Bulan dalam Islam: Panduan Lengkap 12 Bulan Hijriyah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat Islam memiliki sistem penanggalan tersendiri yang disebut kalender Hijriyah. Sistem ini berbeda dengan kalender Masehi karena berdasarkan peredaran bulan, bukan matahari. Memahami kalender Hijriyah sangat penting untuk menentukan waktu ibadah seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri, dan haji.
Allah SWT telah menetapkan 12 bulan dalam setahun sebagaimana tertuang dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 36. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa di antara 12 bulan itu terdapat empat bulan haram yang memiliki keistimewaan khusus. Dengan mengenal setiap bulan Hijriyah beserta amalannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Pengenalan Sistem Kalender Hijriyah dan Keistimewaannya
Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan Islam yang dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Berbeda dengan kalender Masehi yang berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari, kalender Hijriyah mengikuti peredaran bulan mengelilingi bumi.
Dasar penggunaan kalender ini tercantum dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 36 yang berbunyi: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.
Empat bulan haram yang dimaksud adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, peperangan dilarang kecuali dalam kondisi tertentu. Penetapan awal bulan dalam kalender Hijriyah dilakukan dengan cara rukyatul hilal, yaitu melihat hilal atau bulan sabit pertama setelah fase bulan mati.
Metode ini terutama digunakan untuk menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah yang berkaitan langsung dengan ibadah puasa dan haji. Hikmah penggunaan kalender Hijriyah adalah agar umat Islam memiliki identitas waktu tersendiri dalam menjalankan aktivitas keagamaan sehari-hari.
Nama dan Amalan Sunnah di 12 Bulan Hijriyah
Setiap bulan dalam kalender Hijriyah memiliki nama dan karakteristik tersendiri. Meski tidak semua bulan memiliki amalan khusus, beberapa di antaranya memiliki keutamaan yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis Nabi SAW.
1. Muharram
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk bulan haram. Bulan ini memiliki keutamaan puasa, terutama pada tanggal 10 Muharram yang disebut Asyura. Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Allah Al-Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (HR. Muslim).
Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram untuk menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura saja.
2. Safar
Bulan Safar tidak memiliki keistimewaan amalan khusus berdasarkan dalil yang shahih. Masyarakat dianjurkan untuk tidak mempercayai anggapan bahwa Safar adalah bulan sial atau nahas karena hal tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
3. Rabiul Awal
Rabiul Awal dikenal sebagai bulan kelahiran Rasulullah SAW, tepatnya pada tanggal 12 menurut pendapat jumhur ulama. Namun, yang lebih penting bagi umat Islam adalah meneladani sunnah Nabi dalam kehidupan sehari-hari, bukan merayakan maulid yang tidak memiliki dasar syariat.
4. Rabiul Akhir, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir
Ketiga bulan ini tidak memiliki amalan khusus yang disyariatkan berdasarkan dalil yang shahih. Umat Islam tetap menjalankan ibadah rutin seperti shalat lima waktu, puasa sunnah Senin-Kamis, dan amalan harian lainnya.
5. Rajab
Rajab adalah bulan haram kedua setelah Muharram. Meski termasuk bulan yang mulia, tidak ada dalil shahih yang menyebutkan keutamaan puasa Rajab secara khusus atau shalat Raghaib. Peristiwa Isra Mi'raj dipercaya terjadi di bulan ini, meski tanggal pastinya tidak dapat dipastikan.
6. Syaban
Bulan Syaban memiliki keistimewaan dalam hal puasa sunnah. Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis: Beliau tidak pernah berpuasa pada suatu bulan lebih banyak daripada di bulan Syaban (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, perlu diingat bahwa puasa di pertengahan Syaban hingga menjelang Ramadhan sebaiknya dihindari agar tubuh siap menghadapi puasa wajib.
7. Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dalam Islam. Puasa di bulan ini merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Selain puasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Quran, qiyamul lail, dan berbagai amalan sunnah lainnya.
8. Syawal
Bulan Syawal dimulai dengan perayaan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal. Setelah Idul Fitri, dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa (HR. Muslim).
9. Dzulqadah
Dzulqadah adalah salah satu dari empat bulan haram. Di bulan ini tidak ada amalan khusus yang disyariatkan, namun umat Islam dianjurkan menjaga kehormatan bulan haram dengan tidak melakukan perbuatan maksiat.
10. Dzulhijjah
Dzulhijjah adalah bulan pelaksanaan ibadah haji. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah
Revewed by Doel Rohim S.Hum.