Konten dari Pengguna

Dalil dan Penjelasan Keesaan Allah dalam Al-Quran

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari sufi upaya mendekatkan diri pada Allah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tari sufi upaya mendekatkan diri pada Allah. Foto: Pixabay

Ke-Esa-an Allah merupakan inti ajaran Islam yang menjelaskan bahwa Allah Maha Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Pemahaman ini berakar kuat dalam Al-Quran dan menjadi dasar keimanan setiap Muslim. Berbagai dalil dan penafsiran menegaskan posisi penting keesaan Allah dalam kehidupan beragama.

Pengertian Ke-Esa-an Allah

Memahami keesaan Allah menjadi fondasi utama bagi umat Islam dalam beribadah. Dalam jurnal Keesaan Allah Perspektif Al-Qur'an karya Khotimah Suryani, dijelaskan bahwa konsep ini menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang pantas disembah.

Keesaan Allah berarti hanya ada satu Tuhan yang berkuasa mutlak atas segala sesuatu. Tidak ada yang setara, menyamai, atau menandingi-Nya dalam sifat maupun kekuasaan.

Konsep Tauhid dalam Islam

Tauhid adalah keyakinan tentang keesaan Allah. Konsep ini membedakan Islam dari kepercayaan lain yang mempercayai banyak tuhan. Tauhid juga mengajarkan bahwa segala bentuk penyembahan hanya ditujukan kepada Allah.

Pentingnya Memahami Ke-Esa-an Allah

Memahami keesaan Allah membentuk pola pikir dan perilaku seorang Muslim. Dengan keyakinan ini, seseorang akan menjaga kemurnian ibadah dan menjauhi segala bentuk kemusyrikan.

Dalil tentang Ke-Esa-an Allah dalam Al-Quran

Al-Quran memuat banyak ayat yang menegaskan keesaan Allah. Surah al-An’am, menjadi salah satu rujukan penting yang menekankan keunikan dan kekuasaan Allah atas seluruh ciptaan-Nya. Dalam surah al-An’am ayat 1, Allah berfirman:

Al-ḥamdu lillāhillażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa ja'alaẓ-ẓulumāti wan-nụr, ṡummallażīna kafarụ birabbihim ya'dilụn

Artinya: Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. (QS. Al-An'am: 1)

Selain surah al-An’am, keesaan Allah juga ditegaskan di surah Al-Ikhlas ayat 1:

Kulhuallahu ahad

Dialah Allah, Yang Maha Esa. Ayat ini menjadi dasar tauhid dan selalu diulang dalam bacaan sehari-hari. (QS. Al-Ikhlas: 1)

Makna Tauhid dalam Perspektif Al-Quran

Tauhid tidak hanya soal pengakuan lisan, tetapi juga keyakinan hati dan perilaku nyata. Al-Quran memberikan panduan agar umat Islam benar-benar menghayati keesaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Tauhid Uluhiyyah dan Rububiyyah

Tauhid Uluhiyyah berarti meyakini hanya Allah yang berhak disembah. Sementara Tauhid Rububiyyah menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta dan pengatur alam semesta.

Implikasi Ke-Esa-an Allah dalam Kehidupan Muslim

Keimanan terhadap keesaan Allah membentuk karakter jujur, bertanggung jawab, dan rendah hati. Seseorang akan selalu merasa diawasi Allah dan menjadikan-Nya tujuan utama hidup. Untuk itu keimanan terhadap keesaan Allah menuntun manusia untuk beribadah secara ikhlas dan menjauhi segala bentuk perbuatan syirik.

Kesimpulan

Ke-Esa-an Allah menjadi inti keimanan dan penopang seluruh ajaran Islam. Dalil-dalil dari Al-Quran dan penjelasan para ahli menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan memahami makna keesaan Allah, seorang Muslim akan membangun hubungan yang kuat kepada Tuhannya.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I