Konten dari Pengguna

Biografi dan Karya Ath-Thabari: Ulama Besar dalam Sejarah Islam

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang ulama berjalan dengan mahasiswa foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seorang ulama berjalan dengan mahasiswa foto by Pixabay

Ath-Thabari dikenal sebagai salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Pemikirannya di bidang tafsir dan sejarah telah menjadi rujukan penting hingga saat ini. Melalui karya-karya besarnya, ia berperan besar membentuk pemahaman umat terhadap Al Quran dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam.

Biografi Ath-Thabari

Ath-Thabari lahir pada tahun 224 H di Amol, Tabaristan, sebuah wilayah di Persia kuno. Menurut Asep Abdurrohman dalam Metodologi Al-Thabari dalam Tafsir Jami’ul Al-Bayan Fi Ta'wil al-Qur’an Ath-Thabari (Jurnal Rausyan Fikr, Vol. 14, No. 1. Th. 2018) tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mengedepankan pendidikan agama sejak usia dini.

Latar Belakang dan Pendidikan

Sejak kecil, Ath-Thabari telah menunjukkan minat besar dalam menuntut ilmu. Ia memulai pendidikan dengan mempelajari Al Quran, hadis, dan berbagai disiplin ilmu keislaman di daerah asalnya, lalu melanjutkan perjalanan ilmiah ke berbagai pusat ilmu di dunia Islam.

Perjalanan Ilmiah

Perjalanan Ath-Thabari menuntut ilmu membawanya ke kota-kota besar seperti Baghdad, Kufah, dan Basrah. Ia belajar dari banyak guru ternama, memperluas wawasan dalam tafsir, fikih, serta sejarah. Pengembaraan ilmiah ini membentuk pemikirannya yang luas dan mendalam.

Kontribusi dalam Keilmuan Islam

Ath-Thabari dikenal sebagai ulama ensiklopedis. Ia menghasilkan karya monumental di bidang tafsir dan sejarah yang menjadi pedoman generasi berikutnya. Kontribusinya menjangkau berbagai disiplin ilmu, dari tafsir hingga sejarah Islam.

Karya-Karya Ath-Thabari

Salah satu karya terbesar Ath-Thabari adalah Tafsir Jami’ul Al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Karya ini masih menjadi acuan utama di bidang tafsir hingga kini.

Tafsir Jami'ul Al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an

Tafsir ini dikenal komprehensif dan sistematis, membahas ayat demi ayat dengan mendalam. Ath-Thabari mengumpulkan berbagai pendapat, baik dari sahabat Nabi maupun generasi berikutnya, sehingga tafsir ini kaya akan referensi.

Metodologi Penafsiran Ath-Thabari

Dalam menafsirkan ayat-ayat Al Quran, Ath-Thabari menerapkan dua pendekatan utama: periwayatan dan penalaran kritis. Ia mencantumkan riwayat dari para sahabat, lalu menelaah secara rasional untuk memberikan pemahaman yang objektif dan menyeluruh.

Pengaruh dan Relevansi Karya Tafsirnya

Karya tafsir Ath-Thabari telah memengaruhi banyak mufassir sesudahnya. Hingga kini, Jami’ul Al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an dijadikan rujukan utama dalam kajian tafsir, baik di dunia Timur Tengah maupun dunia Islam secara luas. Keberadaan karya ini memperkaya khazanah keilmuan Islam dan tetap relevan untuk berbagai generasi.

Kesimpulan

Ath-Thabari adalah figur penting yang kontribusinya terasa kuat dalam sejarah keilmuan Islam. Melalui biografi dan karya Ath-Thabari, khususnya dalam tafsir, ia telah meletakkan fondasi kokoh dalam studi Al Quran. Pemikiran dan metodologinya tetap menjadi sumber inspirasi hingga kini.

Revewed Doel Rohim S.Hum.