Ayyamul Bidh Adalah: Hari Istimewa untuk Puasa Sunnah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa sunnah memiliki banyak bentuk yang dianjurkan dalam Islam. Salah satu yang memiliki keutamaan khusus adalah puasa ayyamul bidh, yaitu puasa yang dilakukan pada tiga hari di pertengahan bulan Hijriah. Kata bidh sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti putih, merujuk pada terangnya cahaya bulan purnama di malam-malam tersebut.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menjalankan puasa ini secara rutin setiap bulan. Meski sifatnya sunnah, pahala yang dijanjikan cukup istimewa karena setara dengan puasa sepanjang masa. Memahami waktu pelaksanaan dan ketentuannya dapat membantu umat Muslim menjalankan ibadah ini dengan benar.
Pengertian dan Dasar Hukum Ayyamul Bidh
Ayyamul bidh merupakan tiga hari di tengah bulan Hijriah yang memiliki keutamaan untuk berpuasa. Hari-hari tersebut jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Islam. Nama bidh dipilih karena pada malam-malam itu bulan terlihat sangat terang dan penuh.
Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin tentang macam-macam puasa, puasa ayyamul bidh termasuk dalam kategori puasa sunnah muqayyadah. Artinya, puasa ini terikat pada waktu tertentu dan memiliki keutamaan khusus dibanding puasa sunnah lainnya.
Dasar hukum puasa ayyamul bidh berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dzar radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW bersabda: Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas. (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah secara spesifik menganjurkan ketiga tanggal tersebut untuk berpuasa. Hukum melaksanakannya adalah sunnah, sehingga mendapat pahala jika dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Namun, keutamaan yang dijanjikan sangat besar karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat oleh Allah SWT.
Selain itu, puasa tiga hari setiap bulan dianggap setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya, sehingga tiga hari dalam sebulan jika dikalikan sepuluh menjadi seperti berpuasa seluruh bulan.
Ketentuan dan Hikmah Puasa Ayyamul Bidh
Pelaksanaan puasa ayyamul bidh memiliki beberapa ketentuan yang bersifat fleksibel. Umat Muslim boleh menjalankannya secara berurutan pada tanggal 13, 14, dan 15, atau terpisah dalam satu bulan yang sama. Puasa ini dapat dilaksanakan di setiap bulan Hijriah sepanjang tahun tanpa terkecuali.
Karena termasuk puasa sunnah, niat tidak wajib dilakukan dari malam hari. Seseorang boleh berniat di siang hari selama belum makan atau minum. Jika ada keperluan mendesak, puasa ini juga boleh dibatalkan tanpa kewajiban mengqadha di kemudian hari.
Adapun hikmah dan manfaat dari puasa ayyamul bidh sangat beragam. Pertama, melatih kedisiplinan spiritual secara rutin setiap bulan sehingga ibadah menjadi bagian dari rutinitas. Kedua, mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan tambahan di luar kewajiban.
Dari sisi kesehatan, pola puasa teratur setiap bulan dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Selain itu, puasa juga berfungsi mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan melalui pengendalian diri dari makan dan minum.
Menariknya, puasa ayyamul bidh juga membantu membiasakan diri dengan ibadah sunnah sehingga tidak hanya fokus pada kewajiban. Dengan rutin menjalankannya, umat Muslim dapat merasakan manfaat spiritual yang berkelanjutan setiap bulannya.
Di sisi lain, pelaksanaan puasa ini tidak memberatkan karena hanya tiga hari dalam sebulan. Waktu pelaksanaannya juga jelas dan mudah diingat karena jatuh di pertengahan bulan saat bulan purnama muncul. Hal ini memudahkan siapa saja yang ingin konsisten menjalankan amalan sunnah Rasulullah SAW.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.