Ismah dalam Islam: Pengertian, Konsep, dan Contoh-contohnya
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, terdapat konsep penting yang dikenal dengan istilah ismah. Istilah ini merujuk pada kesucian dan perlindungan dari kesalahan, terutama yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul. Memahami ismah menjadi kunci untuk mengenal bagaimana ajaran Islam menjaga otentisitas risalah yang dibawa oleh para utusan Allah.
Pengertian Ismah dalam Islam
Ismah menjadi bagian penting dalam keyakinan Islam, terutama terkait kepercayaan bahwa para Nabi dan Rasul terjaga dari dosa. Menurut buku Konsep Ismah Dalam Diskursus Ahlussunnah & Syi’ah Imamiyah (2016) karya Dr. Faisol Nasar Bin Madi, M.A, ismah secara istilah adalah sifat terjaga dari dosa dan kesalahan yang diberikan Allah kepada para Nabi dan Rasul agar terhindar dari kekeliruan dalam menyampaikan risalah.
Definisi Ismah Menurut Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, ismah berasal dari kata Arab yang berarti perlindungan atau penjagaan. Dalam istilah agama, ismah berarti sifat terjaga dari perbuatan dosa, baik besar maupun kecil, serta bebas dari kesalahan fatal. Sifat ini menjadi syarat mutlak agar risalah yang disampaikan selalu benar dan tidak tercampur kekeliruan.
Pentingnya Ismah dalam Keyakinan Islam
Kepercayaan terhadap ismah menumbuhkan keyakinan bahwa Nabi dan Rasul wajib menjadi teladan yang sempurna. Hal ini penting agar umat percaya sepenuhnya pada ajaran yang mereka bawa, tanpa ada keraguan terhadap kemurnian wahyu. Oleh sebab itu, konsep ismah sangat dijaga dalam tradisi keislaman.
Konsep Ismah dalam Diskursus Islam
Pembahasan tentang ismah berkembang luas dalam tradisi Islam. Setiap mazhab punya pandangan berbeda terkait cakupan dan penerapannya. Bahasan ini menjadi salah satu diskursus penting yang memperkaya khazanah pemikiran Islam.
Pandangan Ahlussunnah tentang Ismah
Berdasarkan buku Dr. Faisol Nasar Bin Madi, M.A, Ahlussunnah memandang bahwa ismah adalah perlindungan Allah terhadap para Nabi dari dosa besar dan kecil, baik sebelum maupun sesudah kerasulan. Namun, dalam beberapa kasus, Nabi tetap bisa melakukan hal yang sifatnya bukan dosa, seperti kelupaan atau kesalahan teknis yang tidak berdampak pada risalah.
Pandangan Syi’ah Imamiyah tentang Ismah
Sementara itu, Syi’ah Imamiyah berpendapat bahwa ismah tidak hanya berlaku bagi Nabi, namun juga untuk para Imam yang maksum setelah Nabi Muhammad SAW. Seperti dijelaskan dalam buku karya Dr. Faisol Nasar Bin Madi, M.A, Syi’ah Imamiyah meyakini bahwa para Imam juga terjaga dari dosa dan kesalahan, sehingga mereka layak menjadi rujukan utama dalam memahami syariat.
Dalil-dalil tentang Ismah dalam Al-Qur’an dan Hadis
Al-Qur’an menyebutkan berbagai ayat yang menegaskan bahwa para Nabi dijaga dari kesalahan dalam menyampaikan wahyu, seperti dalam surah An-Najm ayat 3-4. Hadis-hadis juga memperkuat pemahaman bahwa Allah memberikan perlindungan khusus agar risalah yang disampaikan selalu benar dan terjaga dari penyimpangan.
Contoh Ismah dalam Kehidupan Para Nabi dan Imam
Ismah tidak sekadar konsep, melainkan terefleksi dalam kehidupan para Nabi dan Imam. Keteladanan mereka menjadi acuan moral bagi umat Islam sepanjang zaman.
Ismah pada Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW diyakini memiliki ismah sempurna sejak sebelum diangkat menjadi Rasul hingga akhir hayatnya. Beliau selalu dijaga dari perbuatan yang mencoreng kehormatan dan kemurnian risalah. Setiap tindak-tanduknya menjadi pedoman utama bagi umat Islam.
Ismah pada Nabi-nabi Lain dalam Al-Qur’an
Para Nabi seperti Ibrahim, Musa, dan Isa juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai sosok yang terjaga dari dosa besar. Mereka menjalankan tugas kenabian dengan penuh integritas, sehingga ajaran yang mereka bawa tetap lurus dan otentik.
Ismah pada Para Imam Menurut Syi’ah
Dalam tradisi Syi’ah, para Imam diyakini memiliki ismah sebagai bentuk kepemimpinan spiritual setelah Nabi Muhammad SAW. Mereka dipercaya mampu memberikan bimbingan tanpa terjerumus pada kesalahan prinsipil, sehingga umat tetap memperoleh ajaran yang benar.
Hikmah dan Manfaat Konsep Ismah bagi Umat Islam
Konsep ismah memberikan rasa aman bahwa ajaran Islam tetap murni dan tidak tercampur kesalahan. Selain itu, ismah memberikan teladan moral yang tinggi, sehingga umat bisa meneladani akhlak mulia dan kejujuran para Nabi serta Imam.
Kesimpulan
Ringkasan Konsep dan Pentingnya Ismah dalam Islam
Ismah dalam Islam menjadi fondasi penting yang menjaga kemurnian wahyu dan keteladanan utusan Allah. Konsep ini memastikan bahwa risalah yang disampaikan kepada umat benar-benar terjaga dari kekeliruan.
Relevansi Ismah dalam Kehidupan Muslim Masa Kini
Hingga kini, ismah tetap menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan dengan integritas dan kejujuran. Umat Islam bisa meneladani nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi dan para Imam dalam berbagai aspek kehidupan.
Revewed by Doel ROhim S.Hum.