Konten dari Pengguna

Cara Potong Kuku Menurut Islam: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah Rasulullah

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang yang menunjukan kukunya foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang yang menunjukan kukunya foto by Pexels

Memotong kuku merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang ternyata memiliki tuntunan khusus dalam Islam. Kegiatan ini bukan sekadar urusan kebersihan fisik, tapi juga bagian dari fitrah manusia yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dalam praktiknya, ada aturan waktu, urutan, bahkan adab tertentu yang sebaiknya diikuti saat memotong kuku. Memahami hal ini dapat membantu umat Islam menjalankan sunnah sekaligus menjaga kesehatan tubuh dengan lebih baik.

Hukum dan Adab Memotong Kuku dalam Islam

Memotong kuku termasuk dalam lima perkara fitrah yang diajarkan dalam Islam. Fitrah sendiri merujuk pada keadaan alami manusia yang suci dan bersih.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah: Lima perkara termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa memotong kuku bukan sekadar anjuran biasa. Ia merupakan bagian dari identitas seorang muslim yang menjaga kesucian diri.

Selain itu, ada batas waktu yang harus diperhatikan. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah memberi waktu bagi umat Islam untuk memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memangkas bulu kemaluan, yaitu tidak boleh melebihi 40 hari (HR. Muslim).

Artinya, meski sibuk atau lupa, kuku tidak boleh dibiarkan panjang melampaui batas waktu tersebut. Ini adalah bentuk disiplin dalam menjaga kebersihan.

Menurut Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam An-Nazhafah fil Islam, perawatan kuku memiliki dimensi ganda. Pertama dari sisi jasmani, yaitu menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari bakteri dan kotoran yang menumpuk di bawah kuku. Kedua dari sisi rohani, sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Nabi Muhammad SAW.

Kuku yang panjang dapat menjadi tempat bersarangnya kuman, terutama saat seseorang makan menggunakan tangan atau berwudhu. Oleh karena itu, memotong kuku secara rutin bukan hanya soal penampilan, tapi juga bagian dari menjaga kesehatan pribadi dan orang sekitar.

Tata Cara dan Urutan Memotong Kuku yang Benar

Ada beberapa waktu yang dianggap baik untuk memotong kuku. Salah satunya adalah hari Jumat, terutama sebelum melaksanakan shalat Jumat. Hari ini dipilih karena merupakan hari istimewa bagi umat Islam, sehingga dianjurkan untuk tampil bersih dan rapi.

Meski demikian, memotong kuku di hari lain tetap diperbolehkan selama tidak melebihi batas 40 hari. Yang terpenting adalah menjaga kuku tetap pendek dan bersih.

Dalam hal urutan, ada riwayat yang menyebutkan tata cara memotong kuku dimulai dari jari telunjuk tangan kanan. Kemudian dilanjutkan ke jari tengah, jari manis, dan kelingking. Setelah itu berpindah ke tangan kiri, dimulai dari kelingking, jari manis, jari tengah, hingga telunjuk. Ibu jari dipotong terakhir, dimulai dari tangan kanan baru kemudian tangan kiri.

Untuk kuku kaki, urutannya dimulai dari kelingking kaki kanan, lalu berurutan hingga ibu jari. Dilanjutkan dari ibu jari kaki kiri hingga kelingking kaki kiri.

Namun perlu dicatat, urutan ini merupakan pendapat sebagian ulama dan bukan kewajiban mutlak. Yang lebih penting adalah memastikan semua kuku dipotong secara rutin dan rapi.

Sebelum memotong kuku, dianjurkan untuk membaca basmalah sebagai bentuk dzikir sederhana. Gunakan alat pemotong yang bersih dan tajam agar hasilnya rapi dan tidak melukai kulit.

Potong kuku hingga batas yang wajar. Jangan terlalu pendek sampai menyakiti jari, tapi juga jangan menyisakan bagian yang terlalu panjang. Setelah selesai, kumpulkan potongan kuku dan buang di tempat yang layak. Jangan dibiarkan berserakan karena itu termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan mengikuti tuntunan ini, memotong kuku bukan lagi kegiatan sepele. Ia menjadi ibadah kecil yang membawa manfaat besar, baik bagi tubuh maupun jiwa.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.