Konten dari Pengguna

Bagaimana Menjadi Muslim yang Baik dalam Kehidupan Sehari-hari

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Hidup Muslim yang Baik Foto By Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Hidup Muslim yang Baik Foto By Pexels

Menjadi muslim yang baik merupakan tujuan setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. Namun, banyak yang masih bertanya tentang langkah konkret untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Abu Rayhan dalam panduan How to Be a Good Muslim: A Guide for Juniors, Th. 2024, menjadi muslim yang baik dimulai dari memahami dan mengamalkan Rukun Islam secara konsisten. Hal ini bukan sekadar ritual, melainkan cara hidup yang mencerminkan keimanan sejati kepada Allah SWT.

Fondasi Utama Menjadi Muslim yang Baik

Seorang muslim yang baik adalah seseorang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Pondasi utamanya terletak pada dua pilar penting, yakni Rukun Islam dan Rukun Iman.

Rukun Islam menjadi fondasi praktis dalam beribadah. Pertama, syahadat dengan mengucapkan dan meyakini Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah dengan sepenuh hati. Kedua, mendirikan shalat lima waktu dengan khusyuk dan tepat waktu. Ketiga, menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian sosial. Keempat, berpuasa di bulan Ramadhan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari terbit hingga terbenam matahari. Kelima, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu secara fisik dan finansial.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 177 yang menjelaskan bahwa kebajikan sejati bukan hanya menghadapkan wajah ke timur atau barat, tetapi beriman kepada Allah, hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan budak.

Selain Rukun Islam, Rukun Iman juga harus tertanam kuat dalam hati setiap muslim. Enam rukun iman tersebut meliputi iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Kombinasi antara Rukun Islam dan Rukun Iman inilah yang membentuk muslim sejati yang tidak hanya beribadah secara lahir, tetapi juga batinnya dipenuhi keyakinan yang kokoh.

Praktik Keseharian Muslim yang Baik

Mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat dibagi menjadi dua hubungan penting. Pertama adalah hubungan dengan Allah atau hablumminallah, dan kedua adalah hubungan dengan sesama manusia atau hablumminannas.

Dalam menjaga hubungan dengan Allah, seorang muslim perlu menjaga kualitas shalat dengan fokus dan khusyuk. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Ahmad bahwa kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah bersuci. Selain shalat wajib, membaca dan merenungkan Al-Quran secara rutin juga menjadi amalan penting. Memperbanyak dzikir dan doa, serta melaksanakan shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan rawatib dapat memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta.

Di sisi lain, hubungan dengan sesama manusia juga harus dijaga dengan baik. Berbuat baik kepada orang tua menjadi prioritas utama setelah beribadah kepada Allah. Menjaga silaturahmi dengan kerabat dan tetangga, berlaku jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan, serta membantu orang yang membutuhkan adalah cerminan akhlak mulia.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Menyebarkan salam dan senyuman kepada sesama muslim, menghindari ghibah atau menggunjing, fitnah, dan perkataan buruk juga termasuk bagian dari menjaga hubungan baik dengan sesama.

Akhlak mulia yang harus dimiliki seorang muslim mencakup sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah, serta rendah hati dan tidak sombong. Dalam Surah Luqman ayat 18-19, Allah memerintahkan untuk tidak memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan tidak berjalan di bumi dengan angkuh, karena Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Konsistensi dalam menjalankan semua amalan ini akan membentuk pribadi muslim yang baik, baik di hadapan Allah maupun di mata sesama manusia. Kuncinya terletak pada niat yang tulus dan usaha yang berkelanjutan untuk terus memperbaiki diri setiap hari.

Revewed: Doel Rohim, S.Hum.