Konten dari Pengguna

Asal Usul Nama Makkah: Sejarah dan Makna di Balik Kota Suci

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret mekah foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Potret mekah foto by Pexels

Makkah merupakan kota paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap Muslim yang mampu wajib melaksanakan ibadah haji ke kota ini setidaknya sekali seumur hidup. Namun, tahukah Anda dari mana nama Makkah berasal dan apa makna di baliknya?

Nama sebuah kota suci tentu bukan sekadar sebutan biasa. Ada berbagai riwayat dan pendapat ulama yang menjelaskan asal usul penamaan Makkah. Bahkan, kota ini memiliki banyak sebutan lain yang tercantum dalam Al-Quran dan literatur Islam klasik. Masing-masing nama membawa makna filosofis yang mendalam tentang keistimewaan kota kelahiran Rasulullah SAW ini.

Mengapa Kota Suci Ini Dinamakan Makkah?

Para ulama dan ahli bahasa Arab berbeda pendapat mengenai asal usul nama Makkah. Menurut buku Rindu Tanah Suci Makkah (2021) dan Madinah karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, ada beberapa pendapat yang cukup kuat tentang penamaan kota suci ini.

Pendapat pertama menyatakan bahwa Makkah berasal dari kata makka yang berarti menghancurkan atau meremukkan. Maksudnya, siapa saja yang berbuat sombong atau zalim di kota ini akan diremukkan dan direndahkan keangkuhannya. Kota ini memiliki keistimewaan spiritual yang membuat orang-orang yang berbuat dosa besar akan mendapat balasan di tempat yang sama.

Pendapat lain menyebutkan nama Makkah berasal dari kata al-makk yang bermakna menarik atau menghisap. Filosofi di balik makna ini sangat menarik. Kota suci ini seolah memiliki daya tarik luar biasa yang menghisap hati setiap orang yang pernah datang untuk terus rindu kembali lagi. Banyak jamaah haji yang merasakan kerinduan mendalam terhadap Makkah setelah pulang ke tanah air.

Ada pula yang menjelaskan bahwa Makkah dinamakan demikian karena kota ini tidak memiliki air yang mencukupi. Istilah yamukku al-ma' menggambarkan kondisi geografis wilayah yang tandus dan gersang. Kondisi inilah yang membuat keberadaan sumur Zamzam menjadi mukjizat besar bagi umat Islam.

Selain itu, beberapa riwayat menyebutkan keterkaitan nama Makkah dengan sifat kota yang membersihkan dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang berlipat ganda dibanding tempat lain. Keistimewaan ibadah di Tanah Suci ini menjadikan Makkah sebagai tempat pengampunan dan pembersihan jiwa bagi setiap Muslim yang berkunjung dengan niat yang tulus.

Nama-Nama Lain Makkah dalam Sejarah Islam

Keistimewaan Makkah juga tercermin dari banyaknya sebutan yang digunakan untuk menyebut kota ini. Allah SWT sendiri menggunakan berbagai nama dalam Al-Quran untuk menunjukkan kemuliaan kota kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Salah satu sebutan yang terkenal adalah Bakkah. Nama ini disebutkan secara eksplisit dalam Surah Ali Imran ayat 96 yang artinya: Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia adalah yang di Bakkah, penuh berkah dan petunjuk bagi seluruh alam.

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah Bakkah identik dengan Makkah atau merujuk pada area khusus di sekitar Kakbah. Sebagian berpendapat keduanya adalah nama yang sama dengan pengucapan berbeda, sementara yang lain menyatakan Bakkah merujuk pada lokasi Kakbah secara spesifik.

Sebutan lain yang sangat penting adalah Ummul Qura yang berarti Ibu Kota. Nama ini menggambarkan kedudukan Makkah sebagai pusat bumi dan awal penciptaan daratan menurut keyakinan Islam. Kota ini dianggap sebagai induk dari seluruh kota di muka bumi, tempat di mana peradaban manusia dimulai sejak masa Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS membangun Kakbah.

Al-Balad atau Negeri juga merupakan sebutan yang digunakan Allah dalam Al-Quran. Keistimewaan penyebutan ini adalah Allah tidak perlu menyebutkan nama kotanya secara eksplisit karena kemuliaan dan keagungannya sudah sangat dikenal. Cukup dengan menyebut Al-Balad, setiap Muslim langsung memahami bahwa yang dimaksud adalah Makkah.

Nama Al-Qaryah yang berarti Kampung juga pernah digunakan untuk menggambarkan karakteristik pemukiman Makkah di masa lampau. Meski terdengar sederhana, sebutan ini justru menunjukkan bagaimana Allah memuliakan sebuah perkampungan biasa menjadi pusat spiritual umat Islam hingga akhir zaman.

Beragamnya nama Makkah bukan tanpa hikmah. Setiap sebutan membawa makna dan filosofi tersendiri yang menunjukkan berbagai aspek keistimewaan kota suci ini. Dari segi spiritual, historis, hingga geografis, Makkah memang layak menyandang banyak gelar kehormatan dalam Islam.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.