Konten dari Pengguna

Dosa Terbesar dalam Islam yang Wajib Dijauhi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pendakwah sedang berada di podium foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pendakwah sedang berada di podium foto by Pexels

Setiap Muslim tentu ingin menjalani hidup sesuai tuntunan agama. Namun, tidak semua orang paham bahwa dosa dalam Islam terbagi menjadi dua kategori, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar kita tahu perbuatan mana yang harus dihindari dengan sungguh-sungguh.

Dosa besar atau al-kaba'ir memiliki dampak serius terhadap keimanan dan kehidupan akhirat. Allah SWT bahkan memberikan janji pengampunan bagi dosa-dosa kecil jika kita mampu menjauhi dosa-desar. Hal ini tertuang dalam Surah An-Nisa ayat 31 yang berbunyi:

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Artinya: Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia.

Ayat ini menunjukkan bahwa menjauhi dosa besar menjadi kunci untuk mendapat ampunan Allah atas dosa-dosa kecil yang mungkin kita lakukan tanpa sengaja.

Apa Itu Dosa Besar dalam Islam?

Menurut Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Al-Kaba’ir: Dosa-Dosa Besar, al-kaba'ir adalah perbuatan dosa yang diancam dengan hukuman keras di dunia maupun di akhirat. Perbuatan ini berbeda dengan dosa kecil yang masih bisa dihapus dengan istighfar dan amalan saleh.

Para ulama memiliki pendapat yang beragam mengenai jumlah dosa besar. Ada yang menyebutkan tujuh, ada yang mengatakan sebelas, bahkan ada yang merinci hingga puluhan jenis. Perbedaan ini terjadi karena cara pandang ulama dalam mengklasifikasikan dosa berdasarkan dalil dan ancaman yang ada.

Suatu perbuatan dikategorikan sebagai dosa besar jika memenuhi kriteria tertentu. Di antaranya adalah adanya ancaman neraka, laknat Allah, atau kemarahan-Nya dalam Al-Qur'an dan hadis. Selain itu, perbuatan yang menyebabkan rusaknya iman atau merusak kehidupan masyarakat juga termasuk dalam kategori ini.

Konsekuensi dari melakukan dosa besar sangat berat. Pelakunya bisa kehilangan keberkahan hidup, mendapat murka Allah, bahkan terancam kekal di neraka jika tidak bertaubat. Oleh karena itu, menjauhi dosa besar menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi.

Tujuh Dosa yang Membinasakan Menurut Rasulullah

Rasulullah SAW pernah menyebutkan tujuh dosa yang dapat membinasakan pelakunya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Rasulullah bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ

Artinya: Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.

Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau menjawab:

الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ

Artinya: Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukmin yang baik-baik lagi lalai.

Berikut penjelasan lengkap ketujuh dosa tersebut:

1. Syirik kepada Allah

Syirik adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni Allah jika pelakunya meninggal tanpa bertaubat. Hal ini ditegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 48. Syirik mencakup menyembah selain Allah, meminta pertolongan kepada makhluk untuk hal yang hanya Allah kuasa, atau meyakini ada kekuatan lain setara dengan Allah.

2. Sihir dan perdukunan

Sihir termasuk perbuatan yang merusak iman karena melibatkan kekuatan jin dan syaitan. Belajar, mengamalkan, atau mendatangi tukang sihir semuanya dilarang keras dalam Islam.

3. Membunuh jiwa tanpa hak

Allah mengharamkan pembunuhan terhadap jiwa yang dilindungi syariat. Ancaman bagi pembunuh sangat berat, yaitu kekal di neraka Jahannam jika dilakukan dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syarak.

4. Memakan riba

Riba adalah transaksi yang mengandung unsur penambahan tidak adil. Allah dan Rasul-Nya mengharamkan riba dalam bentuk apapun karena merusak tatanan ekonomi dan keadilan sosial.

5. Memakan harta anak yatim

Mengambil atau menggunakan harta anak yatim secara zalim termasuk dosa besar. Allah mengancam pelakunya dengan api neraka yang membakar perut mereka.

6. Lari dari medan perang

Melarikan diri saat jihad fisabilillah tanpa alasan syar'i termasuk dosa besar karena menunjukkan kelemahan iman dan mengkhianati kaum muslimin.

7. Menuduh wanita baik-baik berzina

Menuduh wanita mukmin yang suci berbuat zina tanpa bukti empat saksi adalah dosa besar. Pelakunya wajib dicambuk 80 kali dan kesaksiannya tidak diterima selamanya.

Selain ketujuh dosa di atas, Imam Adz-Dzahabi juga menyebutkan dosa besar lainnya seperti meninggalkan shalat, tidak menunaikan zakat.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.