah yang sangat penting dalam Islam. Dengan adanya ta'aruf, calon pasangan dapat saling memahami visi, misi, dan tujuan hidup bersama.

Fungsi dan manfaat ta'aruf dalam Islam

Ta'aruf memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan berumah tangga. Pertama, ta'aruf membantu calon pasangan mengenal karakter, akhlak, dan latar belakang satu sama lain sebelum memutuskan untuk menikah.

Kedua, proses ini dapat mencegah penyesalan setelah menikah. Banyak kasus perceraian terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap pasangan sebelum menikah. Melalui ta'aruf yang benar, risiko tersebut dapat diminimalkan.

Ketiga, ta'aruf membangun fondasi rumah tangga yang kokoh. Dengan saling memahami sejak awal, pasangan dapat menyusun rencana hidup bersama yang realistis dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Tahapan, Adab, dan Batasan dalam Proses Ta'aruf

Tahapan pelaksanaan ta'aruf yang benar

Proses ta'aruf memiliki tahapan yang harus dijalani dengan benar. Pertama, niat yang ikhlas untuk menikah harus menjadi dasar utama. Ta'aruf bukan sekadar ajang mencari teman atau mengisi waktu luang.

Kedua, melibatkan wali dan keluarga dalam proses ta'aruf. Peran mereka sangat penting untuk memberikan arahan, nasihat, dan menjaga agar proses tetap sesuai syariat. Ketiga, komunikasi yang dilakukan harus terbatas dan bertujuan. Pembicaraan sebaiknya fokus pada hal-hal penting seperti visi hidup, pendidikan, pekerjaan, dan rencana berkeluarga.

Keempat, durasi ta'aruf tidak boleh berlarut-larut. Jika sudah merasa cocok dan siap, segera lanjutkan ke tahap pernikahan. Menunda tanpa alasan yang jelas justru dapat membuka peluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Adab dan etika selama ta'aruf

Selama proses ta'aruf, ada beberapa adab yang harus dijaga. Pertama, menjaga pandangan dan batasan pergaulan. Laki-laki dan perempuan harus menghindari tatapan yang berlebihan atau sikap yang dapat menimbulkan fitnah.

Kedua, tidak berduaan tanpa didampingi mahram. Khalwat atau berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram sangat dilarang dalam Islam. Jika ingin bertemu, pastikan ada pihak ketiga yang menemani.

Ketiga, berkomunikasi dengan sopan dan terbuka tentang hal-hal penting. Kejujuran menjadi kunci agar tidak ada hal yang disembunyikan. Sampaikan informasi diri dengan apa adanya, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Batasan dan hal-hal yang harus dihindari

Ada beberapa batasan yang harus dihindari selama ta'aruf. Pertama, kontak fisik yang dilarang syariat seperti berpegangan tangan, berpelukan, atau hal lain yang hanya diperbolehkan setelah menikah.

Kedua, pembicaraan yang tidak perlu dan mengarah pada kemaksiatan. Hindari obrolan yang bersifat gombal, rayuan berlebihan, atau topik yang tidak mendidik. Ketiga, ta'aruf tanpa tujuan serius untuk menikah. Jika tidak ada keseriusan, sebaiknya tidak memulai proses ini agar tidak menyakiti perasaan pihak lain.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.