Konten dari Pengguna

Doa Kesembuhan dari Sakit dalam Islam yang Shahih

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang membaca doa foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang membaca doa foto by Pexels

Sakit adalah ujian yang bisa datang kapan saja kepada siapa pun. Dalam Islam, berdoa meminta kesembuhan kepada Allah SWT merupakan bagian dari ikhtiar seorang Muslim. Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi kondisi sakit.

Menurut kitab At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, doa untuk orang sakit bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bentuk ketaatan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan sejati. Berikut doa-doa shahih yang diajarkan Rasulullah SAW beserta tata caranya.

Doa-Doa Kesembuhan dari Sakit Berdasarkan Sunnah Nabi

Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa yang dapat diamalkan ketika seseorang mengalami sakit. Doa-doa ini bersumber dari hadis shahih dan telah dipraktikkan oleh para sahabat.

1. Doa Ruqyah untuk Diri Sendiri

Membaca ayat-ayat tertentu dari Al-Quran dapat menjadi ruqyah atau penyembuhan spiritual. Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, serta Surat Al-Falaq dan An-Nas yang dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain.

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika sakit, beliau meniupkan bacaan Al-Mu'awwidzatain ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau (HR. Bukhari).

2. Doa Memohon Kesembuhan Tiga Kali

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca sebanyak tiga kali saat menjenguk orang sakit:

"As'alullaahal 'azhiima rabbal 'arsyil 'azhiimi ay yasyfiika"

Artinya: Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan yang memiliki Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.

Hadis ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya, lalu membaca doa ini tujuh kali, niscaya Allah akan menyembuhkannya" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

3. Doa Meletakkan Tangan di Bagian yang Sakit

Utsman bin Abi al-Ash radhiyallahu 'anhu mengadu kepada Rasulullah SAW tentang rasa sakit yang dialaminya. Beliau mengajarkan untuk meletakkan tangan di tempat yang sakit sambil membaca:

"Bismillaah (tiga kali), A'uudzu bi'izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (tujuh kali)"

Artinya: Dengan nama Allah (dibaca tiga kali), aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang aku rasakan dan aku waspadai (dibaca tujuh kali).

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim.

4. Doa Mengusap Bagian yang Sakit

Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika menjenguk anggota keluarga yang sakit, beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil berdoa:

"Allahumma rabban naasi, adz-hibil ba'sa, isyfi antas syaafii, laa syifaa'a illaa syifaa'uka, syifaa'an laa yughaadiru saqaman"

Artinya: Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit (HR. Bukhari dan Muslim).

Adab Berdoa untuk Kesembuhan yang Benar

Berdoa bukan hanya soal melafalkan kalimat, tetapi juga memperhatikan adab dan cara yang tepat. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam bukunya menekankan pentingnya adab dalam berdoa agar lebih mustajab.

1. Yakin dengan Kekuasaan Allah

Keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan menjadi kunci utama. Rasulullah SAW bersabda, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan" (HR. Tirmidzi). Tanpa keyakinan ini, doa menjadi hambar dan tidak memiliki ruh.

2. Memilih Waktu Mustajab

Beberapa waktu dianggap lebih mudah dikabulkan doanya, seperti sepertiga malam terakhir, saat antara adzan dan iqamah, serta ketika sujud dalam shalat. Memanfaatkan waktu-waktu ini dapat meningkatkan peluang doa terkabul.

3. Berwudhu dan Menghadap Kiblat

Berdoa dalam keadaan suci dan menghadap kiblat merupakan adab yang dianjurkan. Kondisi ini menunjukkan kesungguhan dan penghormatan kepada Allah SWT.

4. Mengawali dan Mengakhiri dengan Pujian kepada Allah

Mengawali doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian menyampaikan hajat, lalu menutup kembali dengan pujian dan shalawat, merupakan cara yang diajarkan Rasulullah SAW.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.