Konten dari Pengguna

Keistimewaan Hajar Aswad: Makna, dan Hikmah Mencium Batu Hitam di Ka'bah

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jemaah haji mencium Hajar al-Aswad dari Ka'bah ilustrasi bu Istock
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji mencium Hajar al-Aswad dari Ka'bah ilustrasi bu Istock

Hajar Aswad menjadi bagian paling ikonik dari Ka'bah dan selalu menarik perhatian jemaah haji maupun umrah setiap tahunnya. Batu hitam yang terletak di sudut timur Ka'bah ini menyimpan sejarah panjang, makna spiritual, dan tradisi ibadah yang terus terjaga hingga kini. Banyak pertanyaan muncul tentang asal-usul, keistimewaan, hingga tata cara menghormatinya.

Sejarah dan Asal Usul Hajar Aswad

Hajar Aswad memiliki sejarah yang sangat tua dan erat kaitannya dengan peradaban Mekkah. Batu ini menjadi saksi perjalanan para nabi dan umat manusia dalam beribadah kepada Allah. Selain itu, keberadaannya di Ka'bah membuatnya selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual tawaf dan ibadah haji.

Menurut Sejarah Mekkah Al Mukarramah (2002) karya Syeikh Shafiyyur Rahman Al Mubarak Fury, Hajar Aswad didatangkan dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail AS. Batu ini kemudian diletakkan di sudut timur Ka'bah sebagai penanda awal dan akhir putaran tawaf. Proses peletakan Hajar Aswad menjadi momen penting dalam sejarah, menegaskan nilai simbolis batu tersebut dalam ibadah.

Peran Hajar Aswad dalam Sejarah Mekkah

Dalam sejarah Mekkah, Hajar Aswad pernah menjadi pusat perhatian saat terjadi perselisihan di kalangan suku Quraisy tentang siapa yang berhak meletakkannya kembali saat renovasi Ka'bah. Nabi Muhammad SAW dengan kebijaksanaan beliau mengatasi perselisihan tersebut dengan mengajak tiap perwakilan suku mengangkat batu itu bersama menggunakan kain, kemudian beliau sendiri meletakkannya di tempat semula. Peristiwa ini memperlihatkan peran Hajar Aswad sebagai simbol perdamaian dan persatuan.

Keistimewaan dan Makna Hajar Aswad

Keberadaan Hajar Aswad di Ka'bah bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam. Banyak yang bertanya tentang keistimewaan dan makna dari batu hitam ini dalam tradisi Islam.

Hajar Aswad dipercaya sebagai batu dari surga yang diturunkan ke bumi sebagai rahmat untuk umat manusia. Menurut penjelasan dalam buku Sejarah Mekkah Al Mukarramah, batu ini menjadi saksi ibadah haji para nabi serta umat sebelum Nabi Muhammad SAW. Selain itu, mencium atau menyentuh Hajar Aswad dianggap sebagai bentuk mengikuti teladan Rasulullah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Warna asli Hajar Aswad diyakini putih berkilau saat pertama kali diturunkan dari surga. Namun, seiring perjalanan waktu, batu ini berubah menjadi hitam. Berdasarkan penjelasan dalam "indu42.pdf", perubahan warna tersebut disebabkan oleh dosa-dosa manusia yang menyentuh dan menciumnya. Hal ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan selalu membutuhkan ampunan Allah.

Hikmah dan Tata Cara Mencium Hajar Aswad

Mencium atau menyentuh Hajar Aswad merupakan salah satu sunnah dalam ibadah haji dan umrah. Ada makna mendalam di balik tradisi ini yang patut dipahami oleh setiap muslim.

Meneladani Nabi Muhammad SAW menjadi alasan utama dalam mencium Hajar Aswad. Dalam skripsi Farkhan Al Ghifari Kajian Tematik Hadis Tentang Mencium Hajar Aswad (2024), dijelaskan bahwa Rasulullah selalu mencium Hajar Aswad sebagai bentuk ketaatan dan pengagungan terhadap syiar Allah. Selain itu, tindakan ini mengingatkan setiap muslim pada pengampunan dan rahmat Allah yang luas.

Saat melakukan tawaf, disunnahkan untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad jika memungkinkan. Jika tidak mampu, cukup dengan mengisyaratkan tangan ke arahnya. Tindakan ini dilakukan dengan sopan, tidak mendorong atau menyakiti jemaah lain, serta mengutamakan keselamatan. Setiap sentuhan dan ciuman pada Hajar Aswad diyakini mendatangkan pahala besar, selama dilakukan dengan niat ikhlas dan mengikuti sunnah.

Kesimpulan

Hajar Aswad bukan sekadar batu hitam di Ka'bah, melainkan simbol ibadah, pengingat akan ampunan, serta bukti sejarah keimanan para nabi. Keistimewaannya terletak pada nilai spiritual dan teladan yang diwariskan Rasulullah dalam menghormatinya. Setiap muslim yang berkesempatan mencium atau menyentuh Hajar Aswad diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang ketaatan, persatuan, dan harapan akan ampunan Allah.

Menghormati Hajar Aswad menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan umat Islam. Batu ini selalu menjadi pengingat untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan menjaga nilai-nilai persaudaraan.

Reviwed by Doel Rohim S.Hum